Prospek bursa 2012 menurut para analis

Terbaru  4 Januari 2012 - 18:24 WIB
Jakarta Stock Exchange

Para analis memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan menguat tahun ini.

Krishna Setiawan, Lautan Dana Sekuritas

"Pengalaman negara yang baru mengalami predikat investment grade penghematan bunga utang cukup besar, peningkatan investasi dan itu menjadi pendorong yang penting untuk mengatrol ekonomi.

Dua faktor ini sangat signifikan karena di negara lain dua faktor ini justru turun sementara di Indonesia justru naik. Dan biasanya dua hal itu menjadi unsur yang pasti mengerek ekspor.

Di bursa sendiri tidak akan terlalu langsung terasa, tetapi jelas ekonomi yang membaik akan berpengaruh sangat positif pada kinerja bursa.

Tetapi kita masih harus waspada minimal pada kuartal pertama tahun ini dimana utang jangka pendek negara Eropa akan jatuh tempo dan di tengah situasi krisis yang membelit kawasan Zona Euro, kita tidak tahu bagaimana endingnya. Kita tetap akan dipegaruhi oleh faktor eksternal terutama ya Eropa tadi.

Kalau Eropa lolos dari krisis, (kinerja saham di bursa) Indonesia seharusnya bisa segera kembali ke level normal.

Saat ini kan valuasi saham sesuai Price Earning Ratio (PER) di Bursa Efek Indonesia baru 14 kali, berarti IHSG setara dengan 3.800an. Padahal dalam kondisi normal PER-nya itu 17-18 kali atau IHSG setara 4.300an. Target IHSG yang realistis menurut saya sekitar 4.000an, minimal menembus angka psikologis 4.000."

David Sumual, Bank BCA

"Jelas setelah status investment grade kita akan masuk radar investor asing yang sebelumnya melewatkan investasi di Indonesia lewat bursa maupun sektor riil.

IDX

Kinerja IHSG diramalkan akan terus membaik sepanjang tahun 2012.

Sekarang kita bisa harapkan investasi baru dari lembaga pengelola dana seperti reksa dana luar negeri, asuransi atau dana pensiun yang simpanannya cukup besar, masuk radar lah kita.

Di bursa kita lihat PER tahun lalu juga tidak terlalu rendah, antara 14%, tahun ini mungkin paling jelek kita bisa harapkan dapat PER 12-14%.

Jangan lupa Moody's dan S&P's biasanya mengikuti jejak Fitch soal upgrade status investment grade, dan jika itu terjadi maka kita bisa harapkan mendapat posisi tawar lebih tinggi.

Surat Utang Negara (SUN) misalnya bisa mematok imbal hasil lebih rendah karena selama ini kan surat obligasi 10 tahun negara kita bunganya sekitar 6%, sementara surat utang pemerintah Amerika Serikat untuk jangka 10 tahun bunganya 1,8%. Spreadnya sekitar 4%.

Nah predikat baru dari Moody's dan S&P's, akan menurunkan spreadnya menjadi mungkin sekitar 5%."

David Chang, UOB Securities

"Pasar modal Indonesia punya prospek cerah tahun ini, kalau tahun lalu kinerja IHSG hanya naik sekitar 5% dari 2010, tahun 2012 kinerjanya akan naik 10%, menjadi sekitar 4.200.

Tahun lalu kinerja bursa tidak begitu mencorong karena tekanan faktor eksternal sangat besar: krisis utang negara Euro menyebabkan Eropa lemah, AS juga masih lemah, pasar regional yang dimotori Cina dan India juga kurang bergairah.

Tahun ini kekuatan utama pertumbuhan ekonomi Indoensia baik di sektor riil maupun bursa akan terletak pada faktor internal yang sangat mantap: kebijakan pemerintah bagus dan stabil, sudah terbukti kondusif untuk dunia usaha, permintaan pasar dalam negeri juga sangat kuat.

Faktor konsumsi domestik ini yang tahun lalu berhasil jadi tameng Indonesia menghadapi gempuran krisis global. Akibatnya baik dari segi pertumbuhan ekonomi maupun kinerja bursa, Indonesia salah satu yang terbaik di Asia.

Tren yang sama akan berlanjut tahun ini apalagi diperkirakan inflasi masih akan lebih rendah dari tahun lalu yang hanya 3,7% (dan merupakan yang terendah di Asia Pasifik).

Inflasi rendah terjadi karena karena suku bunga juga rendah, dimana sektor riil berpeluang meminjam dana dengan bunga yang juga rendah.

Pertumbuhan ekonomi tidak akan kencang sekali, tapi ditengah situasi ekonomi yang suram sekarang ini, kinerja Indonesia akan sangat menonjol. Hambatannya ada dua: pertama, faktor eksternal di Eropa, kalau berlanjut dan makin buruk.

Kedua, faktor politik yang bisa mengguncang kredibilitas pemerintah. Tahun ini investor akan cukup bergairah masuk bursa, tapi tahun depan (menjelang pemilu 2014), minat investor akan menurun karena memperhitungkan faktor politik."

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.