Kawanan monyet menyerang, 14 orang terluka

monyet Hak atas foto AFP/Getty Images
Image caption Seekor monyet liar ditempatkan di sebuah kandang dalam operasi perburuan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Sebanyak 14 warga dari empat desa Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, terluka karena serangan monyet ekor panjang sementara upaya untuk memburu monyet menghadapi berbagai kesulitan, lapor Fajar Sodiq, seroang wartawan Solo yang meliput untuk BBC Indonesia.

Upaya menangkapi monyet-monyet itu dilakukan secara berkala oleh perangkat desa dan warga kecamatan Karanggede dibantu kepolisian serta didampingi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Sukimin, kepala Desa Sendang menjelaskan bahwa masalah ini sebetulnya sudah bermula sejak satu tahun lalu saat ada seorang penduduk yang merasa tidak nyaman dengan keberadaan monyet karena sering menyantap ayam penduduk.

"Lalu warga itu menyiapkan jebakan menggunakan pisang dengan dicampur apotas dan jarum. Ternyata monyet itu malah semakin garang dan menggigit kambing," jelas Sukimin ketika ditemui di rumahnya di Nglimas, Sendang, Karanggede, Boyolali, Senin (07/08).

Gigit warga yang menjenguk korban

Setelah itu, katanya, selama puasa tahun lalu hingga awal Agustus ini, monyet-monyet itu malah menyerang warga secara acak.

Masalahnya, kata Sukimin, monyet-monyet itu seakan menyasar warga tertentu. Pertama, kebanyakan korban adalah lansia, kedua -Anda bisa percaya atau tidak- khususnya yang sudah menjenguk korban serangan monyet dan mengumpat akan membunuh si monyet.

"Ini secara logika nggak nalar. Ini namanya musibah," katanya.

Sukimin heran, serangan monyet itu terjadi setahun belakangan ini, padahal, "Tidak ada perambahan lahan, dari dulu seperti itu. Di ladang banyak palawija, jagung, pisang," katanya mengeluh.

Hak atas foto Antara/Reuters
Image caption Seekor monyet terlihat di Situbondo, Jawa Timur. Kawanan monyet liar jenis makaka ekor panjang telah menyerbu permukiman penduduk sdi Boyolali, Jawa Tengah, sejak dua bulan terakhir.

Beragam cara sudah dilakukan oleh warga desa termasuk meminta tolong komunitas penembak agar memburu dan menangkap hewan yang tidak dilindungi ini. Konsultasi dengan BKSDA juga sudah dilakukan untuk menangkap monyet.

Digigit di depan rumah

Yang menarik, 'operasi' itu disebut 'Penanganan konflik monyet ekor panjang,' dan rumah Sukimin dijadikan Posko Penanganan Konflik Monyet Ekor Panjang.

"Kami pernah melakukan gropyokan monyet, kemudian memasang umpan jagung dan pisang tapi juga tidak pernah muncul. Monyet justru muncul beberapa hari kemudian dengan menyerang kambing dan warga. Bahkan ada warga yang dilukai hingga dua kali, " jelas Sukimin.

Salah satu korban adalah warga desa bernama Samin (75) yang kini harus tertatih-tatih setiap kali berjalan, akibat dua kali gigitan monyet pada kaki kirinya.

"Dua puasa terakhir ini, saya digigit. Lha saya digigitnya di depan rumah," Samin berkisah.

Samin merasa ingat betul bahwa monyet yang mengigit itu pernah berkeliaran empat tahun lalu. Tapi saat itu ada rantai melilit lehernya. Namun saat melukainya, rantai monyet itu sudah tak ada.

"Itu monyetnya yang saya temui empat tahun lalu. Bisa jadi itu monyet peliharaan yang lepas, " kata dia.

Hak atas foto FAJAR SODIQ
Image caption 'Penanganan konflik monyet ekor panjang,' bunyi spanduk besar di belakang Sukimin itu.

Petugas Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Jawa Tengah, Didik Tri Nugraha menjelaskan ladang di kawasan itu bukanlah habitat dari monyet.

"Warga laporan ke kami bulan Februari. Sejak saat itu, secara insidentil kami mendampingi warga menangkap monyet itu," kata dia. Namun, katanya, sejak terjun melakukan perburuan, ia bersama timnya belum pernah menjumpai monyet-monyet itu.

Ia menjelaskan keterlibatannya bersama BKSDA adalah mencegah jalan pintas warga yang mungkin saja menembak mati monyet-monyet itu.

"Kami membuatkan kandang jebak dan melakukan gropyokan bersama, untuk mencegah aksi tembak mati monyet," katanya.

"Sampai sekarang berbagai upaya masih dilakukan untuk menangkap satwa ini," katanya.

Tetapi belum jelas, bagaimana cara mencegah penembakan, jika dalam operasi ini juga dilibatkan para anggota klub menembak Perbakin dan lain-lain.

Topik terkait

Berita terkait