Indonesia bantah tembak kapal Vietnam di Laut Cina Selatan

Natuna Hak atas foto Getty Images/Ulet Ifansasti
Image caption Otoritas perairan Indonesia menyebut tidak menembak satupun nelayan Vietnam, akhir pekan lalu.

Otoritas militer Indonesia membantah tudingan tentang penembakan kapal ikan berbendera Vietnam di Laut Cina Selatan yang melukai empat nelayan, Minggu lalu.

Insiden tersebut terjadi sepuluh hari setelah Indonesia menamai landas kontinen yang berbatasan dengan Laut Cina Selatan sebagai Laut Natuna Utara.

Panglima Komando Armada Kawasan Barat TNI, Laksamana Muda Aan Kurnia mengatakan, tidak satupun personelnya yang berpatroli di perairan Natuna Utara telah menembak nelayan Vietnam, akhir pekan lalu.

Aan berkata, para personelnya yang beroperasi di KRI Wiratno-379 hanya berupaya mengusir dua kapal ikan Vietnam yang masuk ke zona ekonomi ekslusif Indonesia.

"Kami mendeteksi keberadaan dua kapal ikan Vietnam pada posisi empat nautical miles, masuk ke landas kontinen Indonesia. Saat didekati, tiba-tiba dua kapal itu melaksanakan penggelapan," kata Aan melalui keterangan tertulis, Selasa (25/07).

Aan memaparkan, haluan dua kapal Vietnam itu sempat mengarah dan mendekat hingga jarak 30 meter ke haluan KRI Wiratno.

"Karena membahayakan, kami berikan tembakan peringatan satu butir peluru ke udara dengan senjata jenis SS1," ujar Aan.

Usai tembakan peringatan itu, menurut Aan, dua kapal Vietnam langsung mengubah haluan dan meninggalkan landas kontinen Indonesia.

Hak atas foto Getty Images/Ulet Ifansasti
Image caption Perairan Natuna berbatasan langsung dengan Laut China Selatan yang direbutkan sejumlah negara.

'Luka serius'

Pemerintah Vietnam, seperti diberitakan Kantor berita Reuters, menyebut penembakan itu terjadi saat dua kapal ikan dari negara mereka berada 132 nautical miles atau 245 kilometer di sisi tenggara Pulau Con Dao. Pulau tersebut masuk wilayah administrasi Provinsi Ba Ria-Vung.

Penembakan itu, menurut Vietnam, terjadi Sabtu malam lalu atau berbeda sehari dibandingkan keterangan TNI Angkatan Laut.

Vietnam menyebut dua dari empat nelayan mereka mengalami luka berat pada insiden tersebut. Tim SAR setempat disebut bertindak cepat memberikan pertolongan kepada para nelayan itu.

Tudingan Vietnam soal penembakan itu muncul sepuluh hari setelah Kementerian Koordinator Kemaritiman mengumumkan nama Laut Natuna Utara, 14 Juli lalu.

Pemerintah Indonesia yakin penamaan itu tidak akan memancing konflik baru di Laut Cina Selatan. Indonesia selama ini bukan negara yang ikut terlibat pada sengketa perairan tersebut. Negara yang mengklaim memiliki hak di laut itu, antara lain Filipina, Vietnam, dan Cina.

Hak atas foto Getty Images/Ulet Ifansasti
Image caption Meski tak terlibat sengketa Laut China Selatan, Indonesia secara khusus menjaga kedaulatan di perairan Natuna yang kerap dilanggar kapal asing.

Akhir Mei lalu, Indonesia dan Vietnam sepakat menyelesaikan persoalan pelanggaran kapal ikan di perairan Natuna secara damai dan membentuk tim investigasi.

Ketika itu, kapal patroli Hiu Macan milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berupaya menindak kapal ikan Vietnam yang masuk ke wilayah Indonesia secara ilegal. Namun, Penjaga Pantai Vietnam justru berusaha membantu kapal ikan itu bebas dari penindakan Indonesia.

Indonesia menangkap 44 nelayan Vietnam yang menceburkan diri ke laut setelah kapal mereka tenggelam akibat tabrakan dengan kapal patroli Hiu Macan. Di sisi lain, otoritas Vietnam menahan seorang pegawai KKP.

Sementara itu, melalui keterangan tertulis, Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Eko Djalmo Asmadi menyebut instansinya menangkap empat kapal ikan asing di perairan Natuna dan Selat Malaka dalam sepekan terakhir. Dua di antara kapal itu berbendera Malaysia dan sisanya berbendera Vietnam.

Secara keseluruhan, pada enam bulan pertama 2017 KKP menangkap 95 kapal yang mengambil ikan secara ilegal di perairan Indonesia. Sebanyak 72 kapal ikan di antaranya berbendera asing dan sisanya dioperasikan warga atau badan hukum dalam negeri.

Dalam catatan KKP itu terdapat kapal 63 kapal ikan berbendera Vietnam, lima kapal Malaysia, dan empat kapal Filipina.

Topik terkait

Berita terkait