Polisi tembak mati dua terduga teroris yang berusaha menuju Mako Brimob, seorang polisi tewas ditikam

polisi Hak atas foto Oscar Siagian/Getty Images
Image caption Tiga anggota polisi melakukan kesiagaan di depan Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, saat sejumlah napi teroris melakukan kerusuhan di dalam rutan tersebut.

Dua orang terduga teroris ditembak mati oleh aparat kepolisian di tempat terpisah setelah diketahui menuju Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, untuk membantu para napi terorisme yang melakukan pendudukan.

Seorang terduga teroris berinisial RA ditembak mati setelah melawan petugas polisi yang menangkapnya bersama tiga rekannya di kawasan Stasiun Tambun, Bekasi, Jumat (11/05) dini hari.

Sementara, terduga teroris lainnya yang berinisial TS ditembak mati di dekat Mako Brimob setelah menikam anggota polisi hingga meninggal dunia, demikian keterangan resmi kepolisian, Jumat siang.

Adapun anggota polisi yang meninggal dunia akibat tikaman terduga teroris tersebut adalah Bripka Marhum Frencje, kata pejabat polisi.

Dalam keterangan pers, juru bicara polisi, Irjen Setyo Wasisto mengatakan, pihaknya menerima laporan intelijen bahwa ada empat orang terduga teroris di dekat Stasiun Tambun, Bekasi, yang hendak menuju Mako Brimob.

Hak atas foto AFP/ADEK BERRY
Image caption Aparat kepolisian setelah berhasil menguasai kembali Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Kamis (10/05).

Menurut Setyo Wasisto, keempat orang itu kemudian ditangkap dan saat di perjalanan menuju Jakarta, dua di antaranya, berinisial RA dan JG melakukan perlawanan terhadap aparat sehingga kemudian ditembak.

"Keduanya dibawa ke RS Bhayangkara, namun dalam dua jam, RA dinyatakan meninggal, sedangkan DG masih dalam perawatan," ungkap Setyo Wasisto.

Dari hasil pemeriksaan sementara, menurut Setyo, keempat terduga teroris tersebut merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bandung.

"Menurut laporan inteljen, diduga (mereka) akan ikut melakukan aksi (kewrusuhan napiter) di Mako Brimob," kata Setyo.

Hak atas foto AFP/ADEK BERRY
Image caption Dua petugas kepolisian dengan senjata lengkap berada di sekitar Rutan Mako Brimob.

Berbagai barang bukti disita dari keempat orang itu, antara lain, sangkur, belati, peluru 25 butir, ketapel dua buah, busur besi tiga buah, peluru gotri 69 butir, golok dua buah, serta peluru senapan angin 48 butir.

Terduga teroris 'menikam anggota polisi'

Dalam peristiwa lain, Jumat (11/5) dini hari, seorang terduga teroris, TS, melakukan penusukan terhadap seorang anggota polisi, Bripka Marhum Prenje, di sekitar mako Brimob.

Terduga teroris itu "menyembunyikan pisaunya di bawah alat kemaluannya," dan menyerang petugas yang kemudian tewas di rumah sakit, kata Setyo Wasisto.

Hak atas foto AFP/ADEK BERRY
Image caption Para anggota Brimob setelah berhasil menguasai kembali Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Kamis (10/05).

Awalnya, menurut polisi, Bripka Marhum mencurigai gerak-gerik TS yang mengamat-amati Mako Brimob Kelapa Dua.

Bersama dua rekannya, Marhum kemudian membawa TS ke kantor satuan intel Brimob di kawasan tersebut.

"Setiba di kantor, saat mau masuk ruangan, tiba-tiba orang itu mengeluarkan pisau yang ternyata disimpan di bawah alat kemaluan, dan menusuk korban," ungkap Setyo.

"Mendengar adanya teriakan dari korban minta tolong, Briptu Mato dan Briptu Grusce yang bersama korban langsung mengeluarkan senjata dan menembak TS hingga terjatuh dan meninggal di tempat," paparnya.

Adapun Bripka Marhum kemudian meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke rumah sakit. "Dia luka di perut," kata Irjen Setyo Wasisto.

Topik terkait

Berita terkait