Dari sekolah di Indonesia hingga gereja di Nigeria

Terbaru  22 Agustus 2011 - 14:18 WIB
PM Cina Wen Jiabao

PM Cina, Wen Jiabao. berkunjung ke sekolah Al Azhar di Jakarta.

Di Indonesia, yayasan-yayasan keagamaan -baik Islam maupun Kristen- ikut menjadi tulang punggung dalam menyediakan pendidikan di masa-masa awal kemerdekaan.

Dengan berbasis pengajaran agama, sekolah-sekolah yang mereka dirikan juga menawarkan pendidikan rasional dengan semangat sosial.

Namun sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia -yang diperkirakan mencapai 6,5% untuk tahun 2011- banyak yayasan sosial keagamaan yang juga 'naik tangga' dengan memberikan pendidikan berbasis keagamaan yang berbiaya tinggi.

Al Azhar yang merupakan salah satu sekolah bergengsi di Indonesia, mungkin menjadi salah satu contohnya. Saat PM Cina, Wen Jiabao, melakukan kunjungan ke Indonesia, dia menyempatkan diri datang langsung ke Al Azhar.

Begitu pula dengan Badan Pendidikan Kristen Penabur -yang sudah aktif bergelut di dunia pendidikan sejak tahun 1950- yang kini memiliki 62 cabangnya.

Namun diperlukan jutaan rupiah untuk bisa menikmati pendidikan modern dengan tetap didasarkan pada nilai-nilai keagamaan di kedua sekolah tersebut.

Munculnya pasar kelas menengah atas yang baru di Indonesia -yang tetap memandang penting ajaran agama- juga memunculkan sekolah modern Islam berasrama.

Salah satunya adalah International Islamic Boarding School, IIBS, di kawasan Cikarang, pinggiran Jakarta. Selain menekankan nilai-nilai Islam, sekolah ini mempercepat proses pendidikan SMA menjadi dua tahun dari tiga tahun seperti di sekolah-sekolah umum lainnya.

Untuk bergabung ke sekolah ini juga diperlukan uang jutaan rupiah.

Ulama di Iran

Iran

Revolusi Islam Iran tahun 1979 juga membawa revolusi dalam peran agama.

Kecenderungan kegiatan berbasis agama yang mampu menghimpun dana besar juga terjadi di sejumlah negara lain.

Di Iran, misalnya, peran ulama semakin meningkat sejalan dengan Revolusi Islam 1979.

Mereka menjadi sumber dari penafsiran Hukum Islam, bertanggung jawab atas akad nikah dalam perkawinan, perceraian, upacara pemakaman -tugas yang mirip dengan seorang Rabi Yahudi dan pendeta Kristen.

Revolusi telah membuka pintu bagi ulama Iran untuk memasuki birokrasi pemerintah.

Semua wisata agama atau ziarah ke Mekah dan Medinah di Arab Saudi, maupun ziarah ke empat tempat suci di Irak dan Zaynabiya di Suriah dimonopoli oleh Lembaga Haji dan Ziarah. Dan kepala lembaga ini juga ditunjuk pemimpin tertinggi Iran.

Dibandingkan dengan negara-negara Islam lainnya, Iran memiliki salah satu lembaga wakaf terbesar yang mengelola tanah pertanian, pabrik, bangunan, hotel, perpustakaan, masjid, tempat suci, madrasah, universitas, sekolah, observatorium dan apartemen mahasiswa. Wakaf ini bernilai miliaran dolar.

Pengelola Makam Suci Imam Reza di Mashhad, misalnya. merupakan organisasi terkaya di Iran, yang memiliki ratusan tempat suci yang besar dan kecil milik berbagai anggota keluarga imam.

Lembaga-lembaga ini tidak membayar pajak dan tidak bertanggung jawab kepada pemerintah. Mereka melapor langsung ke pemimpin tertinggi Iran.

Gereja internasional

Gereja yang megah dan mewah kini menjadi salah satu ciri dari gereja di Nigeria, yang memiliki umat sekitar 70 juta.

Banyak kebaktian yang digelar di gereja-gerja dengan kapasitas ribuan kursi dan pendetanya tergolong miliuner.

Selain itu gereja beberapa Nigeria memiliki cabang di banyak negara, seperti Redeemed Christian Church of God, RCCG, yang memiliki 2.000 cabang di seluruh Nigeria dan sekitar 400 gereja di Inggris Raya.

Selain menjual buku, CD, maupun DVD tentang penginjilan, gereja-gereja di Nigeria juga mendapat sumbangan dana yang besar, walau ada kekhawatiran ketidakjelasan sumber dari beberapa sumbangan yang besar.

Banyak pula yang mempertanyakan apakah memang gereja layak mengumpulkan dana yang besar sementara tidak terlalu jelas pemisahan antara kepemilikan pendeta dan kepemilikan gereja.

Dan ada yang menuduh gereja-gereja di Nigeria pada dasarnya memanfaatkan warga Nigeria yang semakin putus asa sehingga lebih mudah ditipu.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.