Isu penting dalam pemilihan presiden AS

Terbaru  31 Oktober 2012 - 01:28 WIB
Isu penting pemilhan presiden AS

Masalah ekonomi merupakan isu terbesar dalam pemilihan presiden Amerika Serikat tahun ini dengan angka pengangguran masih mencapai lebih dari 8%.

Isu penting lain dalam pemilihan presiden tanggal 6 November 2012 adalah pemilih di negara-negara bagian yang menentukan serta kebijakan luar negeri.

1. Isu terpenting

"Isu terbesar adalah ekonomi dan lapangan pekerjaan termasuk salah satu di dalamnya."

Scott Rasmussen

Sekitar 80% pemilih menganggap masalah ekonomi adalah isu yang sangat penting, yang mempengaruhi suara mereka di pemilihan presiden, menurut survei yang diterbitkan oleh perusahaan penelitian Rasmussen Reports.

"Isu terbesar adalah ekonomi dan lapangan pekerjaan termasuk salah satu di dalamnya," kata Scott Rasmussen.

"Lapangan pekerjaan bukan hanya membuat khawatir orang yang saat ini menganggur namun sekitar 28% dari mereka yang saat ini bekerja juga khawatir akan segera kehilangan pekerjaan," tambahnya.

"Selain itu juga pasar rumah. Hanya 47% pemilik rumah yang berpendapat, rumah mereka lebih tinggi nilainya dari jumlah kredit rumah mereka. Mereka memperkirakan bila membeli rumah, nilainya akan meningkat. Jadi mereka mereka dikhianati."

Pengangguran juga masih berada di atas angka 8% selama 43 bulan.

Namun tidak semua data ekonomi ini suram, kata Rasmussen.

"Warga Amerika tidak merasa lebih baik dibandingkan empat tahun lalu, namun mereka juga merasa tidak lebih buruk juga. Itulah sebabnya pemilihan kali ini sangat ketat."

Banyak warga yang menganggap Obama tidak melakukan tugasnya dengan benar untuk meningkatkan perekonomian, pada saat yang sama pemilih juga tidak yakin apakah Romney akan dapat membuat situasi ekonomi lebih baik.

Selain itu, sejumlah warga Amerika juga masih menyalahkan George W Bush terkait masalah ekonomi ini.

2. Negara bagian yang menentukan

Ohio

Ohio memiliki sejarah warganya memilih calon presiden yang menang.

Sebagian besar negara bagian di Amerika Serikat memiliki porsi pemilih tersendiri untuk Partai Demokrat atau Republik.

Namun ada sejumlah negara bagian yang bisa berubah atau disebut battleground states yang dapat menentukan hasil pemilihan presiden.

Ohio, yang memiliki angka pengangguran di bawah rata-rata nasional, memiliki status negara bagian bellwether, atau negara bagian dengan penduduk yang secara historis memilih calon presiden yang menang sejak 1960.

Warga di Ohio mendapatkan telepon otomatis dari para petugas kampanye sebanyak dua kali seminggu selama enam bulan.

Dan setiap malam, televisi menayangkan kampanye pemilihan pada jam-jam tayang utama.

"Saya pernah tinggal di enam negara bagian yang berbeda namun belum pernah menyaksikan kampanye seperti ini di TV, radio dan media lain," kata Tim Gaddie, 37, mahasiswa doktoral di Universitas Bowling Green, Ohio, yang bekerja di museum.

"Saat pemilihan terakhir, saya berada di India dan sangat jelas, orang lebih banyak terlibat dalam pemilihan di sini. Yang paling mengganggu adalah telepon. Saya senang, penduduk di sini lebih terlibat dan juga melakukan diskusi."

Selama pemilu, dapat dikatakan ada dua kelompok warga, kelompok yang terlibat dalam berbagai kampanye dan yang sama sekali tidak peduli.

3. Peta pemilih

Pemilih Latin

Komunitas Latin yang berhak memilih bertambah banyak setiap tahun.

Setiap bulan terdapat tambahan sekitar 50.000 warga berdarah Hispanik atau berdarah Amerika Latin yang berhak memilih di Amerika Serikat.

Komunitas Hispanik melewati jumlah 50 juta pada 2010, atau sekitar 16,3% jumlah penduduk nasional.

Pemilihan presiden 2012 ini adalah yang pertama kali, kedua calon muncul di televisi berbahasa Spanyol dalam forum terkait imigrasi.

Pada 2008, Obama mendapatkan 68% suara dari kelompok Hispanik dan ia diperkirakan mendapatkan dukungan dengan jumlah yang sama kali ini, menurut Gabriel Sanchez, pakar politik Latin di Universitas New Meksiko.

"Pertanyaannya bukan apakah Romney bisa merebut suara komunitas Latin untuk menang, namun apakah jumlah komunitas yang hadir cukup tinggi agar Presiden (Obama) bisa menang," kata Sanchez.

Sikap Romney terhadap masalah imigrasi juga dapat membuat komunitas Latin beralih ke Obama.

Namun tokoh Partai Republik yang cukup berpengaruh, Jeb Bush menyerukan agar sikap terhadap imigran diperlunak. Jeb Bush mengatakan "masalah demografi merupakan tujuan" dan tidak dapat diabaikan.

4 Kebijakan luar negeri

Obama dan Romney

Obama dan Romney terlibat dalam debat kebijakan luar negeri 23 Oktober lalu.

Bagi pemilih Amerika Serikat, kebijakan luar negeri dianggap isu yang kurang begitu penting, walaupun terbunuhnya duta besar Amerika untuk Libia, Christopher Stevens, September lalu diangkat sebagai agenda kampanye.

Masalah Iran, Israel dan Afghanistan juga banyak diangkat di jaringan pemberitaan Amerika.

Romney - yang dituduh oportunis karena menyerang Obama setelah kematian Stevens- mengatakan Obama terlalu lunak terhadap Iran dan telah mengkhianati Israel.

Romney juga bejanji untuk bersikap lebih keras terhadap Cina atas apa yang ia sebut "manipulasi mata uang" dan prospek perang dagang.

Dengan daerah pemilihan yang sangat besar dan beragam seperti Amerika, selalu akan ada isu kebijakan luar negeri yang panas, kata Shaun Bowler, profesor bidang politik di Universitas Riverside California.

"Saat ini masih ada ruang agar kebijakan luar negeri memegang peranan seperti program nuklir Iran dan reaksi Israel atau bila masalah Suriah berkembang di luar kendali," kata Bowler.

Dunia internasional juga menantikan siapa yang menempati Gedung Putih karena tindakan Presiden Amerika Serikat memiliki dampak global.

5. Kebuntuan di dewan perwakilan dan Senat

Kongres AS

Kongres Amerika Serikat digambarkan tak aktif karena sering mengalami kebuntuan.

Pada tanggal 6 November 2012, warga Amerika tidak hanya melakukan pemilihan presiden. Semua kursi di Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat juga diperebutkan.

Pemilu di DPR dan Senat ini memang tidak begitu menarik perhatian namun sama pentingnya bagi keberhasilan Obama atau Romney.

Partai Republik menguasai DPR sementara Demokrat menguasai Senat. Bila tidak ada perubahan, kebuntuan yang terjadi selama ini akan terus berlanjut.

Hanya ada sedikit Rancangan Undang-Undang yang diloloskan sejak 2011, sehingga disebut "Kongres yang tidak melakukan apapun".

Upaya saling memblok RUU ini cukup tinggi berdasarkan standar Amerika.

Namun mantan Presiden Bill Clinton menyatakan optimistis dalam wawancara dengan CNN akhir September lalu.

Clinton memperkirakan atmosfir yang lebih kooperatif dalam Kongres setelah pemilihan umum.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.