Peluang Indonesia kali ini

Terbaru  28 November 2012 - 19:45 WIB
Piala AFF

Indonesia dikalahkan Malaysia 2-4 di babak final Piala AFF 2010.

Optimisme kembali mengiringi tim nasional Indonesia untuk unjuk gigi di turnamen sepak bola dua tahunan untuk negara-negara ASEAN, Piala AFF.

"Dari sisi teknis, mental, dan komposisi pemain, Indonesia bisa bersaing dengan tim-tim lain. Kami yakin bisa juara," kata Habil Marati, manajer Timnas Indonesia.

"Grafik penampilan para pemain terus meningkat dan tentunya kami berharap para pemain di posisi puncak ketika berlaga di babak final," kata Habil.

Ia menambahkan Indonesia berpeluang besar menjuarai Piala AFF 2012 setelah mencermati penampilan pemain di beberapa pertandingan uji coba.

Sebelum berlaga di Piala AFF, yang dimulai hari Sabtu (24/11), Indonesia menang 1-0 atas Timor Lester dan menahan imbang 0-0 Timnas Kamerun.

"Timor Leste bukan tim yang mudah dikalahkah sementara Kamerun adalah tim yang kuat. Jadi, kami optimistis hasil terbaik akan kami raih," kata Habil.

Dua tahun lalu Indonesia maju ke partai puncak namun di dua kali pertandingan di babak final, Indonesia dipaksa mengakui keunggulan Malaysia.

Lebih fokus

Pendukung Indonesia

Indonesia diharapkan bisa juara untuk pertama kalinya di turnamen Piala AFF.

Di laga pertama di Kuala Lumpur, Indonesia kalah 0-3 dan di pertandingan kedua di Jakarta, Indonesia hanya menang tipis 2-1.

Agregat 4-2 mengantarkan Malaysia menjuarai Piala AFF untuk pertama kalinya pada 2010.

Optimisme senada disampaikan mantan manajer Persebaya, Saleh Mukadar.

Dalam pandangan Saleh, kegagalan Indonesia merebut piala dua tahun lalu lebih banyak disebabkan oleh faktor nonteknis. Kali ini Saleh melihat faktor nonteknis ini tidak sebesar tahun lalu.

"Pengurus PSSI sepertinya jauh lebih fokus ke sepak bola. Ini perkembangan yang menggembirakan. Saya yakin Indonesia akan tampil bagus," ujar Saleh.

Komposisi Indonesia tahun ini banyak berubah dari dua tahun lalu antara lain akibat adanya dualisme di PSSI yang melahirkan dua kompetisi liga sepak bola, Liga Super Indonesia (LSI) dan Liga Primer Indonesia (LPI).

LSI tidak diakui oleh PSSI dan manajemen LSI melarang pemain di liga ini masuk timnas, padahal beberapa pemain papan atas Indonesia ada di liga ini.

Bambang Pamungkas, penyerang andal timnas yang bermain di klub LSI Persija, memutuskan untuk bergabung ke timnas di tengah ancaman sanksi dari klub.

Melawan Laos

Syamsul Hadi, wartawan olahraga harian Kompas di Jakarta menggambarkan situasi ini tidak ideal.

"Dari situ kita bisa melihat bagaimana Nil membaca pertandingan dan menerapkan taktik yang bisa menghasilkan kemenangan."

Syamsul Hadi

"Ini menyebabkan persiapan pembentukan tim nasional tidak semulus yang diharapkan," kata Syamsul.

Timnas Indonesia kali ini dipoles oleh pelatih Nil Maizar, manajer klub Semen Padang, yang oleh Syamsul Hadi dinilai memiliki kemampuan bagus untuk memotivasi pemain.

Namun soal strategi di lapangan, Syamsul ingin melihat dulu laga pertama Indonesia di Grup B.

"Dari situ kita bisa melihat bagaimana Nil membaca pertandingan dan menerapkan taktik yang bisa menghasilkan kemenangan," kata Syamsul.

Pertandingan melawan Laos digelar di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, hari Minggu (25/11).

Syamsul berharap Indonesia bisa memetik tiga angka bersih, sehingga memudahkan perjalanan tim ini ketika menghadapi Singapura dan Malaysia.

"Kalau Indonesia menang melawan Laos, dan mencuri angka ketika melawan Singapura dan Malaysia, besar kemungkinan Indonesia bisa maju ke semifinal dan final," katanya.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.