Lagi, nelayan Aceh selamatkan 79 pengungsi Rohingnya

Rohingya, Myanmar Hak atas foto AFP
Image caption Para pengungsi asal Rohingya yang diselamatkan Jumat (20/04) disebutkan kehabisan bahan bakar.

Sebanyak 79 orang umat Rohingnya kembali terdampar di pantai Kuala Raja, Kabupaten Bireuen, Aceh, Jumat (20/4), setelah awal April nelayan setempat menyelamatkan lima pengungsi Rohingya.

Dalam kapal terbaru ini, tujuh di antara pengungsi tersebut sakit sehingga membutuhkan pertolongan medis mendesak.

Pada Kamis 5 April lalu, lima orang Rohingya -yaitu dua lelaki dewasa, dua perempuan dan seorang anak- yang diselamatkan para nelayan Aceh setelah 20 hari terombang-ambing di laut.

Laporan awal menyebutkan kelompok pengungsi yang diselamatkan hari Jumat ini terdampar di lepas pantai Aceh karena kapal mereka kehabisan bahan bakar.

Para nelayan kemudian menyelamatkan umat Muslim Rohingya dengan membawanya ke pantai.

Salah seorang yang bisa berbahasa Indonesia dengan terpatah-patah, Muhammad Rifai (42), mengaku Aceh yang sebenarnya menjadi tujuan mereka.

"Kita pergi karena perang lagi pecah, sehingga banyak saudara yang lain pergi ke negara-negara lain," tuturnya kepada wartawan setempat di Bireuen, Muhammad Ilyas.

Hak atas foto AFP
Image caption Dalam gelombang pengungsi terbaru yang diselamatkan di lepas panti Aceh, terdapat tujuh adalah anak laki-laki dan seorang anak perempuan.

Namun Kepala Sub Lalu-lintas Imigrasi Aceh, Bayu Prawira Sukarno, mengatakan tujuan para pengungsi adalah Malaysia namun karena mesinnya rusak lantas terdampar di laut dan ditolong para nelayan.

"Informasi yang kita dapat dari nelayan, mereka sudah delapan hari di laut, karena kehabisan makanan dan bahan bakar kapal, ditolong oleh nelayan," jelasnya kepada kepada wartawan di Banda Aceh, Hidayatullah, yang melaporkan untuk BBC Indonesia.

Bayu menambahkan sudah melakukan koordinasi dan menunggu informasi dari Organisasi Internasional untuk Migrasi, IOM, mengenai kelanjutan penampungan mereka.

Hak atas foto AFP
Image caption Para pengungsi Rohingya yang sakit langsung mendapat bantuan pengobatan.

Untuk sementara pemerintah daerah Aceh siap memberikan bantuan, seperti ditegaskan Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri, "Kita akan memberi mereka tempat tinggal sementara, karena bagaimanapun mereka juga manusia yang membutuhkan pertolongan."

"Dari 79 imigran yang diselamatkan, terdapat tujuh adalah anak laki-laki dan seorang anak perempuan," tambah Alhudri.

Kelompok pengungsi Rohingya terbaru ini akan ditempatkan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) sambil menunggu keputusan lebih lanjut.

Hak atas foto AFP
Image caption Untuk sementara 79 pengungsi Rohingya akan ditampung di Sanggar Kegiatan Belajar.

Gelombang pengungsi Rohingya yang menempuh jalur laut di lepas pantai Indonesia sebenarnya sudah berkurang sejak Thailand dan Malaysia meningkatkan pemberantasan jaringan penyelundup manusia tahun 2015 lalu.

Namun tampaknya sekelompok umat Muslim Rohingya belakangan ini kembali menempuh risiko mengungsi dari negara bagian Rakhine, tempat militer Myanmar beberapa waktu lalu melancarkan operasi yang disebut untuk menumpas kelompok militan Rohingya.

Sejak kekerasan marak di negara bagian Rakhine, Agustus 2017 lalu, diperkirakan 700.000 Rohingya mengungsi dan sebagian besar melintasi perbatasan darat ke Bangladesh.

Pemerintah Myanmar dikecam dunia internasional karena dituduh menyerang warga sipil Rohingya, namun mereka menegaskan operasi ditujukan pada militan Rohingya yang menyerang pos-pos polisi dan militer Myanmar.

Orang Rohingya tidak diakui sebagai warga negara Myanmar karena dianggap merupakan pendatang gelap walau sudah tinggal lama di Myanmar.

Berita terkait