Temuan selebaran 'dukung ISIS' di Bukittinggi: 'Jauhi TNI dan Polri'

isis Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Sebuah contoh penerbitan yang pernah dibuat oleh kelompok pendukung ISIS di Indonesia.

Kepolisian Resor Bukittinggi, Sumatra Barat masih melakukan penyelidikan terkait ditemukannya selebaran yang diduga berasal dari kelompok yang mendukung kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.

Polisi juga menghimbau masyarakat untuk bijak menyikapi maraknya selebaran yang diduga terkait ISIS di area publik.

Dua orang remaja menemukan selebaran tersebut tertempel di dinding toilet Masjid Baitul Jalal Mandiangin, Bukit Tinggi, pada Jumat (07/07) pekan lalu. Dalam selebaran itu terdapat lambang ISIS serta berisi himbauan dan peringatan.

Kepala Kepolisian Resor Bukittinggi, Ajun Komisaris Besar Arly Jembar Jumhana membenarkan hal tesebut. Hingga saat ini polisi belum dapat memastikan apakah pelaku benar-benar terafiliasi dengan ISIS.

Hak atas foto Polres Bukit Tinggi
Image caption Dua orang remaja menemukan selebaran tersebut tertempel di dinding toilet Masjid Baitul Jalal Mandiangin, Bukit Tinggi, pada Jumat (07/07) pekan lalu.

"Sampai sekarang kami masih mendalami itu dengan melakukan penyelidikan secara tertutup. Masih dalam penyelidikan, karena di situ tidak disebutkan apakah memang betul-betul dari ISIS atau memang dari orang iseng, 'kan kita tidak tahu," ujar Arly kepada BBC Indonesia, Selasa (11/07).

"Kita juga jangan berspekulasi terlalu dini karena memang kita tidak menemukan bukti-bukti awal yang cukup," tambahnya.

Dua saksi dimintai keterangan

Lebih jauh, Arly menjelaskan pihaknya sudah mengambil keterangan kedua remaja yang pertama kali menemukan selebaran tersebut ketika hendak wudhu untuk salat Jumat. Pihaknya juga akan memeriksa kamera closed circuit television (CCTV) di area masjid.

"Kita akan memeriksa semuanya, berdasar keterangan saksi dan rekaman CCTV," kata dia.

Arly mengklaim ini untuk pertama kalinya selebaran berbau ISIS ditemukan di Bukittingi. Kendati begitu, ia meminta masyarakat untuk tidak khawatir dan menyikapi masalah ini secara bijak.

Hak atas foto Fajar Sodiq
Image caption Polisi menemukan bendera ISIS di kediaman terduga teroris di Solo, Jateng, Maret 2016.

"Kita memang tetap perlu hati-hati dan waspada, namun perlu kita sikapi dengan arif dan bijaksana hal seperti itu. Tidak usah terlalu takut. Kita sampaikan juga ke masyarakat justru dengan adanya kejadian ini (hubungan) antara aparat dan masyarakat semakin erat," himbaunya.

Dalam selebaran dengan lambang ISIS tersebut, tertulis himbauan bagi kaum muslimin yang berada diluar wilayah Khilafah Islamiyah agar selalu waspada dan menjaga diri serta menjauhi tempat keramaian.

Kaum muslimin juga dihimbau untuk menjauhi aparat keamanan, baik Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), lantaran keduanya adalah target.

"Kami tegaskan, bahwa dalam setiap amaliyah yang dilakukan oleh Anshar Khilafah Islamiyah nusantara tidak menargetkan masyarakat oleh karena itu kami berharap pengertian dari antum semua dan agar himbauan ini diindahkan, demi mengindari jatuhnya korban," bunyi selebaran tersebut.

Kasus pemasangan bendera ISIS

Ini bukan kali pertama selebaran berbau ISIS ditemukan di tempat publik. Minggu lalu, kertas berisi ancaman untuk aparat keamanan ditemukan di pagar Kepolisian Sektor Kebayoran Lama pada Selasa (04/07), bersamaan dengan bendera berlambang ISIS. Polisi berhasil meringkus pelakunya, GOH, akhir pekan lalu.

Dalam surat teror yang ditulis di karton kuning itu, pelaku mengancam akan meneror Polri dan TNI yang telah memburu saudara seimannya di Poso.

Selain itu, dia juga mengancam akan menjadikan Jakarta seperti Marawi, wilayah yang kini diduduki ISIS di Philipina, dan mendirikan Khilafah Islamiyah di Indonesia.

Hak atas foto Fajar Sodiq
Image caption Para pelayat yang mengiringi mobil jenazah terduga teroris, Fonda Amar Sholihin, di Solo, Maret 2016, terlihat mengibarkan bendera lambang ISIS.

Polisi mengklaim pemuda berusia 20 tahun yang tinggal di Pondok Pinang, Jakarta Selatan ini diketahui telah berbaiat, atau menyatakan setia, kepada ISIS.

Pelaku juga mengaku memperoleh materi ideologi ISIS melalui internet, salah satunya dari aplikasi layanan pengiriman pesan telegram.

Sebelumnya, dua hari setelah Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah, Selasa (27/06), warga Serang, Banten dihebohkan oleh penyebaran selebaran kertas berisi ancaman teror dari kelompok yang mengaku bagian dari ISIS.

Selebaran tersebut ditemukan tertempel di kendaraan roda empat milik polisi.

Berita terkait