Tembok ambruk menimpa sanggar tari tujuh tewas tiga kritis

Kecelakaan di gegesik Hak atas foto KSBN Jabar

Sedikitnya tujuh orang tewas dan sejumlah lainnya luka akibat ambruknya bangunan tembok di pinggir tempat latihan di sebuah sanggar tari di Gegesik, Cirebon.

Peristiwanya terjadi sekitar pukul 10:30, di sanggar seni Hidayat Jati, milik dalang Herman Basari, di Gegesik Wetan, Kab Cirebon.

Herman Basari sendiri meninggal, bersama seorang anak lelakinya dan lima anak didiknya, tertimpa reruntuhan tembok.

Saat itu memang sedang berlangsung latihan gamelan yang diikuti sekitar 10 siswa siswi SMPN I. Di pinggir sanggar, terdapat bangunan tembok tinggi, yang melindungi usaha sangkar burung walet milik seorang pengusaha yang menurut warga sekitar, tidak tinggal di sana.

Mendadak tembok itu ambruk, menimpa sanggar, menimpa mereka yang sedang berlatih.

"Jadi, itu yang rubuh itu tembok bangunan yang sudah tua sekali. Tingginya mungkin 12 meter. Tembok itu rubuh, menimpa sanggar, padahal sedang ada yang latihan," kata Baedah, seorang dalang topeng yang juga seniman tarling terkenal di Gegesik.

"Dalang Herman Basari itu masih keponakan saya," katanya dalam duka, kepada Ging Ginanjar dari BBC Indonesia.

Selain Herman Basari, anaknya, dan lima siswa yang tewas, sejumlah lain luka, tiga di antaranya dalam keadaan kritis. Dua lagi selamat karena berhasil melarikan diri saat tembok ambruk.

Topik terkait

Berita terkait