Apakah biaya umrah Rp20 juta memadai untuk lindungi jemaah?

haji, umroh, arab saudi, mekah Hak atas foto Reuters
Image caption Dalam beberapa tahun terakhir terjadi lonjakan jumlah jemaah umrah Indonesia, antara lain karena panjangnya antrean haji.

Kementerian Agama RI rencananya dalam waktu dekat akan mengeluarkan peraturan khusus dalam bentuk keputusan menteri agama atau peraturan direktur jenderal yang mensyaratkan batas minimum biaya umrah sebesar Rp20 juta.

Aturan, yang sedianya sudah diberlakukan tetapi sampai sekarang belum rampung ini, diharapkan akan dapat lebih melindungi kepentingan calon jemaah, kata Kepala Biro Humas, Data dan Informasi, Kementerian Agama, Mastuki.

"Angka 20 juta itu sebenarnya hanya pada patokan untuk menetapkan harga referensi yang dapat dijadikan pedoman oleh penyelenggara ibadah umrah atau PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah) atau travel umrah.

"Angka 20 itu diperoleh dari standar layanan minimal yang ditetapkan di Peraturan Menteri Agama No 8 tahun 2018. Meliputi berbagai layanan, bimbingan ibadah, akomodasi, tiket, transportasi selama di Saudi, sampai pada handling, pengurusan dokumen dan seterusnya," Mastuki menjelaskan kepada Nuraki Aziz untuk BBC Indonesia.

Nilai ini bersifat berkala dan dapat fluktuatif, berubah-ubah dalam setahun jika terjadi perubahan angka dalam komponen-komponennya, sepertinya misalnya harga tiket pesawat.

Oleh sejumlah kalangan dunia usaha umrah dan haji, harga Rp20-25 juta dipandang sebagai ongkos standar untuk saat ini.

Dalam tiga hingga empat tahun terakhir terjadi lonjakan jemaah dari Indonesia yang melakukan umrah, atau ibadah haji kecil, menjadi 800.000 orang/tahun dari tidak sampai setengahnya karena panjangnya antrean ibadah haji.

Hak atas foto DETIK
Image caption Kasus biro umrah First Travel menyebabkan 63.000 calon jemaah gagal berangkat dengan kerugian lebih dari Rp900 miliar.

Rasional?

Rencana penepatan harga pedoman ini disambut baik Muhammad Abubakar Sidik, direktur penyelenggara haji dan umrah Haflah Fadlilatul Haromain. Langkah itu diperlukan untuk mengatasi perang harga penyelenggaraan umroh di Indonesia.

"Saya merasakan sendiri persaingan di usaha tour and travel ini ketika ada salah satu perusahaan yang menawarkan harga di bawah standar produksi. Justru kami kesulitan ketika menyampaikan sesungguhnya itu tidak rasional, tidak feasible dalam pemberangkatan haji dan umrah.

"Komponen termahal adalah airline, kemudian visa, fasilitas pihak ketiga yang ada di Saudi Arabia. Pesawat saja rata-rata di angka US$950- 1.000, dua belas juta sekian," kata Abu yang perusahaannya berada di Jakarta.

Beberapa waktu terakhir terjadi sejumlah kasus penelantaran calon jemaah umrah/haji, seperti yang dilakukan First Travel dan Abu Tours. Sejumlah pihak memandang konsumen perlu mempertanyakan ongkos promo umrah yang sampai serendah Rp13 juta.

Saat ini tercatat sekitar 1.000 biro umrah yang berizin di Kementerian Agama, sementara departemen tersebut dipandang menghadapi masalah keterbatasan sumber daya dalam mengawasi biro-biro itu.

Berdasarkan pembicaraan yang dilakukan dengan asosiasi penyelenggara umrah, Tulus Abadi dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengatakan, bahkan angka Rp20 juta tersebut sebenarnya tetaplah sangat rendah, sementara ketegasan tentang patokan harga masih juga belum terjadi.

"Menunjukkan bahwa Kementerian Agama itu tidak punya road map yang jelas untuk menangani masalah ini, baik pada konteks harga maupun regulasinya.

"Dan sebenarnya angka 20 itu, kalau saya diskusi dengan para ketua asosiasi, itu juga masih belum standar minimal dari tarif umrah itu. Apalagi dengan tarif, angka rupiah yang saat ini amburadul," Tulus menjelaskan.

Topik terkait

Berita terkait