Dugaan skandal uskup Ruteng Hubertus Leteng jadi sorotan media internasional

Hubertus Leteng Hak atas foto EPA
Image caption Uskup Hubertus Leteng saat memimpin misa di Ruteng, NTT, pada April 2017.

Pengunduran diri Uskup Ruteng, Nusa Tenggara Timur, Hubertus Leteng, diumumkan oleh Vatikan pada 11 Oktober 2017 dan dinilai sebagai bagian penyelesaian kasus yang menarik perhatian media internasional sejak Juni lalu.

Dalam pernyataan tertulis yang dikeluarkan Vatikan pada 11 Oktober, disebutkan bahwa Paus Franciskus menerima pengunduran diri Hubertus Leteng sebagai uskup Ruteng dan mengangkat Sylvester San, uskup Denpasar, menjadi administrator apostolik keuskupan yang sama.

Tidak ada penjelasan lain yang diberikan oleh Vatikan terkait dengan pengunduran diri Hubertus Leteng.

Namun, berbagai media sebenarnya sudah memberitakan Leteng setidaknya mulai pertengahan Juni, ketika 69 pastur di Diosis Ruteng melaporkan kasus yang diduga melibatkan Leteng ke Vatikan.

Para pastur tersebut meminta Vatikan membantu menyelesaikan masalah.

Salah satu masalah yang dilaporkan adalah dugaan penyalahgunaan dana gereja sebesar US$100.000 atau sekitar Rp1,3 miliar. Kasus ini membuat 69 pastur mengundurkan diri untuk memprotes Leteng.

Menurut Vatican Radio, perwakilan pastur diterima oleh Uskup Agung Antonio Guido Filipazzi pada 16 Juni.

Dibantah sebagai 'fitnah'

Hak atas foto EPA
Image caption Uskup Hubertus Leteng dituduh 'menggelapkan dana gereja dan menjalin hubungan dengan seorang perempuan'. Ia membantah tudingan ini.

Sedangkan media Katolik UCANEWS memberitakan para pastur menduga bahwa Uskup Leteng 'diam-diam meminjam dana US$94.000 dari Konferensi Waligereja Indonesia dan US$30.000 dari Diosis Ruteng dan tak memberikan laporan pertanggungjawaban atas peminjaman dana itu'.

Ketika diminta menjelaskan, Leteng mengatakan bahwa dana dipakai sebagai biaya pendidikan seorang pemuda miskin yang mengikuti sekolah pilot di Amerika Serikat. Saat didesak rinciannya, Leteng mengatakan 'ini bukan urusan mereka'.

Para pastur curiga dana yang dipinjam oleh Leteng 'diberikan kepada seorang perempuan' namun Leteng membantah semua tuduhan dan menyebutnya sebagai 'fitnah'.

Catholic News Agency (CNA) memberitakan setahun sebelumnya 112 dari 167 pastur di Diosis Ruteng mengirim surat mosi tidak percaya setelah mencurigai adanya mismanajemen keuangan.

Menurut CNA, Vatikan sebenarnya sudah menangani kasus Uskup Leteng sejak April.

Media Amerika Serikat The New York Times (NYT) mengatakan pengunduran diri Leteng adalah yang terbaru dari beberapa kasus 'pengunduran diri petinggi gereja yang diminta oleh Vatikan'.

Sering kali, tulis NYT, kasus-kasus ini tidak diungkap ke publik, terutama yang menyangkut penyalahgunaan dana gereja walau kadang kasusnya menarik perhatian publik.

Tapi Vatikan tidak pernah menjelaskan alasan pasti mengapa seorang uskup mundur.

Berita terkait