Direktur IMF ke tempat pelelangan ikan, Luhut: "Kita tidak pinjam uang ke IMF"

lagarde, imf Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Direktur Pelaksana IMF, Christien Lagarde, didampingi Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Pandjaitan, di Cilincing.

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Christine Lagarde, mengunjungi tempat pelelangan ikan di Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (28/02).

Dalam kunjungannya, Lagarde didampingi Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Pandjaitan, bersama Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo.

Sebagaimana dilaporkan wartawan BBC Indonesia, Abraham Utama, Lagarde tiba di Cilincing sekitar pukul 07.00 WIB. Di lokasi itu, Luhut memaparkan sejumlah hal kepada perempuan asal Prancis itu, antara lain pembuatan jalan dengan campuran aspal bercampur plastik.

Mereka pun melihat aktivitas penjualan ikan dan berbincang dengan sejumlah pedagang. "Banyak perempuan bekerja di tempat ini," kata Luhut kepada Lagarde.

Luhut mengatakan, ia mengajak Lagarde ke Cilincing untuk menunjukkan situasi faktual masyarakat Indonesia. Ia mengklaim pemerintah tak ingin hanya memperlihatkan Indonesia dari satu sisi saja.

"Kami tidak ingin tunjukkan yang baik-baik saja, tapi high-end, middle, dan masyarakat kelas bawah. Biarlah dia membuat kesimpulan sendiri tentang Indonesia," kata Luhut.

Menanggapi Luhut, Lagarde berkata, "Itulah kehidupan yang sebenarnya, tempat masyarakat bekerja. Itu yang ingin saya lihat."

Ditanya apakah kunjungannya ke Indonesia berkaitan dengan pemberian utang, Lagarde menolak menjawab. Sebaliknya, Luhut menegaskan, "Kita tidak meminjam uang pada IMF, tapi asistensi mereka kepada kita, seperti Bank Dunia, untuk mendisiplinkan pemerintah kita."

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Kedatangan Christine Lagarde disambut sejumlah siswa sekolah berseragam Pramuka di sekitar Cilincing, Jakarta Utara.

Dari tempat pelelangan ikan, Lagarde, Luhut, dan Agus berkunjung ke SD Negeri 03 dan 06 Cilincing. Mereka berceramah kepada para siswa di sekolah itu tentang pendidikan dan lingkungan.

"Kamu akan menjadi pemimpin jika kamu belajar. Melalui kedisiplinan, kamu akan menemukan harta karun yang bisa membuat kamu lebih besar dari dirimu saat ini."

"Tapi kalian juga harus merawat sungai dan lingkungan. Tidak boleh ada sampah di sungai. Ini hal yang serius," kata Lagarde.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Christine Lagarde berkunjung ke SD Negeri 03 dan 06 Cilincing. Dia berceramah kepada para siswa di sekolah itu tentang pendidikan dan lingkungan.

Sebelumnya, pada Senin (26/02) lalu, Lagarde bersama Presiden Joko Widodo blusukan ke Pasar Tanah Abang dan berkunjung ke Rumah Sakit Pusat Pertamina di Jakarta.

Lagarde berada di Indonesia untuk mengecek persiapan pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia tahun 2018 yang dijadwalkan digelar Oktober mendatang di Bali.

Dia menyebut pertemuan tahunan tersebut dapat menjadi momentum pemerintah Indonesia menunjukkan perkembangan itu ke dunia internasional.

"Ini merupakan peluang tepat untuk mempromosikan Indonesia, perkembangannya, reformasinya, kualitas daratan dan lautnya," kata dia.

Lagarde mengaku menyaksikan perkembangan yang pesat sejak terakhir berkunjung ke Indonesia saat masih menjadi Menteri Keuangan Perancis pada 2011 lalu.

Hak atas foto SETKAB
Image caption Christine Lagarde bersama Presiden Joko Widodo dan Menteri Sri Mulyani belanja di Pasar Tanah Abang, Senin (26/02).

Pandangan kritis kunjungan Direktur IMF

Diana Gultom, aktivis Debt Watch Indonesia, mengatakan seharusnya pemerintahan Jokowi memanfaatkan kunjungan Christine Lagarde ini untuk kepentingan nasional.

"Seharusnya pertemuan semacam ini digunakan untuk mendorong ruang renegosiasi penghapusan tumpukan utang lama, terutama utang yang dibuat hanya untuk kepentingan rezim seperti zaman Soeharto dulu," kata Diana.

Penghapusan utang yang disalahgunakan rezim, lanjut Diana, akan membuat keuangan Indonesia lebih sehat. "Pernyataan Menteri Sri Mulyani, APBN banyak terserap hanya untuk membayar bunga utang," ujarnya.

Jika pemerintahan Jokowi berhasil membuka ruang renegosiasi utang-utang itu, maka ia akan membangun landasan sejarah baru untuk mengatasi tumpukan utang Indonesia yang kerap membebani APBN.

Saat ini total utang Indonesia ke berbagai lembaga adalah sekitar Rp4.600 triliun. Sementara utang kepada IMF sendiri sudah lunas sejak beberapa tahun lalu.

Berita terkait