Apa yang terjadi setelah Kim Jong-il tiada?

Terbaru  27 Desember 2011 - 19:34 WIB
Kim Jong-un

Kim Jong-un (tengah) diapit para petinggi militer Korea Utara.

Kebijakan isolatif yang diterapkan rezim di Korea Utara membuat dunia luar tidak banyak tahu apa yang sebenarnya tengah terjadi di negara tersebut.

Ketika pemimpin Korea Utara Kim Jong-il meninggal dunia akibat serangan jantung hari Sabtu (17/12) dan diumumkan resmi hari Senin, masyarakat internasional hanya bisa memperkirakan beberapa skenario yang mungkin terjadi.

Untuk masalah suksesi, dunia sudah mendapatkan isyarat gamblang bahwa Kim Jong-un, salah satu anak Kim Jong-il, akan menjadi pemimpin baru.

Di usia 28 atau 29 tahun (sejauh ini tidak ada informasi resmi mengenai usianya), Kim Jong-un memiliki empat bintang di pundak dan menjadi salah satu tokoh kunci di tubuh militer.

Koran utama di Korea Utara dalam beberapa hari terakhir mendesak Kim Jong-un untuk segera menduduki secara resmi posisi panglima tertinggi angkatan bersenjata.

Informasi tentang Kim Jong-un selama ini sangat minim dan masyarakat internasional melihatnya sebagai figur yang sama sekali belum teruji.

Pemimpin transisi?

Sosok Kim Jong-un

  • Lahir 1983 atau awal 1984
  • Anak bungsu Kim Jong-il dan Ko Yong-hui
  • Bersekolah di Swiss
  • Disiapkan menjadi pemimpin pada 2009
  • Pada pertengahan 2009 semua anggota parlemen diminta mendukung
  • Disebut-sebut penggemar bola basket NBA

Yang Seung Yoon, guru besar hubungan internasional di Universitas Hankook di Seoul kepada BBC Indonesia mengatakan diperkirakan Kim Jong-un menjadi pemimpin transisi selama satu atau dua tahun. Ia beralasan sistem di Korea Utara sangat mementingkan senioritas.

Dari sisi ini, kata Yang Seung Yoon, Kim Jong-un sulit diterima menjadi pemimpin tetap Korea Utara.

PJ Crowley, mantan asisten menteri luar negeri Amerika Serikat mengatakan Korea Utara pasti telah menyiapkan rencana transisi dan suksesi apalagi kesehatan Kim Jong-il memburuk dalam beberapa tahun terakhir.

Para pemimpin di Pyongyang dipastikan telah memiliki rencana seandainya Kim Jong-il meninggal sewaktu-waktu.

Crowley mengatakan transisi dan konsolidasi kepemimpinan di bawah Kim Jong-un mungkin akan berlangsung selama beberapa bulan bahkan beberapa tahun.

Menurut Crowley, di mata para pemimpin Pyongyang keberlangsungan rezim adalah segala-galanya.

Menakar reaksi AS, Eropa, Cina, Jepang, dan Korea Selatan, masyarakat internasional tampak sangat berhati-hati menanggapi dinamika di Korea Utara.

Ini bisa dipahami karena rezim di Pyongyang benar-benar menguasai dan memiliki nuklir.

'Ledakan musim dingin'

Kim Jong-il

Media Korut mengatakan Kim Jong-il meninggal akibat serangan jantung.

Para diplomat mengatakan nuklir menjadi kartu truf diplomasi Korea Utara. Ketika dalam posisi terpojok, Pyongyang beberapa kali melakukan uji coba nuklir.

Masyarakat internasional juga khawatir rezim di Pyongyang akan menjual dan melepas senjata nuklir ke penawar tertinggi. Bila ini terjadi stabilitas dunia bisa terancam.

Beberapa negara besar di dunia berupaya Korea Utara menghentikan program nuklir dengan imbalan bantuan ekonomi dan kemanusiaan.

Diyakini Korea Utara menghadapi persoalan serius di bidang ekonomi dan kesejahteraan rakyat meski tak pernah diakui secara terbuka.

Sejauh ini perundingan enam pihak mengenai nuklir Korea Utara belum membuahkan hasil.

Ketika Pyongyang disibukkan dengan transisi dan konsolidasi rezim, tidak ada yang bisa memastikan apakah perundingan bisa dilanjutkan kembali dalam waktu dekat.

Masih banyak pertanyaan yang bisa diajukan, sayangnya tidak akan ada jawaban yang memuaskan, setidaknya untuk saat ini.

Prioritas Korea Selatan, Jepang, Cina, dan AS adalah memastikan stabilitas regional setelah Kim Jong-il pergi.

Masyarakat internasional tentu berharap tidak akan ada 'ledakan musim dingin' di Semenanjung Korea di mana rezim di Pyongyang ambruk dan ratusan ribu atau bahkan jutaan pengungsi Korea Utara membanjiri Cina dan Korea Selatan.

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.