Menuju Pansus Bank Century

Menteri Keuangan Sri Mulyani
Image caption Di hadapan Pansus DPR, Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan kembali pendapatnya tentang Bank Century

Apa yang sebenarnya mendorong perdebatan umum tentang bail out Bank Century bergulir ke Dewan Perwakilan Rakyat? Bantuan pemerintah Indonesia, yang akhirnya mencapai Rp 6,7 triliun itu, sudah diputuskan pada tahun 2008 dan akhir 2009 baru terbentuk Pansus Bank Century.

BBC Indonesia mencoba menurunkan koronologi di seputar Pansus DPR tentang Bank Century .

31 Agustus 2009 : Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan bahwa sejak awal ia menolak upaya penyelamatan Bank Century karena merupakan masalah kriminal.

"Masalah Bank Century bukan masalah akibat krisis tapi perampokan, kriminal. Karena pengendali bank merampok dana bank sendiri dengan segala cara, termasuk obligasi bodong yang dibawa ke luar negeri," kata Jusuf Kalla dalam konperensi pers yang digelar khusus untuk menjelaskan posisinya dalam penyelamatan Bank Century.

Kalla menambahkan saat itu dia meminta Gubernur Bank Indonesia, Boediono -yang belakangan terpilih sebagai Wakil Presiden- agar melaporkan masalah itu ke polisi.

Image caption Jusuf Kalla hadir di Pansus Century pada tanggal 14 Januari 2010

23 November 2009 : Badan Pemeriksa Keuangan, BPK, menyerahkan hasil audit kasus Bank Century ke DPR, yang antara lain menunjukkan proses penyaluran dana bantuan berupa penyertaan modal sementara dari lembaga penjaminan simpanan ke bank tersebut tidak memiliki dasar hukum.

Ketua BPK Hadi Purnomo menjelaskan bahwa berdasarkan hasil audit yang dilakukan, proses penyertaan modal sebesar Rp 2,8 trilyun -yang dilakukan setelah tanggal 18 Desember 2008 kepada Bank Century- tidak memiliki dasar hukum.

Hadi Poernomo juga menyatakan Bank Indonesia tidak memberikan informasi yang sesungguhnya, lengkap, dan mutakhir mengenai kondisi Bank Century saat menyampaikan informasi bahwa Bank Century merupakan bank gagal.

24 November 2009 : Menteri Keuangan Sri Mulyani mengelar konperensi pers di Departemen Keuangan Jakarta untuk menegaskan bahwa pemerintah menyelamatkan Bank Century karena dikhawatirkan akan berdampak sistemik bagi perbankan nasional.

Menurut Sri Mulyani, penutupan Bank Century bisa menyebabkan rush atau kehilangan kepercayaan nasabah atas perbankan nasional.

1 Desember 2009 : Rapat paripurna DPR menyetujui penggunaan hak angket untuk menyelidiki kasus aliran dana bantuan Bank Century. Semua fraksi, termasuk fraksi pendukung pemerintah, secara aklamasi mendukung penggunaan hak tersebut.

Penggunaan hak angket untuk menyelidiki dugaan ketidakberesan dalam penyaluran dana ke Bank Century makin menguat setelah hasil audit BPK menyimpulkan sebagian penyaluran dana itu tidak memiliki dasar hukum.

3 Desember 2009 : Tim Hak Angket -yang juga disebut Tim Sembilan- bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, yang menyatakan dukungan atas pengungkapan kasus Bank Century.

Dalam pertemuan itu Aburizal Bakrie juga mengatakan tidak keberatan jika anggota Partai Demokrat yang memimpin Pansus Bank Century.

"Saya tidak pernah ada keberatan siapapun yang disepakati. Yang memilih dilihat mana yang paling baik dan sebagainya," tuturnya kepada para wartawan usai pertemuan.

4 Desember 2009 : Panitia Angket pengusutan kasus Bank Century disahkan dalam rapat paripurna DPR.

Sejumlah nama yang masuk dalam panitia angket adalah anggota Tim Sembilan dan pengusung hak angket, seperti Bambang Soesatyo dari Fraksi Partai Golongan Karya, Andi Rahmat dari FPKS, Maruarar Sirait dari PDIP, dan Ahmad Muzani Partai Gerindra.

Sementara itu tiga nama muncul sebagai sebagai calon ketua, yaitu Idrus Marham dari Fraksi Partai Golkar, Gayus Lumbuun dari Fraksi PDI Perjuangan, dan Mahfudz Siddiq dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera.

Akhirnya Idrus Marham yang terpilih sebagau Ketua Pansus Bank Century.

11 Desember 2009 : Rapat pimpinan Panitia Angket dengan wakil-wakil fraksi mencapai kesepakatan untuk mempercepat pemanggilan saksi-saksi.

Selain itu juga ditentukan bahwa Pansus akan mempunyai masa kerja selama 60 hari, yang berarti masa tugasnya berakhir 4 Maret 2010.

12 Desember 2009 : Wakil Presiden Boediono membantah adanya pembicaraan langsung antara Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan mantan pemilik Bank Century Robert Tantular.

Bantahan itu disampaikan Boediono untuk menanggapi anggota Pansus DPR, Bambang Soesatyo, yang meminta agar pimpinan Pansus agar menghadirkan Robert Tantular.

"Robert Tantular tidak ada di dalam rapat. Yang kedua, tidak ada pembicaraan apapun karena dia tidak ada di rapat, yang dikesankan seakan-akan terjadi antara menteri keuangan dan yang bersangkutan," tegas Boediono dalam jumpa pers di kantor Wapres.

Image caption 12 Januari 2010 Pansus mendengar keterangan Wapres Boediono

Akan tetapi Boediono mengakui Robert Tantular hadir di ruangan lain ketika rapat digelar November 2008.

15 Desember 2009 : Rapat Panitia Khusus hak angket Bank Century DPR memutuskan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak akan dilakukan secara terbuka.

Tapi keterbukaan pemeriksaan ini bersifat bersyarat karena sejumlah saksi akan diperiksa secara tertutup dengan alasan keamanan.

Keputusan yang bisa disebut sebagai jalan tengah itu diambil setelah silang pendapat, karena sejumlah anggota berpendapat pemeriksaan sebaiknya berlangsung tertutup.

17 Desember 2009 : Kepala Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan, PPATK, Yunus Husein menyampaikan data transaksi keuangan yang terjadi di Bank Century kepada DPR.

Laporan yang sama sebelumnya juga telah diserahkan Kepada Badan Pemeriksa Keuangan, BPK.

Januari 2010 : Pansus meminta keterangan sejumlah saksi maupun ahli. Para saksi yang dipanggil antara lain adalah Jusuf Kalla, Boediono, Sri Mulyani, Anwar Nasutioan serta beberapa pejabat Bank Indonesia dan Departemen Keuangan lainnya.

Sementara itu yang termasuk sebagai ahli antara lain Kwik Kian Gie, Dradjad Wibowo, Christian Wibisono, dan Ichsanuddin Noorsy.

17 Februari 2010 : Penyampaian sikap sementara fraksi-fraksi yang tergabung dalam Pansus Hak Angket Bank Century.

Sembilan fraksi menyatakan ada pelanggaran dalam aliran dana talangan kepada Bank Century.

Namun mengenai siapa yang bersalah dalam penyimpangan aliran dana yang mencapai Rp 6,7 triliun, setiap fraksi memiliki pendapat sendiri.

4 Maret 2010 : Berakhirnya masa kerja Pansus Bank Century.

Berita terkait

Tautan inernet terkait

BBC tidak bertanggung jawab atas konten internet luar