Pilkada Aceh dan Partai Aceh

Terbaru  3 April 2012 - 21:38 WIB
Gerakan Aceh Merdeka

Partai Aceh didirikan oleh para mantan pemimpin Gerakan Aceh Merdeka.

Setelah lima kali ditunda dan tiga kali Mahkamah Konstitusi harus mengeluarkan putusan terkait pelaksanaan pemilihan, pilkada Aceh akan diadakan pada Senin 9 April untuk memilih pasangan gubernur/wakil gubernur dan beberapa bupati dan walikota.

Inilah pemilihan kepala daerah kedua di provinsi itu sejak penandatanganan perjanjian damai antara Gerakan Aceh Merdeka dan pemerintah Indonesia yang diteken di Helsinki pada Agustus 2005.

Para pengamat mengatakan pelaksanaan pilkada kali ini diwarnai berbagai intrik politik, polemik tentang peraturan, dan juga kekerasan.

Dari segi intrik politik Partai Aceh akhirnya memutuskan untuk mengikuti pilkada setelah sebelumnya menyatakan tidak akan mengikuti proses politik di provinsi itu.

Keikutsertaan Partai Aceh -yang merupakan representasi politik Gerakan Aceh Merdeka- mengharuskan pengesahan jadwal diundur lagi oleh Mahkamah Konstitusi.

Pemerintah Indonesia jelas tidak bisa mengabaikan Partai Aceh dalam pemilihan kepala daerah sehingga membuka peluang hukum untuk memungkinkan partai pemenang pemilu di Provinsi Nanggroe Aceh Darusalam itu tetap bisa iikut serta dalam Pilkada 9 April.

Mantan GAM Terpecah?

Partai Aceh

Partai Aceh dilaporkan terpecah antara kubu Zaini Abdullah dengan Irwandi Yusuf.

Dalam masa perpanjangan, Partai Aceh akhirnya mendaftarkan calonnya, Zaini Abdullah dan Muzakkir Manaf, untuk pasangan gubernur/wakil gubernur.

Namun agaknya kekuatan bekas-bekas gerakan Aceh Merdeka menjadi terpecah dalam dua kubu: yaitu Partai Aceh Merdeka yang diwakili calon Zaini Abdullah dan Muzakkir Manaf dengan kubu gubernur yang masa jabatannya akan segera berakhir, Irwandi Yusuf.

Irwandi maju melalui jalur perseorangan dan disebut-sebut mengandeng beberapa unsur Partai Aceh dan mantan para komandan GAM.

Seperti dalam pilkada sebelumnya, kali ini kekerasan juga mewarnai masa-masa menjelang pemungutan suara dan tetap mengancam hingga pemungutan suara nanti.

Meski kepolisian sejauh ini belum menyimpulkan benang merah rangkaian kekerasan yang terjadi di Aceh menjelang pilkada, sejumlah pihak yakin berbagai aksi kekerasan bernuansa politik masih akan terjadi

Kekerasan itu antara lain adalah penembakan pada malam tahun baru dan awal Januari 2012 yang pada umumnya menjadikan pekerja pendatang sebagai sasaran.

Salah satu aksi kekerasan malah menimpa Ketua DPR Kabupaten Lhokseumawe, Saifuddin Yunus, yang terkena penembakan pada tanggal 8 Maret.

Kepolisian Aceh juga telah menggelar razia senjata api ilegal dan memang masih ditemukan senjata terlarang beredar di masyarakat.

Pada tahun ketujuh setelah perjanjian damai, pilkada Aceh kali ini mungkin bisa dilihat sebagai ujian perwujudan demokrasi dan perwujudan janji perdamaian dan keamanan.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.