PBSI dorong kejuaraan rutin di daerah

  • 6 Maret 2013
Atlet Pelatnas
Image caption PBSI janjikan sistem promosi baru untuk dongkrak prestasi pemain badminton nasional.

Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia, PBSI kembali melirik potensi atlet di daerah luar Jawa untuk bisa mengembalikan prestasi bulutangkis Indonesia.

Kepala Bidang Pengembangan, Basri Yusuf mengatakan mereka akan mendorong setiap provinsi untuk menggelar kejuaraan rutin setiap tahun untuk menjaring atlet unggulan.

"Kita akan menjaring pemain potensial di daerah yang bisa menjadi investasi dan arahnya ke Pelatnas," kata Basri kepada Wartawan BBC Indonesia Andreas Nugroho.

"Tahap pertama kami di bidang pengembangan ingin mengaktifkan agar semua pengprov bisa menggelar kejuaran tingkat provinsi dulu dari situ kami ingin memantau potensi pemain dari luar Jawa."

Langkah ini juga merupakan bagian dari rencana untuk memutuskan perlu tidaknya dibentuknya Pelatnas yang tidak hanya berpusat di Jakarta tapi juga di sejumlah daerah luar Jawa.

Dua divisi

"Hasilnya nanti akan kita lihat apakah standar mereka sudah bisa mengikuti ke pulau Jawa atau tidak baru akan ada wawasan soal desentralisasi pelatnas," jelas Basri.

Pola kompetesi yang lebih kompetetif juga dijanjikan akan dilakukan oleh PBSI.

"Kejurnas nanti akan saya bagi dua divisi, divisi pertama akan terdiri dari pemain elit dan divisi dua terdiri dari pemain-pemain hasil kejuaran di tingkat provinsi."

Pemerhati bulutangkis, Ian Situmorang menilai untuk menjaring pemain berbakat PBSI tidak perlu untuk berkonsentrasi mengamati semua daerah.

"Bulutangkis tidak perlu merasa berpikir untuk memanfaatkan semua daerah itu terlalu luas dan harus selektif karena sejarah mengatakan potensi hanya berada di sejumlah daerah tertentu," kata Ian.

Dia juga menilai PBSI perlu memperjelas sistem degradasi dan promosi yang jelas di Pelatnas.

"Sistem promosi dan degradasi antara pemain pratama dan utama di Pelatnas juga harus ditegaskan."

Sebelumnya PBSI menjanjikan akan ada evaluasi pertahun terhadap pemain di pelatnasa berdasar prestasi yang mereka telah mereka bukukan.

Berita terkait