Cegah penyebaran difteri, kemenkes gelar vaksinasi di tiga provinsi Senin 11 Desember

Vaksinasi Hak atas foto Getty Images

Kementerian Kesehatan akan melakukan imunisasi serentak sebagai respon atas penyebaran kasus difteri di sejumlah daerah atau ORI Outbreak Response Immunization, namun program ini baru akan dilakukan di tiga provinsi mulai 11 Desember 2017.

Direktur Surveilans dan Karantina Kementerian Kesehatan, Jane Soepardi mengatakan upaya ini dilakukan untuk mencegah meluasnya penyebaran penyakit difteri.

"Kita memang setiap ada satu kasus difteri maka kita harus berusaha untuk mencegah menyebar, satu saja kasus difteri itu sudah dinyatakan kejadian luar biasa," jelas Jane kepada BBC Indonesia Minggu (10/12).

Kementerian Kesehatan menyebutkan imunisasi serentak akan dilakukan mulai Senin (11/12) di DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Prevelensi kasus difteri dan kepadatan penduduk di tiga provinsi cukup tinggi.

Jane menyatakan imunisasi akan dilakukan di sekolah dan juga warga bisa mendapatkan vaksinasi gratis melalui Puskesmas di tiga provinsi tersebut.

"Jadi orangtua dapat mengecek status imunisasi anaknya, dan jika belum lengkap, mendapat vaksinasi difteri di Puskesmas terdekat," jelas Jane.

Dia mengatakan imunisasi dengan skala lebih kecil dilakukan ketika ditemukan satu kasus difteri, akan dinyatakan Kejadian Luar Biasa KLB. Dengan begitu, maka orang yang diduga terinfeksi dan semua orang yang pernah kontak dengan penderita akan diperiksa.

"Kasus dan kontak diobati, Imunisasi seluas satu desa dimana dia berada, namun saat ini mobilitas lebih luas, jadi penyebarannya sulit," kata Jane.

Dia menyatakan imunisasi lokal tak lagi efektif karena mobilitas warga Indonesia cukup tinggi. Sampai November, menurut catatan Kementerian Kesehatan penyebaran difteri terjadi di 20 provinsi dengan 593 kasus dan 32 orang meninggal.

Sejak tahun 1990an kasus difteri di Indonesia hampir tidak ada kasus difteri, namun baru muncul lagi pada tahun 2009.

Untuyk mencegah penyebaran difteri pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 1501/ MENKES/PER/X/2010 tentang Jenis Penyakit Menular Tertentu, apabila ditemukan 1 kasus difteria klinis dinyatakan sebagai KLB.

Apa itu difteri?

  • Difteri merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium Diptheriae.
  • Mudah menular melalui percikan ludah penderita yang dikeluarkan saat bersin atau meludah.
  • Gejalanya berupa demam yang tidak begitu tinggi, sekitar 38ÂșC, timbulnya pseudomembran atau selaput di tenggorokan yang berwarna putih keabu-abuan dan mudah berdarah jika dilepaskan.
  • Pasien akan merasakan sakit ketika menelan, dan dalam sejumlah kasus disertai pembesaran kelenjar getah bening pada leher dan pembengkakan pada jaringan lunak leher ( bullneck).
  • Penyakit ini dapat menyebabkan kematian akibat sumbatan saluran napas atas atau toksinnya yang bersifat patogen, selain itu dapat menimbulkan komplikasi miokarditis atau peradangan pada lapisan dinding jantung bagian tengah.

Berita terkait