Aparat penegak hukum di Aceh kembali merazia dan pangkas rambut waria

Razia waria Hak atas foto Satpol PP Banda Aceh
Image caption Aaparat penegak hukum menahan seorang pria karena dianggap melanggar Qanun Syariah Islam di Aceh.

Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Kota Banda Aceh melakukan penangkapan terhadap tiga orang yang dinilai melanggar Qanun Syariat Islam, pada Jumat (02/02).

Tiga orang yang ditahan tersebut terdiri dari satu orang perempuan pekerja seksual komersial, satu anak punk, dan satu orang waria.

Hak atas foto Raihal Fajri untuk BBC Indonesia
Image caption Petugas memangkas rambut salah satu waria yang dirazia.

Kepala Seksi Penindakan Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Kota Banda Aceh, Evendi Abdul Latif, mengatakan tiga orang tersebut ditangkap oleh tim Satpol PP dan WH dalam razia rutin penegakan syariat Islam di wilayah Kota Banda Aceh.

"Mereka kami tangkap secara terpisah untuk pembinaan. Satu waria yang ditangkap sebelumnya sudah pernah kami bina pada tahun 2015," kata Evendi.

Evendi menambahkan penangkapan dilakukan oleh Tim Burgap (burung sergap) karena 'kedapatan mangkal dan dianggap sedang mencari pelanggan'.

Hak atas foto Hidayatullah untuk BBC Indonesia
Image caption Waria yang ditangkap ditahan dan rambutnya dipangkas.

"Waria tersebut ditangkap karena menggunakan pakaian perempuan dan sedang mangkal ditempat gelap mencari pelanggan," kata Evendi.

Wartawan di Aceh, Hidayatullah, mengatakan sudah menghubungi wali kota dan wakil wali kota Banda Aceh, namun informasi dari bagian humas menyebutkan bahwa wali kota maupun wakilnya sedang berada di Pekanbaru mengikuti rapat wakil kepala daerah.

Dikritik Komnas HAM

Hak atas foto Satpol PP dan WH Banda Aceh
Image caption Seorang perempuan yang oleh Satpol PP dan WH Banda Aceh dikatakan berprofesi sebagai PSK dan dirangkap dalam razia.

Sabtu (27/01) pekan lalu, polisi di Aceh Utara melakukan razia terhadap waria antara lain dengan tujuan 'pembinaan agar mereka kembali menjadi laki-laki'.

"Kita sudah bina, mereka bukan waria lagi. Mereka mengatakan pria yang keren," kata Kapolres Aceh Utara, AKBP Untung Sangaji, dalam wawancara dengan BBC Indonesia.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia di Jakarta mengatakan mereka mengecam tindakan polisi di Aceh Utara yang melakukan penangkapan dan penahanan terhadap sejumlah waria.

Hak atas foto Raihal Fajri untuk BBC Indonesia
Image caption Suasana aksi menentang LGBT di Banda Aceh, hari Jumat (02/02).

Komnas mengatakan polisi memangkas paksa rambut mereka dan menutup salon tempat mereka bekerja.

Komisioner Pendidikan dan Penyuluhan Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, menyebut tindakan itu merendahkan martabat manusia dan bertentangan dengan peraturan.

"Semua warga negara harus mendapat perlindungan hak asasinya. Dan semua warga negara harus mendapat perlakuan yang sama," kata Beka.

Aksi menentang LGBT

Hak atas foto Raihal Fajri untuk BBC Indonesia
Image caption Aksi menentang LGBT di Banda Aceh antara dihadiri gubernur dan ketua DPR Aceh.

Selain razia, pada hari Jumat (02/02) ini digelar aksi di Banda Aceh untuk menentang LGTB, kata wartawan di Banda Aceh, Raihal Fajri.

Aksi ini antara lain dihadiri oleh Gubernur Irwandi Yusuf dan Ketua DPR Aceh, Muharuddin.

Para peserta aksi membawa spanduk bertuliskan 'Aceh negeri syariat, Aceh menolak LGBT' dan 'LGBT is not Aceh local wisdom'.

Di tempat terpisah, wartawan di Banda Aceh melaporkan waria yang dirazia dan ditahan dipangkas rambutnya.

Topik terkait

Berita terkait