Polisi terus selidiki 797 botol miras di Papua, pengamat khawatir penyelundupan terstruktur

vodka Hak atas foto Humas Polda Papua
Image caption Ratusan botol vodka yang diselundupkan ke dalam 32 ember cat dan diangkut menggunakan pesawat Hercules TNI AU

Kepolisian Daerah Papua masih memeriksa pemilik ratusan botol minumam keras yang diselundupkan melalui pesawat hercules milik TNI AU di Bandara Wamena Papua, sementara pengamat menganggap kasus ini merupakan indikasi penyelundupan yang dilakukan secara terstruktur.

Hasil penyelidikan sejauh ini -menurut AKBP Suryadi Diaz dari Humas Polda Papua- menemukan pemilik ratusan minuman beralkohol itu adalah AS, warga sipil berusia 38 tahun, yang masih diperiksa dengan koordinasi bersama TNI AU.

"Dari pihak TNI AU sendiri sudah menyatakan ke kita bahwa sedang menyelidiki, mana tahu kalau anggotanya terlibat. Kalau memang ada mereka akan proses dan menyerahkan ke kita untuk proses lebih lanjut. Walaupun di pihak mereka sendiri, proses secara militer juga ada," ujar Suryadi kepada BBC Indonesia.

Penggunaan pesawat TNI AU di Papua untuk distribusi logistik di Papua sebenarnya bukan hal baru karena keterbatasan prasarana transportasi jalan dan kondisi geografis berupa pegunungan di kawasan itu.

Namun pakar keamanan dan militer Universitas Padjajaran, Muradi, mengkhawatirkan hal tersebut pada sisi lain menciptakan celah yang membuat banyak oknum memanfaatkannya.

"Untuk kasus di Papua, saya kira perlu diperdalam sejauh mana kemudian pemanfaatan itu semacam ada simbiosis mutualisme," ujar Muradi.

"Ini yang saya kira perlu pendalaman lebih lanjut di sana. Apakah mereka tahu betul proses penyelundupan ratusan botol minuman keras tadi memang rutin atau kemudian mereka memang tidak tahu bahwa yang penting ada fee," imbuhnya.

Lebih lanjut, Muradi berpandangan pentingnya pendalaman keterlibatan oknum personel AU dalam penyelundupan ini, "Masalahnya apakah kemudian berhenti hanya di level penyelia operasional atau perwira yang memang bertanggung jawab."

"Kalau di level itu yang harus didorong adalah bagaimana pimpinan TNI AU melakukan langkah-langkah yang bersifat korektif dari apa yang terjadi saat ini."

Hak atas foto AFP/Getty
Image caption Hercules C-130 identik dengan misi kemanusiaan

Untuk mencegahnya, Muradi merekomendasikan pengetatan pengawasan atas setiap barang yang ke luar masuk dari bandara yang diangkut dengan menggunakan pesawat militer.

"Karena polisi tidak bisa menjangkau area yang menjadi wilayah tentara TNI, katakanlah misalnya area TNI AU, lanud (landasan udara) itu polisi tidak bisa terlibat secara penuh," ujar Muradi.

Dalam ember cat

Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsma Jemi Trisonjaya, dalam kesempatan terpisah menuturkan POM TNI AU Merauke masih melakukan penyelidikan. Jika ditemukan bukti keterlibatan oknum TNI AU, tindakan tegas akan diberlakukan.

"Apabila diketahui ada yang bermain, maka konsekuensi personel tersebut akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku," ujar Jemi lewat siaran pers TNI AU.

Sebanyak 797 botol minuman beralkohol jenis vodka, yang dimasukkan ke dalam 32 ember cat dan diangkut dengan menggunakan Hercules C-130 TNI AU, berhasil diamankan Polsek Kawasan Bandara Jayawijaya sesaat setelah pesawat tiba di bandara Wamena dari Merauke.

Hak atas foto Pemprov Papua
Image caption Gubernur Papua Lukas Enembe menerbitkan aturan larangan minuman beralkohol di Papua untuk menyelamatkan dan melindungi penduduk di daerah itu.

Penyelundupan ratusan botol vodka itu terungkap setelah anggota kepolisian curiga atas 32 ember cat yang baru diturunkan dari pesawat Hercules TNI AU.

"Kronologisnya itu, jadi ada yang bawa dari Merauke lewat Hercules, pesawatnya TNI AU. Itu sekitar 797 botol vodka atas nama AS dan masih diselidiki AS itu siapa dan siapa yang nyuruh," ujar Suryadi dari Polda Papua.

Suryadi menambahkan selama ini kepolisian menemui banyak modus penyelundupan dari Jayapura ke Wamena, seperti dimasukkan ke kotak pendingin ikan walau untuk pertama kalinya modus penyelundupan menggunakan ember cat.

"Tapi kalau dari Jayapura ke Wamena sampai ketangkap, itu biasanya jadinya tidak bertuan. Jadi tidak ada yang mengakui barangnya dari siapa, kecuali kedapatan tangan atau dari Jayapura diikuti orangnya yang mana."

"Kalau kemarin, dari Merauke langsung ketahuan terus dicek tersangkanya langsung ketemu inisial AS tadi."

"Sudah ditangkap dan diproses, namun sampai sekarang kan pihak TNI sendiri masih menyelediki anggotanya karena sampai bisa lolos lewat pesawat mereka sendiri."

Baru pertama kali

Lebih jauh Suryadi menjelaskan bahwa untuk pertama kali ditemui penyelundupan via udara menggunakan pesawat militer karena sebelumnya kebanyakan penyelundupan menggunakan pesawat kargo dari Trigana Air.

Diakui oleh Suryadi, penyelundupan minuman keras marak terjadi, khususnya sejak diterapkannya larangan produksi, pengedaran, dan penjualan minuman beralkohol di Papua, dua tahun lalu.

"Itu pasti ada hubungannya dengan bisnis. Kan di atas itu, di daerah Wamena itu kan tiga kali lipat dengan harga yang di kota."

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Pembangunan infrastruktur Papua menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Gubernur Papua Lukas Enembe menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Papua No.15/2013 tentang Pelarangan Produksi, Pengedaran, dan Penjualan Minuman Berakohol sebagai langkah protektif Pemprov Papua untuk menyelamatkan dan melindungi penduduk asli di daerah itu.

Dugaan keterlibatan oknum militer dalam penyelundupan minuman keras juga pernah terungkap 2015 lalu, menyangkut dua anggota Paskhas TNI AU Landasan Udara (Lanud) Jayapura terkait pengiriman minuman keras ke Kabupaten Tolikara, Papua.

Saat itu polisi menemukan miras ditaruh di bagian paling bawah kotak pendingin ikan yang ditutup dengan karung dan dialasi dengan es batu, yang di bagian atasnya terletak ikan mujair.

Setelah dilakukan pemeriksaan, terdapat 80 botol jenis Vodka dan enam botol Chivas yang akan dikirim dengan Tolikara dengan pesawat Trigana.

Topik terkait

Berita terkait