Terbaru 7 Desember 2009 - 12:57 GMT

Prakarsa anda

Hutan Kalimantan

Anda bisa berbagi prakarsa dengan warga Indonesia dan dunia lain

Bersamaan dengan Konperensi PBB tentang Perubahan Iklim di Kopenhagen, BBC Indonesia ingin mengumpulkan prakarsa anda dalam lingkungan di sekitar tempat tinggal ada.

Jika anda melihat ke sekeliling tempat tinggal, apakah sudah ada tindakan yang anda maupun tetangga anda tempuh yang pada akhirnya bisa mengurangi emisi karbon.

Mungkin juga sudah ada mekanisme pemisahan antara sampah yang bisa didaur ulang dengan sampah abadi maupun sampah kompos, yang bisa digunakan untuk bahan bakar.

Atau anda sedang memikirkan sebuah gagasan untuk disampaikan kepada pemerintah daerah yang bisa berguna dalam melindungi hutan di daerah anda atau menghijaukan bantaran sungai, misalnya.

Bagaimana dengan peningkatan layanan angkutan umum agar semakin sedikit orang yang menggunakan kenderaan pribadi.

Bisa jadi tetangga anda mulai menanam benih tanaman di halaman rumahnya untuk penghijauan di masa depan.

Tindakan juga bisa dimulai di dalam rumah, seperti penghematan listrik lewat penggunaan bola lampu hemat lingkungan.

Jelas ada banyak cara yang bisa ditempuh pada tingkat individu yang membawa manfaat secara global.

Jadi yang selama ini dibahas adalah dana bantuan untuk negara berkembang. Tapi kapan negara-negara industri akan berhenti menghamburkan minyak hanya untuk sekedar alasan stabilitas ekonomi?

Danang Tetuko, Bogor

Kirimkan prakarsa itu ke BBC Indonesia dengan harapan anda bisa berbagi dengan warga Indonesia atau dunia lainnya.

Pendapat yang masuk

"Perubahan iklim disebabkan oleh penggunaan minyak fosil. Untuk itu dapatkah negara-negara maju mengurangi penggunaan fosil yang ambisius seprti kegiatan moto GP, Formula-1, maupun pembuatan mesin perang uuntuk dipasok ke daerah konflik?" Dloniah, Kebumen.

"Sejauh mana kepedulian anda dengan hadir di pertemuan Kopenhagen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Apa hanya duduk manis dan memperdebatkan wacana tanpa sedikitpun tindakan yang bisa mengurangi emisi gas rumah kaca? Syaifulfahmi, Tangerang.

"Sebenarnya negara mana di dunia yang paling banyak merusak alam dan mengancam keberlangsungan kehidupan manusia? Eby, Depok.

"Semua orang tahu bahwa hutan di Eropa rata-rata dibawah 15% dari luas wilayah negaranya, sedang di negara berkembang seperti Indonesia masih mencapai di atas 60%. Hampir semua hutan di Eropa dan Amerika sudah menjadi lahan industri yang menghasillan gas buang yang menambah pemanasan global. Kompensasi apa yang diberikan bagi pencemar terhadap negara yang berfungsi sebagai paru-paru dunia? Budi Irwanto, Jakarta.

"Jadi yang selama ini dibahas adalah dana bantuan untuk negara berkembang. Tapi kapan negara-negara industri akan berhenti menghamburkan minyak hanya untuk sekedar alasan stabilitas ekonomi? Kapan negara-negara tropis akan menerima harga yang pantas atas oksigen yang dihasilkannya? Danang Tetuko, Bogor.

"Apakah ada langkah-langkah cerdas, cepat, dan tepat yang dapat dilakukan para pemimpin dunia dalam menghadapi semakin banyaknya es di kutub yang mencair? Dan dalam skala individu, apa yang dapat dilakukan setiap orang untuk mengurangi dampak perubahan iklim? Saya berharap pertemuan para pemimpin dunia di Kopenhagen menghasilkan upaya nyata dalam menyelamatkan bumi dan penghuninya dari dampak perubahan iklim atau setidak-tidaknya meminimalkan jumlah korban, sehingga bumi yang kita huni lebih nyaman untuk dihuni. One Soul One Earth!" Harjito, Yogyakarta.

"Agar diberlakukan gerakan penanaman pohon secara besar-besaran. Insan Kusuma, Bandar Lampung

"Selama ini banyak negara-negara kaya yang berinvestasi dengan membangun pabrik tambang dan industri lain di negara-negara berkembang. Contohnya di Indonesia ada tambang nikel di Soroako, juga PT Freeport di Irian Jaya. Artinya yang banyak menciptakan polusi di negara berkembang adalah negara kaya. Karena itu perlu penegasan sejauh mana komitmen dari negara-negara kaya dalam menanggulangi kerusakan lingkungan di negara berkembang?" Rahim, Makassar.

Hubungi kami

* Kolom harus diisi

(Maksimal 500 karakter)

BBC navigation

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.