Kesepakatan dana lingkungan Uni Eropa

Gordon Brown dan Angela Merkel
Image caption Proporsi sumbangan Uni Eropa besar atas dana global

Para pemimpin Uni Eropa sepakat untuk menyediakan dana 7,2 miliar Ero atau sekitar US$ 10,6 miliar selama tiga tahun untuk membantu negara berkembang dalam menyesuaikan diri dengan perubahan iklim.

Saat mengumumkan kesepakatan itu, Perdana Menteri Swedia Fredrik Reinfeldt mengatakan seluruh 27 negara akan memberi sumbangan yang menurut UE sebagai sumbangan yang adil.

Perdana Menteri Inggris Gordon Brown mengatakan janji Inggris sebesar £ 500 juta atau US$ 800 juta per tahun merupakan sumbangan terbesar.

"Saya yakin ketika jumlah akhirnya nanti sudah ada, Prancis dan Jerman juga akan memberikan jumlah yang besar," tambahnya.

Para pejabat UE mengatakan kesepakatan ini mungkin bisa meningkatkan semangat dalam pertemuan puncak di Kopenhagen.

Presiden Komisi Uni Eropa Jose Manuel Barroso mengatakan dia yakin kesepakatan ini bisa menjadi awal dari perundingan.

Dampak perubahan iklim

Dana yang dijanjikan merupakan bantuan awal cepat untuk membantu negara-negara miskin mengatasi kenaikan permukaan air laut, penebangan hutan, kelangkaan air maupun konsekuensi lain dari perubahan iklim antara 2010 dan 2012, termasuk juga pengurangan emisi.

Sumbangan dari UE ini merupakan proporsi besar dari rencana dana global yang setiap tahun diperkirakan mencapai US$ 10 miliar.

Sebelumnya Gordon Brown dan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy mengatakan dalam sebuah konperensi pers bahwa kedua negara akan menyumbangkan sedikitnya US$ 2,4 miliar dalam waktu tiga tahun.

Mereka juga mengatakan Uni Eropa sebaiknya mengurangi emisi sekitar 30% dari level 1990 pada 2020.

Perdana Menteri Gordon Brown mengatakan bantuan dana Uni Eropa itu memperlihatkan keseriusan blok Eropa dalam menangani masalah pemanasan global.

"Kesepakatan Kopenhagen harus tetap konsisten dengan kenaikan suhu maksimal 2'C," tuturnya.

"Tujuan kami adalah bahwa dengan kesepakatan yang ambisius maka Uni Eropa siap mengurangi emisi sebesar 30% pada 2020."