Khatib asal Jerman dipenjara terkait Suriah

Radical Islamic convert Sven Lau speaks to Salafi supporters at a public gathering on 14 March 2015 in Wuppertal, Germany Hak atas foto Getty Images
Image caption Sven Lau sangat populer di lingkaran muslim ultra-konservatif salafi Jerman

Seorang pengkhotbah Islam yang terbukti bersalah mendukung Jamwa, kelompok militan asing bersenjata di Suriah, dijatuhi hukuman penjara selama lima setengah tahun di Jerman.

Sven Lau, 36 tahun, dinyatakan terbukti bersalah merekrut dua militan, mendanai dan memberi keduanya kacamata untuk melihat dalam kegelapan.

Jaksa menuntut hukuman satu tahun lebih lama dari vonis pengadilan Dusseldorf.

Lau mendapatkan ketenaran saat ia menciptakan 'polisi Syariah' versinya di Wuppertal, Jerman.

Dia ditahan pada Desember 2015 di Mönchengladbach, tempat dia dibesarkan.

Pada 2013 Lau melakukan kejahatan lain, saat ia membawa dua orang Islam dari Jerman untuk bergabung dengan Jamwa-Jaysh al-Muhajirin wal-Ansar (Angkatan darat kaum yang berhijrah dan penolong) dan menyediakan peralatan serta dana yang disamarkan sebagai bantuan kemanusiaan.

Hak atas foto AP
Image caption Fenomena "Polisi Syariah" menciptakan keributan di Jerman pada 2014

Selama persidangan, pengadilan juga mendengar bahwa dia mengatur pernikahan seorang Islamis lain dengan seorang gadis Austria berusia 16 tahun, media Jerman Deutsche Welle melaporkan.

Pada tahun 2014, Lau disebut memimpin sekelompok pria yang mengenakan rompi bertuliskan 'Polisi Syariah' dalam suatu patroli di Wuppertal, Jerman Barat, dalam upayanya menegakkan intepretasi ultra-konservatif mereka tentang Islam.

Kelompok tersebut memerintahkan orang-orang di luar klub malam untuk berhenti minum dan mendengarkan musik, dan juga mengumumkan larangan berjudi.

Inisiatif ini berujung pada penangkapan sembilan orang, tapi pengadilan secara kontroversial memutus tidak ada hukum yang dilanggar.

Topik terkait

Berita terkait