Meredam aspirasi merdeka dengan UKP4B dan dialog

Terbaru  30 November 2011 - 17:15 WIB
unjuk rasa papua

Ratusan orang di Jayapura turun ke jalan pertengahan November mendesak referendum.

Pemerintah Indonesia mengakui otonomi khusus untuk Papua dan Papua Barat yang diterapkan selama hampir sepuluh tahun belum manjur mengatasi gejolak di dua provinsi tersebut.

Staf Khusus Presiden Bidang Otonomi Daerah, Velix Wanggai, kepada para wartawan di Jakarta pertengahan November mengakui dalam banyak aspek, pelaksanaan otonomi khusus di Papua belum efektif.

Untuk itu, pemerintah membentuk Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat guna mendorong pelaksanaan otonomi khusus di Papua.

Sejak awal pemerintah pusat di Jakarta memang menjadikan otonomi khusus sebagai solusi utama untuk memecahkan persoalan di Papua.

Wilayah di ujung paling timur Indonesia resmi bergabung dengan Indonesia usai dilakukan referendum pada 1969. Wakil-wakil Papua yang mengikuti referendum -lebih dikenal dengan Penentuan Pendapat Rakyat- secara bulat memilih bergabung dengan Republik Indonesia.

Opsi lain adalah merdeka, aspirasi yang digalang elemen-elemen lain di Papua sejak awal 1960-an.

Empat puluh tahun lebih berlalu, aspirasi ini tidak mati. Para penggagas dan pegiat opsi kemerdekaan masih berjuang baik di dalam maupun di luar Papua.

Eksplorasi dan eksploitasi aneka sumber alam Papua yang dianggap tidak banyak menguntungkan rakyat dan dugaan pelanggaran hak asasi manusia mendorong aspirasi merdeka makin besar.

Perubahan pendekatan

Sekilas Papua

  • 1969: bergabung dengan RI melalui referendum
  • 1973: berubah menjadi Irian Jaya
  • 2001: otonomi khusus untuk Papua
  • 2003: terbentuk Provinsi Papua Barat
  • 2011: RI bentuk UKP4B
  • 2011: muncul wacana dialog

Di era pemerintahan Presiden Suharto, masalah Papua diselesaikan dengan pendekatan keamanan.

Para pengganti Suharto, mulai dari B.J. Habibie, Megawati Sukarnoputri, KH Abdurrahman Wahid, hingga Susilo Bambang Yudhoyono mencoba memakai pendekatan politis.

Nama Irian diganti menjadi Papua dan otonomi khusus diberikan kepada provinsi ini. Berbagai tokoh juga dirangkul dalam lembaga dewan adat yang diharapkan memiliki suara dalam menjalankan pemerintahan Papua.

Kenyataan menunjukkan masalah masih muncul di lapangan. Ketidakpuasan masih ada.

Beberapa lembaga swadaya masyarakat dan badan hak asasi manusia, Komnas HAM, mengusulkan pembentukan semacam komisi kebenaran dan rekonsiliasi.

Di bawah skema tersebut akan ada pengadilan HAM dan setelah itu semua pihak yang bersengketa sepakat untuk rujuk.

Namun Jakarta menyambut dingin dan gagasan itu hilang begitu saja tanpa ada tindak lanjut.

Dialog Papua

kongres

Kongres Rakyat Papua beberapa waktu lalu berakhir rusuh.

Belakangan muncul wacana dialog dengan kelompok-kelompok yang bisa dianggap sebagai wakil rakyat Papua.

Jakarta menunjuk Farid Husain sebagai pembuka jalan dialog Papua, setelah sebelumnya ikut sukses membidani dialog perdamaian Aceh di Helsinki, Finlandia, pada 2006-2007.

Hingga akhir November, format dialog belum jelas. Farid juga mengatakan belum menemukan tokoh atau kelompok yang layak disebut wakil sejati rakyat Papua.

Akan tetapi warga Papua menegaskan tidak perlu intervensi dari pemerintah pusat dalam menentukan wakil-wakil rakyat Papua.

Jadi banyak pendekatan untuk Papua -yang sudah ditempuh maupun yang sedang digagas- namun belum terlihat jalan keluar yang akan menyelesaikan masalah Papua.

Sementara korban berjatuhan dan sejak pertengahan Oktober, sedikitnya 11 orang tewas sejak pertengahan Oktober akibat sejumlah aksi kekerasan di berbagai tempat -termasuk seorang seoran Kepala Kepolisian Sektor yang tewas ditembak dari jarak dekat.

Dan ketika masalah Papua belum tuntas dipecahkan, tidak ada jaminan kekerasan akan berhenti.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.