Mencari terobosan di sektor putri

  • 5 Maret 2013
polii dan jauhari
Greysia Polii dan Meilana Jauhari saat tampil di Olimpiade 2012

Prestasi atlet bulutangkis putri sejak dekade tahun 1990-an belum ada lagi yang menonjol bahkan terus menunjukan penurunan.

Dominasi Indonesai di sektor putri tidak lagi mengerikan bagi negara bulutangkis di kawasan Asia bahkan untuk wilayah Asia Tenggara sekalipun.

Indonesia bahkan harus mengakui keunggulan Thailand dalam perebutan medali emas di nomor bulutangkis beregu putri pada Sea Games le-26 tahun 2011 di Palembang.

Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia mengakui ada banyak kesulitan untuk mengembalikan prestasi bulutangkis di sektor putri seperti di era Susi Susanti atau Sarwendah Kusumawardani.

"Harus diakui bahwa keberadaan pemain putri kita baik ganda maupun tunggal masih belumlah kita bisa mencetak seperti seorang Susi Susanti, Sarwendah Kusumawardhani atau Mia Audina," kata Ketua Bidang Pelatihan Nasional Cipayung, Christian Hadinata.

"Dari sisi perekrutan kita tetap mencari yang terbaik yang ada di Indonesia yang ada namun kualitas pemain saat ini tidak seperti Susi atau Mia."

Mencari terobosan

Ketua PBSI Gita Wirjawan mengatakan dia telah menyiapkan strategi jangka panjang untuk mendorong munculnya prestasi di sektor putri salah satunya menciptakan iklim profesionalisme di kalangan atlet pelatnas.

"Rencana kita bukan untuk waktu satu atau dua minggu, rencana kita untuk dua, tiga ,empat dan lima tahun yang penting adalah semangat kelembagaan dan ditopang dengan profesional dan juga sistem kompensasi yang tepat," kata Gita.

"Kalau ini diterapkan secara konsisten, saya percaya ngga alasan kita ngga bisa meraih kesuksesan di semua nomor."

Gita juga menunjuk sejumlah nama untuk meningkatkan prestasi di sektor putri dengan menempatakan Liang Chiusia-mantan pelatih Mia Audina dan Susi Susanti- dan Sarwendah Kusumawardhani untuk menangani sektor tunggal putri.

Sementara untuk menangani sektor ganda putri, posisi pelatih kepala dipercayakan kepada Reony Mainaky yang selama ini menangani tim putri Jepang.

"Saya berharap dari pelatih-pelatih ini mereka bisa memaksimalkan prestasi yang ada saat ini, yang terpenting adalah bagaiimana menyiapkan program yang tepat untuk para pemain ini," kata Mantan atlet yang kini juga menjadi staf ahli di PBSI, Susi Susanti.

Berita terkait