Beli mainan action figure dari luar negeri, apa harus mengurus SNI?

action figure Hak atas foto Dan Kitwood/Getty Images
Image caption Pengkoleksi action figure tidak perlu khawatir dengan kebijakan pembatasan SNI, karena tidak termasuk dalam kritera mainan oleh Kemenperin.

Sejak 23 Januari, pemerintah menetapkan batasan jumlah mainan yang dapat dibawa penumpang dan dikirim dari luar negri.

Apabila melebih batasan, yaitu lima buah yang dapat dibawa penumpang dan tiga buah yang dapat dikirim dalam jangka waktu 30 hari, maka mainan itu wajib SNI (Standar Nasional Indonesia).

Apakah untuk semua mainan anak?

Mainan yang dikenakan pembatasan SNI ini adalah mainan anak, yang diperuntukkan untuk umur 14 tahun ke bawah.

Dengan demikian, jika Anda membeli mainan seperti boneka, stuffed animal, puzzle, lego dari luar negeri, maka anda hanya boleh membeli maksimal lima buah sebagai buah tangan.

Namun, mainan seperti action figure yang banyak dikoleksi orang dewasa tidak terkena pembatasan SNI.

"Action figure atau kapal terbang yang pakai remote itu tak perlu SNI," kata Muhdori, Direktur Industri Tekstil, Kulit, Alas Kaki dan Aneka Kementerian Perindustrian.

Muhdori menambahkan bahwa tujuan pembatasan ini, selain untuk melindungi produsen mainan anak dalam negeri, juga untuk memastikan keamanan bagi anak-anak.

Bagaimana pembatasannya?

Pembatasan mainan impor berdasarkan kuantitas barang, dan tidak ada batasan harga.

Meski demikian, perlu diingat jika Anda membeli barang dari luar negeri, ada batasan pembebasan fiskal sebesar US$500.

"Apabila misalnya barang itu nilainya US$600 maka yang dikenakan PPn dan PPh adalah sebesar US$100," jelas Deni Surjantoro, juru bicara Ditjen Bea dan Cukai.

Mainan impor wajib diberi SNI terutama jika untuk diperjualbelikan.

"Daftar SNI hanya diperuntukkan untuk perusahaan atau perorangan yang mau melakukan jual beli. Kalau untuk kepentingan pribadi tidak perlu SNI," papar Muhdori dari Kemenperin.

Lantas, bagaimana jika Anda ingin membeli lebih dari lima buah mainan untuk kepentingan pribadi?

Kemenperin tidak memberikan jawaban yang tegas tapi Bea dan Cukai mengatakan mereka sudah mulai melakukan pengecekan di bandara dan kantor pos untuk memastikan penumpang dan pembeli tidak membeli lebih dari batasan yang ditentukan.

Hak atas foto JOEL SAGET/GETTY IMAGES
Image caption Jika Anda membeli mainan seperti boneka, stuffed animal, puzzle, lego dari luar negeri, maka Anda hanya boleh membeli maksimal lima buah sebagai oleh-oleh.

Kalau melebihi batasan, apa yang harus dilakukan?

Bagaimana jika Anda sudah terlanjur memesan mainan dari luar negeri lebih dari tiga buah, tanpa mengetahui kebijakan pemerintah ini?

Opsinya ada tiga, menurut Deni Surjantoro, juru bicara Ditjen Bea dan Cukai.

"Pertama, diurus SNI nya untuk kelebihannya. Kedua, direekspor atau diretur atau dikembalikan ke negaranya. Yang ketiga dimusnahkan," kata Deni.

"itu adalah prosedur umum untuk barang yang wajib diurus dokumennya. Dan itu berlaku di barang penumpang dan barang kiriman."

Bagaimana prosedur mengurus SNI?

Jika Anda memilih opsi pertama, yaitu mengurus SNI barang yang Anda pesan dari luar negeri, maka berikut prosedur pengurusannya:

Pertama, daftarkan SIUP atau NPWP Anda di Kemenperin. Setelah registrasi, kirimkan contoh barang sebanyak dua buah ke LS-Pro (Lembaga Seritifikasi Produk). Setelah itu, Anda harus membayar biaya sertifikasi dan menunggu sekitar satu hingga dua minggu untuk akhirnya mendapatkan sertifikat SNI.

Berapa biayanya? Akan ditentukan oleh lembaga sertifikasi tersebut.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Apakah matryoshka atau boneka rusia ini dikenakan pembatasan impor?

Mainan apa saja yang wajib SNI?

Saat ini masih terjadi kesimpangsiuran jenis mainan yang wajib SNI antara Kemenperin dengan Ditjen Bea Cukai.

"Ada beberapa yang kita belum sepaham. Jadi saya sedang melakukan koordinasi kriteria mainan mana yang wajib SNI," kata Muhdori.

Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 24 Tahun 2013 mengatur jenis-jenis mainan yang wajib diberlakukan Standar Nasional Indonesia sebagai berikut:

  • Baby walker dari logam dan plastik
  • Sepeda roda tiga, skuter, mobil berpedal dan mainan beroda semacam itu; kereta boneka
  • Boneka; bagian dan aksesorisnya
  • Kereta elektrik, termasuk rel, tanda dan aksesoris lainnya
  • Perabot rakitan model yang diperkecil (skala) dan model rekreasi semacam itu, dapat digerakkan atau tidak
  • Perangkat konstruksi dan mainan konstruksional lainnya, dari bahan selain plastik
  • Stuffed toy menyerupai binatang atau selain manusia
  • Puzzle dari segala jenis
  • Blok atau potongan angka, huruf atau binatang; perangkat penyusun kata; perangkat penyusun dan pengucap kata; toy printing set; counting frame mainan (abaci); mesin jahit mainan; mesin tik mainan
  • Tali lompat
  • Kelereng
  • Balon, pelampung renang untuk anak atau mainan lainnya yang ditiup/dipompa, yang terbuat dari karet dan/atau plastik
  • Senapan/pistol mainan

Berita terkait