Listrik Panas Bumi di Sulawesi Utara

PLTP Lahendong
Image caption Tenaga Panas Bumi menyumbang 40 % listrik di Sulawesi Utara

Tenaga Panas Bumi sudah menyumbang 40% kebutuhan listrik Sulawesi Utara, dan potensinya masih jauh lebih besar lagi.

Dari kebutuhan listrik sebesar 150 MW untuk Sulawesi Utara, Tengah dan Gorontalo, tiga unit Pembangkist Listrik Tenaga Panas Bumi Lahendong telah menyumbang 60 MW.

Jumlah ini masih jauh dari potensi listrik panas bumi atau geothermal di Sulawesi Utara.

"Salah satu potensi yang Sulawesi Utara punya dan dikategorikan sebagai green energy adalah panas bumi yang cukup banyak tersedia, sekitar 1.030 MW," kata Ir Marthen Palungan dari Dinas Pertambangan dan Energi Sulawesi Utara.

Emisi CO2 yang dihasilkan oleh PLTP Lahendong hanya 10% dari emisi yang dihasilkan oleh PLTD.

Modal Besar

Persoalannya, PLTP semacam ini membutuhkan modal besar.

PLTP Lahendong selama ini dibangun dengan kredit murah dari Bank Pembangunan Asia (ADB,) badan bantuan pembangunan pemerintah Jepang (JICA) dan pemerintah Prancis.

Pemerintah Indonesia mengakui selama ini bergerak lambat dalam merangsang investor untuk masuk ke bisnis listrik geotermal.

Hingga sekarang pemerintah belum menetapkan berapa harga yang akan dibeli dari perusahaan listrik yang menjual listrik dari tenaga panas bumi.

"Mudah-mudahan dalam waktu sebulan ini sudah keluarlah ketentuan mengenai harga itu sehingga swasta mempunyai pegangan," kata Ketua Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan, Kuntoro Mangkusbroto.

Sofyan Wanandi dari Apindo mengatakan Indonesia kalah menarik dari India sebagai tujuan investasi listrik geotermal.

Potensi Besar

Sejauh ini di Indonesia terdapat 15 PLTP yang membangkitkan daya listrik sebesar 1.155 MW, jauh lebih kecil dari potensi keseluruhannya sebesar 27.000 MW.

Oleh karena itu penetapan harga yang tepat sangat penting untuk memperbesar kontribusi panas bumi dalam bauran listrik Indonesia.

Menurut rencana dalam Proyek 10.000 MW tahap ke dua, 48 persen daya yang dihasilkan akan berasal dari panas bumi.

Tetapi itu semua masih merupakan tujuan jangka panjang.

Para pelanggan listrik Sulawesi Utara ingin tahu kapan listrik di daerah mereka akan terang terus.

"Kita akan mulai terbebas dari krisis listrik kalau PLTU Amurang sudah beroperasi pada tahun 2011," kata Johny Palma dari PLN Sulawesi Utara, Tengah dan Gorontalo.

Berita terkait