Pelaku penusukan dua anggota Brimob di Jakarta 'bukan bagian dari jaringan teror'

Penusukan polisi di masjid Falatehan, Jakarta Selatan Hak atas foto STR/AFP/Getty Images
Image caption Peristiwa penusukan terhadap dua anggota Brimob terjadi sekitar pukul 19.30 WIB, seusai para jemaah di Masjid Falatehan merampungkah salat Isya berjamaah.

Pelaku penusukan dua anggota Brimob di Jakarta 'bukan bagian dari jaringan' atau terkait dengan aksi penyerangan ke Polda Sumut pada dini hari jelang Idul Fitri yang menewaskan seorang polisi.

Hal ini disampaikan oleh Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto kepada BBC Indonesia, Minggu (02/07).

Sebelumnya, Kepolisian telah mendapatkan identitas pelaku penusukan dua anggota Brimob di Masjid Falatehan, Jakarta Selatan, pada Jumat (30/06) malam.

Di lokasi kejadian diperoleh temuan kartu tanda penduduk (KTP) atas nama Mulyadi, 28 tahun, warga Cikarang Selatan, Bekasi.

"Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, ada empat orang, kakak ipar, kakaknya, teman SMA dan teman berdagang, dari keempat orang ini semuanya masih menyatakan bahwa Mulyadi ini terinspirasi aksi dari melihat di handphone, melihat di media sosial. Saat bertemu dengan temannya pun, dia selalu asyik sendiri dengan handphone dan menyatakan ISIS itu baik, khilafah itu baik, sehingga dia merasa memusuhi polisi," kata Setyo.

"Sementara belum ada keterangan yang mendukung bahwa Mulyadi itu bagian dari jaringan apa, belum ada," ujar Setyo.

Saat ditanya apakah ada kaitan antara aksi Mulyadi dengan aksi penyerangan di Polda Sumut yang menewaskan seorang polisi, Setyo mengatakan tidak ada.

"Hanya mungkin dia terinspirasi, bisa saja, bahwa di Sumut bisa begini, terus dia mencari polisi lengah, dia serang," tambah Setyo.

Menurut Setyo, dari informasi yang dihimpun, Mulyadi sehari-hari berprofesi sebagai pedagang kosmetik di Bekasi, Jawa Barat.

Peristiwa penusukan terjadi sekitar pukul 19.30 WIB, seusai para jemaah di Masjid Falatehan merampungkah salat Isya berjamaah. Pelaku, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, beranjak dari saf belakang dan menghampiri dua anggota Brimob yang juga selesai salat.

Hak atas foto BAY ISMOYO/AFP/Getty Images
Image caption Kepolisian Republik Indonesia mengungkapkan sepanjang 2017 ini telah menangkap lebih dari 100 terduga teroris di Indonesia.

Pelaku tiba-tiba menikam kedua pria tersebut menggunakan sangkur sembari meneriakkan kata 'kafir' dan 'thogut'.

Kedua anggota Brimob, Ajun Komisaris Dede Suhatmi dan Brigadir Satu Syaiful Bakhtiar, mengalami luka tusuk di sejumlah bagian tubuh. Keduanya, menurut Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Setyo Wasisto, masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Pelaku tewas ditembak saat berupaya kabur ke arah Terminal Blok M.

Serangan terhadap dua anggota Brimob di Masjid Falatehan, yang berada di jalan seberang Mabes Polri, adalah serangan kedua dalam sepekan terakkhir yang secara spesifik menyasar pada polisi.

Enam hari sebelumnya, pada Minggu (25/06), dua pria menikam dua polisi di pintu keluar markas Polda Sumatera Utara, di Medan.

Salah seorang pelaku, menurut polisi, pernah bertempur di Suriah.

Kepolisian Republik Indonesia mengungkapkan sepanjang 2017 ini telah menangkap lebih dari 100 terduga teroris di Indonesia.

Penangkapan dilakukan di berbagai penjuru tanah air: Medan, Jambi, Jakarta, Pandeglang, Bandung, Cianjur, Garut, Kendal, Temanggung, Malang, Surabaya, dan Bima.

Topik terkait

Berita terkait