Ketika para pemimpin Asia Timur berkumpul

Terbaru  9 Juni 2011 - 20:49 WIB
Para pemimpin ASEAN

Para pemimpin ASEAN akan berkumpul dalam WEF di Jakarta.

Forum Ekonomi Dunia, WEF, Asia Timur di Jakarta pada 12 dan 13 Juni rencananya akan dihadiri lebih dari 500 pemimpin dari kalangan pemerintah, usaha, media, maupun pemuka masyarakat.

Mereka bertemu di bawah tema "Menanggapi Globalisme Baru' untuk mengkaji bagaimana peristiwa-peristiwa terbaru di Jepang, Timur Tengah dan Afrika Utara berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Asia.

Pertumbuhan ekonomi kawasan Asia diperkirakan akan tumbuh sebesar 8,4% untuk tahun 2011, dengan Indonesia pada tingkat 6,1%. Dan itu berarti Asia masih menjadi perhatian utama dunia mengingat kawasan Eropa dan Amerika Serikat yang masih belum sepenuhnya pulih dari dampak-dampak krisis keuangan global.

Pada sisi lain rencana integrasi ekonomi ASEAN pada 2015 akan menempatkan blok negara Asia Tenggara itu sebagai kekuatan ekonomi terbesar ke-10 di dunia dengan pasar yang mencapai 600 juta jiwa.

Bagaimanapun pertumbuhan ekonomi Asia, termasuk ASEAN, yang pesat itu tidak sepenuhnya terlepas dari ancaman, baik berupa tingkat pengangguran yang tinggi, tekanan inflasi, maupun ancaman ketahanan pangan, serta kerusakan lingkungan.

"Kita tahu bahwa 10 negara anggota ASEAN, empat diantaranya masih tertinggal, seperti Laos, Kamboja, Vietnam -mungkin Vietnam relatif tidak lagi- dan Birma satu lagi."

Faustinus Andrea

Gempa dan tsunami di Jepang yang dampaknya terasa pada perekonomian Jepang agaknya juga membawa getaran yang menjadi ujian bagi ketahanan Asia.

Masalah-masalah itulah yang menjadi pembahasan para pemimpin Asia Timur yang berkumpul di Jakarta dalam World Economic Forum.

Tantangan ASEAN

Empat tema utama

Shanghai
  1. Menangani gangguan global
    Bagaimana pendekatan Asia yang berbeda dalam menangani krisis global?
  2. Menjamin lapangan kerja dan pertumbuhan yang inklusif
    Bagaimana inovasi kebijakan mendorong kewirausahaan yang lebih besar, lapangan kerja, dan pertumbuhan?
  3. Memimpin secara berskesinambungan
    Bagaimana Asia bisa mencapai keamanan pangan jangka panjang dengan lingkungan dan politik yang berkesinambungan?
  4. Mengeksplorasi norma baru di Asia
    Bagaimana rancangan perdagangan bertahan dari gangguan global dan sekaligus mempromosika pembangunan serta pertumbuhan?

Pertumbuhan ekonomi ASEAN yang meningkat -dengan nilai perdagangan ASEAN sebesar US$700 miliar pada 2003 dan diperkirakan sebesar US$ 2,9 triliun pada 2011- juga membawa tantangan.

Pengamat ekonomi ASEAN dari CSIS, Faustinus Andrea, mengatakan bahwa tantangan utama adalah kesenjangan di antara negara-negara ASEAN.

''Yang harus diatasi adalah kesenjangan ekonomi di antara negara-negara ASEAN sendiri. Kita tahu bahwa 10 negara anggota ASEAN, empat diantaranya masih tertinggal, seperti Laos, Kamboja, Vietnam -mungkin Vietnam relatif tidak lagi- dan Birma satu lagi,'' tutur Faustinus dalam wawancara dengan BBC Indonesia.

Isu tersebut bukanlah menjadi pembahasan utama dalam WEF di Jakarta, dan Faustinus menegaskan mestinya realitas itu menjadi perhatian.

''Bahwa itu itu perlu diusung saya kira penting karena bagaimanapun juga merupakan refleksi dari keadaab ekonomi ASEAN itu sendiri. Harus melihat inilah realita dari ekonomi ASEAN.''

Faustinus juga menambahkan kesenjangan itu juga yang bisa menjadi hambatan dalam kerja sama ekonomi ASEAN, termasuk rencana integritas ekonomi ASEAN 2015.

"Kerjasama ekonomi ASEAN masih lemah karena beberapa negara yang dicoba untuk ditarik ke dalam perekonomian negara ASEAN masih jalan di tempat. Karena mereka menghadapi persoalan-persaoalan diomestik yang tidak begitu mudah untuk diatasi, dan ini menjadi tantangan berat.”

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.