Busby Babes dan mimpi itu

alex ferguson Hak atas foto PA
Image caption Sir Alex Ferguson menjaga tradisi tinggalan Sir Matt Busby

Bagaimana awal Manchester United mendapat julukan setan merah? Benarkah karena lambang setan yang tersemat di kaos mereka?

Ada banyak versi mengenai ini. Tetapi yang paling suka adalah adalah adalah versi sebuah buku komik kumal yang saya baca ketika masih bocah sekian puluh tahun silam.

Sayangnya saya lupa siapa yang menulis maupun siapa menggambar komik itu, pun bagaimana buku komik itu bisa ada di pangkuan saya. Kemungkinan sebuah buku yang acak saya ambil ketika saya berada di sebuah perpustakaan umum.

Inti cerita kira-kira seperti ini:

Sebuah klub sepakbola pekerja jawatan kereta api dibentuk di Manchester di seperempat akhir abad 19, Newton Heath. Karenanya kemudian mereka mendapat julukan The Heathen, pemain dari Newton Heath. Tetapi Heathen di kamus juga berarti penentang tuhan, karenanya setan.

Ketika diawal abad 20 mereka mengganti seragam kuning emas dan hijau toska dengan merah, para penonton yang melihat cara mereka bermain yang terus berlari dan menyerang bak air bah mengatakan seperti menonton setan merah bermain, red heathens-red devils-setan merah. Jadilah kemudian itu julukan yang melekat bahkan ketika klub itu berubah nama menjadi Manchester United.

Salah satu tujuan pembentukan Manchester United konon memang adalah untuk memberi hiburan murah bagi kalangan buruh di Manchester yang saat itu menjadi salah kota industri terbesar di dunia.

Dalam benak pengurus Manchester United: karena mencetak gol adalah kegembiraan tertinggi dalam sepak bola, hiburan adalah untuk menciptakan kegembiraan, maka filosofi sepak bola Manchester United adalah menghibur dengan mencetak gol sebanyak-banyaknya. Yang berarti melakukan serangan sepanjang pertandingan, apapun risikonya.

Sang perumus

Hak atas foto Getty
Image caption Manchester United telah menjuarai liga utama Inggris untuk kali ke-19

Permainan Manchester United ini banyak dipuji dan dan selalu dipenuhi penonton setiap bertanding, tapi tak banyak piala mampir ke klub ini. Tercatat mereka hanya dua kali menjadi juara kompetisi tertinggi Inggris 1908 dan 1911dan sekali Piala FA 1909.

Adalah kedatangan Sir Matt Busby tahun 1945 yang mengubah segalanya. Dalam konteks persaingan modern adalah ironis bahwa Sir Busby dulunya adalah pemain andalan Manchester City yang kemudian dibeli Liverpool dan menjadi kapten mereka.

Dari segi administrasi, Sir Busby mengubah kebiasaan manajemen sepak bola bukan hanya di Manchester United tetapi juga di Inggris.

Ia menjadi pelatih pertama di Inggris yang menuntut kebebasan penuh dari pemilik maupun pengelola klub untuk bisa membeli dan menjual pemain yang diinginkan, mengatur program latihan sendiri, dan memilih pemain yang diturunkan di pertandingan.

Liverpool yang lebih dulu menawarkan pekerjaan kepada Sir Busby menolak tetapi Manchester United menerima.

Mulailah ia bekerja. Memanfaatkan jaringan organisasi keagamaan, ia Katolik taat, Sir Busby mencari bakat muda di seputar Manchester. Ia meminta waktu sedikitnya lima tahun untuk membangun tim yang kuat.

Sir Busby menjaga nyawa sepakbola menyerang Manchester United tetapi juga memperkenalkan keseimbangan.

Pada dasarnya pertahanan yang kuat diperlukan untuk membangun serangan yang bagus dan serangan tidak dibangun dengan hanya asal menyepak bola sejauh mungkin ke garis pertahanan lawan dan menyerahkannya kepada duo striker yang biasanya tinggi besar tapi lamban dan kecil tapi cekatan.

Serangan bisa dilakukan dengan menyusur tanah memanfaatkan pemain tengah dan sayap yang bagus dan bertenaga.

Sir Busby juga salah satu pelatih di Inggris yang kemudian memperkenalkan konsep serangan balik mematikan lewat umpan cepat menyusur tanah memanfaatkan presisi umpan dan (atau) kecepatan pemain sayap.

Tentu diperlukan pemain yang bagus untuk mengeksekusi konsep serangan seperti ini, karena jendela waktu untuk melakukan serangan terkadang kurang dari satu menit maksimum dari gawan ke gawang.

Mewujudkan mimpi

Hak atas foto AP
Image caption Patung Sir Matt Busby di depan Old Trafford

Dan muncullah tim yang seperti mendapat tempat dalam cerita rakyat persepakbolaan Inggris: The Busby Babes--bocah-bocah Busby. Sangat muda, usia rata-rata 22 tahun dengan kapten Duncan Edwards baru berusia 18 tahun, berteknik tinggi, mendominasi persepakbolaan Inggris, tetapi bernasib tragis tanpa pernah bisa mewujudkan ramalan bahwa mereka akan mendominasi Eropa.

Tahun 1958 delapan anggota Busby Babes meninggal dalam sebuah kecelakaan pesawat di Muenchen setelah menyelesaikan babak perempat final Piala Champions di Beograd.

Sir Busby yang selamat dari kecelakaan itu bangkit kembali dan membangun tim di seputar pemain yang juga selamat dari kecelakaan tersebut, Bobby Charlton.

Ia menemukan bintang muda baru George Best, dan kemudian membeli striker andalan Dennis Law. Lahirlah apa yang disebut tritunggal suci Manchester United. Tiga pemain ini menjadi bintang tetapi konsep permainan tetap tidak boleh berubah.

Busby Babes kedua tidak sehebat yang pertama tetapi mengantar Man United menjadi klub Inggris pertama yang memenangkan Piala Champions tahun 1968 di Wembley. Mereka tampil menyerang, kesetanan, menghibur dan menang 4-1 dari Benfica, menuntaskan mimpi Busby Babes pertama yang tidak pernah kesampaian.

Sir Alex Ferguson adalah salah satu pengagum Sir Busby dan mengaku menjaga warisan gaya permainan Busby adalah sebuah kewajiban baginya.

Dan membawa Manchester United untuk menjuarai Piala Champions atau Liga Champions adalah menjaga obor Busby Babes pertama agar tetap hidup, mewujudkan mimpi Busby Babes yang terpotong secara tragis oleh garis nasib, menjadi Setan Merah layaknya Newton Heath lebih seabad silam.

Berita terkait