Mantan jenderal Thailand bersalah dalam penyelundupan manusia

Myanmar, pengungsi, Hak atas foto AFP/CHRISTOPHE ARCHAMBAULT
Image caption Banyak pendatang asal Myanmar dan Bangladesh yang ditinggal begitu saja di laut oleh para penyelundup.

Pengadilan Thailand, sudah membacakan vonis dalam kasus penyelundupan manusia terbesar di negara itu, yang melibatkan lebih dari 100 terdakwa.

Seorang mantan jenderal dinyatakan bersalah bukan hanya dalam dakwaan penyelundupan manusia, juga terlibat dalam kejahatan lintasnasional yang terorganisir.

Letnan Jenderal Manas Kongpan merupakan perwira paling tinggi yang diadili bersama sekitar 100 lebih terdakwa lainnya -termasuk beberapa aparat polisi- di ibu kota Bangkok, Rabu (19/07).

Dakwaan yang dihadapi juga mencakup penculikan, pembunuhan, dan pemerkosaan.

Sedikitnya sembilan terdakwa sudah dinyatakan tidak bersalah oleh pengadilan.

Para terdakwa ditangkap pada tahun 2015 setelah temuan belasan kuburan yang digali dangkal di sebuah kamp yang tersembunyi di sebuah hutan.

Krisis ini menjadi perhatian dunia internasional dan memberi tekanan besar bagi pemerintah Thailand untuk mengambil tindakan memberantas jaringan penyelundupan manusia.

Namun di lapangan situasi sempat memburuk karena para penyelundup mengabaikan begitu saja para pengungsi tersebut, baik di laut maupun di jalanan sementara tidak ada negara yang bersedia menerima mereka.

Sebagian besar terdakwa adalah warga Thailand, dan beberapa dari Myanmar dan Bangladesh.

Seorang perwira polisi yang memimpin penyelidikan dalam kasus ini, Mayor Jenderal Paween Pongsirin, sempat terbang ke Australia karena mendapat ancaman dari beberapa terdakwa yang berpengaruh yang terlibat dalam penyelundupan manusia.

Topik terkait

Berita terkait