Apakah ekonomi Cina akan tersandung?

Terbaru  21 Juni 2011 - 18:59 WIB
Mata uang Cina, Yuan

Pemerintah Cina berupaya untuk mengendalikan tingkat inflasi

Cina, bersama dengan negara-negara ekonomi baru, merupakan harapan besar dalam pertumbuhan ekonomi global.

Sementara itu negara-negara maju sedang melepaskan diri secara perlahan-lahan dari resesi global.

Perekonomian Cina memang sempat melamban namun dengan cepat kembali pada kecepatan penuh.

Sepanjang 2007-2011, pertumbuhan Cina sama dengan pertumbuhan negara-negara maju yang tergabung dalam G7.

Cina juga menjadi pasar yang amat penting bagi sejumlah komoditi, seperti batu bara dan besi Australia maupun kacang kedelai asal Brasil.

Dan pertumbuhan ekonomi Cina yang pesat membutuhkan impor yang semakin besar pula yang pada .

Namun apakah kekuatan ekonomi Cina akan terus bertahan dengan kecepatan pertumbuhan yang pesat?

Ancaman ekonomi

Harian ekonomi, The Wall Street Journal, belum lama ini menurunkan berita yang menyebutkan setelah harga rumah yang gila-gilaan selama beberapa tahun, gelembung property Cina mulai mengempes.

Dan hasilnya bisa buruk, seperti yang terjadi di Amerika Serikat, Irlandia, Inggris, dan Spanyol. Di negara-negara itu, kredit rumah menjadi inti dari krisis ekonomi yang terjadi.

Pemerintah Cina juga semakin khawatir dengan inflasi yang semakin meningkat dan sudah berulang kali meningkatkan persyaratan cadangan bank untuk mengendalikan pertumbuhan kredit.

Profesor Nourile Roubini dari Universitas Ne York - yang sering disebut sebagai 'nabi' krisis keuangan- sudah memperingatkan Cina masa depan yang bisa menghadapi 'pendaratan keras'.

Dia mengatakan ekonomi Cina amat tergantung pada investasi dan tingkat investasi yang amat tinggi menciptakan kapasitas yang berlebihan yang tidak akan bertahan terus.

Ekonomi Cina

Ada perkiraan perekonomian Cina akan melamban tahun ini, bukan lagi dua angka.

Hasilnya adalah kredit macet karena pihak pegembang perumahan yang meminjam uang untuk membangun tidak mendapat pemasukan seperti yang mereka harapkan.

Kemungkinan melamban

Masalah lain yang juga bisa mengancam masa depan Cina adalah urbanisasi.

Pertumbuhan pesat Cina mendorong jutaan tenaga kerja dari kawasan yang relatif tidak produktif di kawasan pedesaan pindah ke sektor industri di perkotaan.

Kecenderungan ini tidak akan bisa bertahan terus dan pada suatu saat daerah pedesaan -yang mulai mengandalkan pemasukan dari industri perkotaan- justru akan menghadapi tingkat pengangguran berhubung sektor pertanian yang sudah sempat ditinggalkan.

Profesir Barry Eichengreen dari Universitas California memperingatkan pertumbuhan ekonom yang pesat pada akan melambat pada tahap tertentu dan akan terjadi lebih cepat di kawasan pedesaan yang memiliki proporsi jumlah manula yang besar.

Dengan kebijakan satu anak dan meningkatnya tingkat harapan hidup, maka Cina akan menghadapi beban yang meningkat pula untuk mendukung kelompok manula.

Seorang ekonomi dari Goldman Sachs, Jim O'Neil, memperkirakan pertumbuhan ekonomi Cina tahun ini akan melamban, sebesar 8% atau lebih kecil dari rata-rata pertumbuhan dua angka.

Namun dia berpendapat pertumbuhan yang melamban tersebut justru akan mengendalikan tingkat inflasi.

Dan Jim O'Neil menolak perkiraan bahwa gelembung ekonomi Cina akan pecah.

Bagaimanapun sudah hampir dipastikan bahwa pola pertumbuhan Cina akan berubah, namun masih menjadi pertanyaan apakah akan bebas gangguan atau akan tersandung juga?

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.