Mewaspadai juara bertahan Malaysia

Terbaru  28 November 2012 - 19:57 WIB
Pendukung Malaysia

Malaysia menjadi tuan rumah Piala AFF 2012 bersama Thailand.

Tidak banyak yang memperkirakan Malaysia bisa menjuarai Piala AFF pada 2010.

Di babak penyisihan grup, Malaysia kalah telak 1-5 dari Indonesia, hasil yang membuat publik bola Indonesia begitu yakin bahwa Malaysia akan kembali berhasil dilumat di babak final.

Namun asumsi dan optimisme ini buyar.

Terlepas dari insiden penembakan sinar laser terhadap beberapa pemain Indonesia dari tribun penonton di Stadion Bukit Jalil, harus diakui pemain-pemain muda Malaysia bisa tampil lepas dan menang besar 3-0, yang membuat posisi Indonesia cukup sulit ketika menggelar pertandingan kedua di Jakarta.

Indonesia menang 2-1 di Gelora Bung Karno, hasil yang tidak cukup untuk mematahkan kemenangan Malaysia di Kuala Lumpur.

Prestasi ini sedikit banyak mempengaruhi mental dan kepercayaan diri Timnas Malaysia.

"Malaysia adalah salah satu lawan terberat yang bisa mengganjal ambisi Indonesia," kata Syamsul Hadi, wartawan olahraga harian Kompas di Jakarta.

Kurang meyakinkan

Para pemain Malaysia

Malaysia menjuarai Piala AFF 2010 setelah menundukkan Indonesia dengan agregat 4-2.

Yang agak menggembirakan adalah dalam beberapa pertandingan uji coba Malaysia sepertinya belum menemukan kinerja terbaiknya.

Malaysia dikalahkan Vietnam dan Thailand dan hanya bermain imbang 1-1 ketika menghadapi Bangladesh.

"Saya khawatir dengan penampilan para pemain. Saya akan mengambil tindakan drastis untuk membenahi tim," kata K. Rajagopal, pelatih Malaysia, seperti dikutip kantor berita AFP, hari Jumat (23/11).

Di laga pertama di Piala AFF, Malaysia menghadapi Singapura, hari Minggu (25/11).

"Akan ada tindakan tegas bila kami tidak mendapatkan poin saat melawan Singapura," kata Rajagopal.

Singapura tiga kali menjuarai Piala AFF namun prestasi tim ini kurang begitu menggembirakan dalam beberapa tahun terakhir.

Syamsul mengatakan selain Malaysia, yang perlu diperhatikan tim Indonesia adalah Vietnam dan Filipina.

"Para pemain Vietnam memiliki fisik yang bagus dan mereka melakukan sesi khusus untuk meningkatkan ketahanan fisik ini," ungkap Syamsul.

Faktor tuan rumah

Philipina di luar dugaan juga tampil bagus di turnamen 2010.

Tim ini masuk ke semifinal dan bila mereka mengulangi kembali prestasi ini, bisa jadi langkah mereka sulit dihadang.

Yang juga tidak bisa dianggap sebelah mata, tentu saja adalah tuan rumah Grup A, Thailand.

"Thailand memiliki kompetisi liga yang rapi," kata Saleh Mukadar, mantan manajer Persebaya.

Sama seperti Singapura, Thailand telah tiga kali menjuarai Piala AFF, namun terakhir kali mereka juara pada 2002.

"Piala AFF sangat penting bagi kami. Kami sadar lawan sangat tangguh," kata Winfried Schafer, pelatih Thailand asal Jerman kepada AFP.

"Namun kami akan memanfaatkan faktor tuan rumah untuk bisa juara," kata Schafer.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.