Pemerintah RI belum bisa berkomunikasi langsung dengan WNI eks Raqqa

Beberapa WNI yang pernah berada di Raqqa Hak atas foto AFP
Image caption Dua belas WNI berada di Raqqa, daerah kekuasaan ISIS di Suriah, selama 22 bulan sebelum memutuskan untuk meninggalkan kota itu dan ingin kembali ke Indonesia.

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan pihaknya sejauh ini belum bisa melakukan komunikasi langsung dengan 12 WNI yang pernah selama beberapa bulan berada di kekuasaan ISIS di Raqqa, Suriah.

Dengan demikian upaya bantuan atau pemulangan terhadap mereka belum bisa dimulai.

"Sejak kami terima informasi, kami telah mencoba berkomunikasi dengan mereka melalui beberapa pihak ... kami ingin mengetahui kondisi mereka, seperti apa keadaannya," kata Retno kepada BBC Indonesia.

"Memang tidak mudah, komunikasi (dengan 12 WNI) tidak mudah karena faktor situasi dan lokasi. Langkah kami selanjutnya akan sangat tergantung dengan hasil komunikasi yang kami lakukan dengan mereka," kata Retno.

Keberadaan warga Indonesia di Raqqa diketahui pertengahan Juni ketika mereka berniat meninggalkan kota yang oleh kelompok ISIS dikatakan sebagai 'ibu kota kekhalifahan' tersebut.

Saat ini 12 WNI -yang terdiri dari sembilan perempuan dan tiga anak- berada di kamp pengungungi Ain Issa, yang terletak sekitar 50 kilometer di utara Raqqa. Salah seorang di antaranya mengatakan 'ada enam laki-laki lain dari Indonesia yang berada dalam tahanan'.

Pindah 'karena video propaganda ISIS'

Menlu Retno mengatakan pihaknya akan terus berusaha membangun komunikasi. "Yang jelas kami sudah memiliki prosedur bagaimana membantu warga negara Indonesia. Tentu saja penanganannya akan berbeda dari satu kasus ke kasus lain," jelas Retno.

Hak atas foto EPA
Image caption Menlu Retno Marsudi mengatakan pihaknya terus berusaha untuk melakukan komunikasi dengan 12 WNI yang pernah menetap di Raqqa.

Nur, salah seorang WNI mengatakan dirinya memutuskan meninggalkan Indonesia sekitar 22 bulan silam untuk hijrah ke Raqqa.

Nur mengaku pindah ke Suriah setelah melihat foto dan video tentang negara Islam atau daulah Islamiyah yang diunggah ISIS ke internet. Setelah hampir dua tahun berlalu, Nur bersama warga Indonesia lain memutuskan meninggalkan Raqqa.

Sulitnya merebut 'jantung kekuasaan kekhalifahan' ISIS di Raqqa

Kisah 'pelarian' seorang WNI dari 'ibu kota ISIS' di Suriah

Di mana Jack si Pejihad sesudah lari dari daerah ISIS?

"Semua bohong ... ketika kami memasuki wilayah ISIS, masuk ke negara mereka, yang kami lihat sangat berbeda dengan apa yang mereka katakan di internet," kata Nur kepada wartawan AFP.

Juni lalu pemerintah Indonesia mengatakan KBRI di Baghdad sudah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan intelijen di Irak untuk proses serah terima WNI yang pernah berada di Raqqa.

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia di Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal, mengatakan para WNI tersebut 'akan dimasukkan ke KBRI terlebih dahulu sebelum diterbangkan kembali ke Indonesia'.

Topik terkait

Berita terkait