London ingin tangkap peluang besar infrastruktur di Indonesia

Jembatan Holtekamp di Jayapura, Papua. Hak atas foto Twitter Joko Widodo
Image caption Presiden Jokowi saat melihat jembatan Holtekamp di Jayapura April lalu.

London menyatakan ingin menangkap peluang besar dalam sektor infrastruktur di Indonesia dengan kebutuhan yang disebut Bank Dunia masih kurang US$1,5 triliun.

Charles Bowman, Lord Mayor of London -wali kota London khusus untuk wilayah yang mencakup area kawasan finansial London- mengatakan hal itu menjelang kunjungan ke Indonesia dan Singapura, pekan ini, untuk meningkatkan kerja sama lebih lanjut dalam bidang finansial khususnya pembiayaan infrastruktur.

Menurut Bank Dunia, Indonesia memerlukan US$1,5 triliun kebutuhan dana untuk infrastruktur. Kurangnya jalan yang layak serta koridor transportasi yang menghubungkan tempat-tempat di seluruh Indonesia merupakan hambatan logistik yang menyebabkan tingginya biaya untuk bisnis.

"Indonesia menawarkan peluang besar, dan kami punya pengalaman, dan... Indonesia dilaporkan masih ada kekurangan US$1,5 triliun untuk pendanaan infrastruktur dan London siap membantu... Kami punya keahlian dalam bidang pembiayaan infrastruktur," kata Bowman, yang direncanakan akan bertemu dengan menteri keuangan serta pejabat keuangan lain saat berkunjung ke Jakarta.

Image caption Lord Mayor of London Charles Bowman mengatakan London memiliki keahlian dan kemampuan dalam membantu pembiayaan proyek infrastruktur Indonesia.

Bowman direncanakan akan membuka perdagangan di Bursa Efek Indonesia sebelum melakukan serangkaian pertemuan dengan para pejabat keuangan Indonesia untuk mempromosikan London sebagai salah satu pusat keuangan yang menjual obligasi dengan demoninasi rupiah dengan nama Komodo Bond.

Komodo Bond diterbitkan oleh PT Jasa Marga di Bursa Saham London tanggal 13 Desember tahun lalu dengan nilai yang diterbitkan mencapai sekitar Rp4 triliun, untuk kebutuhan pendanaan perseroan dalam pembangunan jalan tol.

Melalui penerbitan Komodo Bond di London, maka ada alternatif pendanaan dari luar negeri yang berdemoninasi rupiah.

Dari rencana pembangunan infrastruktur lima tahun yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo, Indonesia masih memerlukan sekitar US$150 miliar.

Pemerintah sejauh ini baru menerima janji lebih untuk lebih dari setengah dana yang diperlukan guna mengembangkan proyek prasarana, termasuk jalan, bandar udara, dan jaringan kereta dalam rencana total senilai US$327 miliar. Hanya sekitar US$15 miliar dari anggaran negara dan selebihnya dari sektor swasta termasuk dari luar negeri.

Lord Mayor London, Charles Bowman mengatakan proyek infrastruktur yang ditawarkan Indonesia sangat beragam "mulai dari transportasi sampai energi" dan karena itu kunjungannya ditujukan "untuk memahami lebih lanjut apa yang bisa dilakukan oleh London," untuk meningkatkan kerja sama dalam pembiayaan proyek infrastruktur.

Hak atas foto Reuters
Image caption PT Jasa Marga meluncurkan saham di Bursa Saham London pada Desember 2017 lalu untuk menggalang dana untuk infrastruktur.

Rainier Haryanto, Direktur Program Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas mengatakan bahwa dalam proyek infrastruktur ini yang diperlukan adalah negara-negara yang dapat membantu dengan penyediaan dana tunai.

"Pada kenyataannya, hanya sejumlah negara yang memiliki surplus dana. AS dalam posisi punya hutang, juga Jepang, namun Cina dapat memberikan pinjaman. Intinya uang tunai adalah raja," kata Rainier seperti dikutip Bloomberg beberapa saat lalu.

Selain mencoba menangkap peluang besar dalam bidang infrastruktur, Charles Bowman juga akan mengumumkan beasiswa untuk satu orang mahasiswa Indonesia yang berprestasi.

Bowman mengatakan satu mahasiswa Indonesia ini terpilih dari mereka yang memiliki keunggulan dari berbagai bidang mulai dari akuntansi, hukum untuk melanjutkan studi di Inggris dan kemudian menjadi "jembatan guna meningkatkan hubungan Inggris dan Indonesia."

Sejauh ini beasiswa dari Mansion House, kantor resmi Lord Mayor of London, telah diberikan kepada 160 mahasiswa dari 65 negara dalam 20 tahun terakhir.

Topik terkait

Berita terkait