Museum Bahari di kawasan kota tua Jakarta terbakar

museum bahari Hak atas foto twitter.com/sudinhub_utara

Museum Bahari yang terletak di kawasan Kota Tua Jakarta terbakar sejak pukul 09.00 WIB, Selasa (16/01), dan lebih dari tujuh mobil pemadam kebakaran sudah di lokasi untuk memadamkan api.

Sampai sekitar pukul 11.50 WIB, seperti dilaporkan wartawan BBC Indonesia, Pijar Anugerah dari lokasi kejadian, petugas pemadam kebakaran (damkar) masih berusaha memadamkan sisa-sisa api.

"Saat ini Damkar masih berusaha meredakan asap di Gedung C," kata Sugiman, perwira Damkar Jakarta Utara.

Menurutnya, dugaan sementara penyebab kebakaran adalah konsleting listrik di bagian atap Museum Bahari.

Sementara, Kepala Museum Bahari, Husnison Nizar, mengatakan, kebakaran dimulai dari gedung C di bagian utara museum tersebut.

Hak atas foto POTENSI SAR JABODETABEK
Image caption Sebagian atap Museum Bahari yang terbakar setelah petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api

"Gedung C ialah tempat pameran alat-alat navigasi laut dan miniatur perahu tradisional," ungkap Husnison kepada wartawan.

Ketika kebakaran terjadi, lanjutnya, ada sekitar 30-40 orang pengunjung, yang sebagian besar merupakan anak sekolah. Mereka kemudian diselamatkan.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Salah-satu koleksi Museum Bahari yang selamat dari jilatan api.

"Tidak ada korban jiwa. Orang-orang langsung keluar karena asap," tambahnya.

Menurutnya, koleksi yang terbakar antara lain alat navigasi laut, alat-alat bantu pelayaran, model mercusuar dan kapal tradisional dari tahun 1940-1980.

Hak atas foto POTENSI SAR JABODETABEK
Image caption Ketika api mulai melahap sebagian atap Museum Bahari pada Selasa pagi.

"Ini kebakaran besar pertama sejak museum didirikan pada tahun 1977," katanya.

Museum Bahari baru menjalani pemugaran fisik pada tahun lalu, dan menurut Husnison Nizar, pada tahun ini pihaknya telah merencanakan perbaikan fasilitas listrik dan pemasangan sprinkler, namun kebakaran sudah keburu terjadi.

Interactive Kebakaran Museum Bahari: foto sebelum dan sesudah

Sesudah

Museum Bahari sesudah kebakaran

Sebelum

Museum Bahari sebelum kebakaran

Saksi mata

Sejumlah saksi mata mengatakan, pegawai museum menyadari kebakaran sekitar pukul 08.00 WIB.

Rian, pedagang makanan yang mangkal di dekat lokasi, melihat pegawai museum memberi tahu petugas keamanan telah terjadi kebakaran.

Hak atas foto Potensi SAR Jabodetabek
Image caption Menurut seorang saksi mata, pegawai museum menyadari kebakaran sekitar pukul 08.00 WIB.

Sejumlah pengunjung sedang berada di museum ketika kebakaran terjadi, ungkap Rian. Menurutnya, pengunjung yang hampir semuanya anak sekolah itu pun segera dikeluarkan beserta semua pegawai museum.

Sejauh ini belum diketahui penyebab kebakaran. Saat ini pemadam kebakaran telah lebih dari satu jam berusaha memadamkan api, kata Pijar.

Hak atas foto Potensi SAR Jabodetabek
Image caption Foto-foto yang beredar memperlihatkan api membumbung tinggi di salah-satu gedung yang dulunya merupakan gudang milik VOC.

Berdasarkan pantauan di lokasi, terdapat delapan mobil pemadam yang dikirim Dinas Pemadam Kebakaran Provinsi DKI Jakarta.Jalan Pagen, Jalan Tongkol, Jalan Gedung Panjang ditutup untuk memberi jalan pada mobil Damkar.

Foto-foto yang beredar memperlihatkan api membumbung tinggi di salah-satu gedung yang dulunya merupakan gudang milik VOC.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api.

Museum Bahari, yang diresmikan oleh Gubernur DKI saat itu Ali Sadikin, merupakan bangunan cagar budaya yang dilindungi.

Sampai pukul 09.55 WIB, mobil pemadam kebakaran sudah berada di lokasi kejadian dan terus berupaya memadamkan api.

Sebelum diresmikan sebagai Museum Bahari pada 7 Juli 1977, bangunan yang mulai dibangun antara 1652 dan 1771 oleh VOC ini dikenal sebagai gudang untuk menyimpan rempah, kopi, teh, timah dan tekstil.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Menjelang siang, api tampak sudah mulai bisa dijinakkan.

Koleksi yang disimpan dalam museum ini antara lain berbagai jenis perahu tradisional hingga berbagai model dan miniatur kapal modern dan perlengkapan penunjang kegiatan pelayaran.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Seorang petugas kebakaran berusaha memadamkan sisa-sisa api di Museum Bahari.

Museum ini juga mengoleksi peralatan yang digunakan oleh pelaut di masa lalu seperti alat navigasi, jangkar, teropong, model mercusuar dan meriam.

'Sejarah awal kota Jakarta'

Adep Purnama, penggiat wisata sejarah sekaligus pendiri organisasi Sahabat Museum, mengaku "sedih sekali" dengan terbakarnya Museum Bahari.

Museum Bahari, menurutnya, merupakan salah-satu peninggalan sejarah kota Jakarta yang masih utuh.

Hak atas foto indonesia-tourism.com
Image caption Bagian dalam Museum Bahari di kawasan Kota Tua Jakarta sebelum terbakar.

"Sejarah perkembangan kota Jakarta dimulai dari Pasar Ikan, Sunda Kelapa, dan juga Museum Bahari," kata Adep Purnama kepada BBC Indonesia, Selasa (16/01).

Dahulu, museum tersebut merupakan bangunan gudang untuk menampung komoditas dagang VOC -seperti rempah dan kopi- sebelum dikapalkan ke Belanda dan negara lainnnya.

"Gudang ini dibangun sekitar 1700an, itu masa kejayaan VOC," ungkapnya.

Menurut Adep, nilai sejarah terpenting dari Museum Bahari adalah bangunannya itu sendiri, karena di depan bangunan tersebut masih menyisakan tembok kota Batavia.

Hak atas foto Tribunnews/Reynas
Image caption Salah-satu koleksi yang disimpan di dalam Museum Bahari sebelum dilanda kebakaran.

"Pagar tembok Museum Bahari itu tembok kota Batavia yang masih tersisa," kata Adep.

Seperti diketahui, dahulu kota Batavia dikelilingi tembok, yang jika ditilik dari kondisi sekarang, letaknya kira-kira antara Museum Bahari di bagian utara dan Stasiun kereta api Kota pada bagian selatannya. beos.

"Tapi tembok Batavia itu kemudian dihancurkan sekitar 1808 oleh Gubernur Jenderal Daendels yang ingin membangun kota baru Batavia," papar Adep.

Lokasi kota baru Batavia itu kini terletak di sekitar lapangan Banteng.

Koleksi 'Perang Laut Jawa' ludes terbakar

Kebakaran yang melanda Museum Bahari menyebabkan koleksi Perang Laut Jawa yang disumbang oleh pemerintah AS, Inggris, Australia dan Belanda, ikut ludes terbakar.

Ruang pajang berisi koleksi Perang Laut Jawa ini diresmikan akhir Februari 2017 lalu oleh Menko Maritim Luhut Pandjaitan dan Duta Besar Inggris, Moazzam Malik. Lokasinya terletak di Blok Dua.

"Baru satu tahun yang lalu, tepatnya 27 Februari, diresmikan oleh Menko Maritim Pak Luhut ," ungkap Kepala Museum Bahari, Husnison Nizar.

Deputi Bidang koordinasi Kedaulatan Maritim, Arif Havas Oegroseno "sangat menyesalkan" terjadinya kebakaran sehingga meludeskan koleksi penting tersebut.

Hak atas foto KOMPAS/MUKHAMAD KURNIAWAN)
Image caption Miniatur perahu yang identik dengan perjalanan wilayah Nusantara sebagai negara maritim mengisi salah satu sudut ruang pamer Museum Bahari.

"Kami meminta penyelidikan dilakukan dengan menyeluruh, agar kita bisa ketahui penyebabnya" tegas Arif Havas.

Selain meludeskan koleksi penting Perang Laut Jawa, kebakaran ini juga menghancurkan koleksi Angkatan Laut yang terletak di lantai dasar Gedung A.

"Diantaranya berisi lukisan pahlawan nasional, diorama tokoh-tokoh laut internasional," ungkap Husnison.

Ditanya berapa jumlah kerugian akibat kerugian ini, Sonni mengaku pihaknya masih dalam proses penghitungan.

'Tidak ada rencana penutupan'

Apakah museum Bahari tetap terbuka untuk umum pada Rabu (17/01), sehari setelah terbakar? Tanya wartawan. "Tidak ada rencana penutupan. Kita bereskan dulu, selamatkan dulu ruangan berisiko," tegas Husnison.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Pengelola Museum Bahari masih mengamankan koleksi museum yang tidak terdampak kebakaran, karena memang ada beberapa ruangan lain yang selamat dari kebakaran.

Pihaknya saat ini masih mengamankan koleksi museum yang tidak terdampak kebakaran, karena memang ada beberapa ruangan lain yang selamat dari kebakaran.

"Kemungkinan kita tidak akan melakukan penutupan total," tandasnya.

Sementara, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan -yang langsung meninjau lokasi kebakaran- mengatakan, pihaknya menginginkan agar koleksi yang masih ada diselamatkan, karena memiliki nilai sejarah.

"Barang-barang seperti ini priceless, tidak bisa dinilai dengan rupiah," kata Anies Baswedan.

Dia juga menginginkan bahwa Museum Bahari harus segera diisolasi dari orang-orang yang tidak berkepentingan.

"Adapun barang-barang yang terbakar, tadi sudah saya tanyakan juga, kita memiliki dokumentasinya, mudah-mudahan  nanti kita bisa buatkan replikanya, sehingga bisa menjadi bagian perjalanan sejarah museum ini," kata Anies.

Berita terkait