Got a TV Licence?

You need one to watch live TV on any channel or device, and BBC programmes on iPlayer. It’s the law.

Find out more
I don’t have a TV Licence.

Rangkuman

  1. Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dinyatakan bersalah kasus penistaan agama, dijatuhi hukuman penjara dua tahun dan ditahan
  2. Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebelumnya hanya dituntut hukum penjara satu tahun dengan masa percoobaan dua tahun dalam kasus terkait pidatonya di Kepulauan Seribu.
  3. Hakim menghukum dengan pasal 156a uuntuk penistaan, lebih berat dari tuntutan jaksa yang menjerat dengan pasal 156 tentang pernyataan permusuhan dan kebencian terhadap terhadap suatu golongan.
  4. Massa pro dan anti-Ahok berdatangan memenuhi Gedung Kementerian Pertanian.

Laporan langsung

Semuanya waktu Inggris

Dan akhirnya, sekian liputan langsung BBC Indonesia kali ini. Seluruh awak yang bertugas mengucapkan terima kasih atas kebersamaan Anda. Sampai jumpa dalam liputan langsung berikutnya. Sebagai salam terakhir, kami posting ulang posting lucu ini. Salam.

twitter
BBC

Para pegiat kebebasan tuntut penghapusan pasal penistaan

pro ahok
BBC

Massa 'tradisional' pendukung Ahok sudah mulai surut. Digantikan para pegiat kebebasan dan HAM, yang sebagian besar tak ada urusan dengan Ahok dan kontroversi Pilkada selama ini. 

Okky
BBC
Okky Madasari di tengah aksi para pegiat HAM di depan Penjara Cipinang.

"Kebebasan sedang dalam ancaman," lata Okky Madasari, di atas mimbar.

"Pasal 156a, pasal penistaan agama bisa seenaknya digunakan untuk menyudutkan dan membungkam yang tidak disukai, membungkam kebebasan. Pasal ini bertentangan dengan prinsip demokrasi. Harus dihapus dari sistem hukum kita," tandas Okky Madasari.

pro Ahok
BBC

Aksi pegiat HAM dan kebebasan di Penjara Cipinang

pro Ahok
BBC

Dilaporkan Sri Lestari, kawasan sekitar penjara Cipinang masih dipenuhi massa pendukung Ahok. Mereka sempat membakari sejumlah ban, namun suasana sudah lebih tenang.

Sementara itu sejumlah orang dari kelompok masayarakat sipil juga sudah mulai datang untuk melakukan aksi solidaritas terkait penggunaan pasal penistaan agama.

Pro Ahok
BBC

Dipimpin antara lain oleh penulis Okky Madasari, aksi dimaksudkan untuk mengingatkan bahwa vonis pada Ahok merupakan ancaman terhadap kebebasan berbicara di Indonesia.

"Putusan dua  tahun hukuman penjara untuk Ahok tidak bisa diterima baik dari kacamata keadilan maupun dari ukuran akal sehat," kata penulis berbagai novel dan pemenang berbagai penghargaan sastra ini.

"Terlihat jelas bagaimana hakim dan sistem peradilan tunduk pada tekanan massa dan bisa menjadi alat politik. Aksi malam ini penting untuk menunjukkan bahwa masih banyak orang Indonesia yang memiliki hati nurani dan siap berjuang untuk keadilan," katanya pula.

Dubes Inggris untuk Indonesia ikut berbicara

Sy knl @basuki_btp Mengagumi kerjanya u/ Jkt. Percaya dia tdk antiIslam. Doa sy u/ Bu Vero&kel. Para pemimpin hrs mnjaga toleransi&kerukunan

Kantor Komisi Tinggi HAM PBB (OHCHR)  mencuit bahwa mereka meminta UU penodaan agama dikaji ulang setelah hakim menjatuhi vonis dua tahun penjara untuk Ahok karena dianggap menista agama. 

We are concerned by jail sentence for #Jakarta governor for alleged blasphemy against #Islam. We call on #Indonesia to review blasphemy law

Undang-undang tentang penodaan agama disorot

#LawanPasalKaret mulai digunakan di Twitter

Pilkada sudah lewat. Pro Ahok maupun pro Anies, ini pasal karet defamasi dan blasphemy merugikan kamu/kita semua lho. #lawanpasalkaret

Pembubaran ormas. Vonis penodaan agama. Tidakkah seharusnya kita menoleh ke arah istana? #lawanpasalkaret

Massa di Rutan Cipinang ricuh

Laporan: Sri Lestari

BBC
BBC

Kapolres Jakarta Timur Andry Wibowo menyampaikan bahwa Ahok meminta maaf tidak dapat menemui pendukungnya yang berada di luar lapas Cipinang, lapor Sri Lestari. Dia mengatakan bahwa saat ini Ahok tengah berdoa di dalam bersama keluarga. 

Massa tampak emosi dan beberapa kali mendorong pagar halaman lapas Cipinang. Sementara puluhan petugas polisi berupaya menahan pintu pagar dari dalam halaman lapas. Ratusan pendukung Ahok mengatakan akan bertahan di depan lapas Cipinang sampai pagi. 

Beberapa kali pemimpin peserta aksi meminta pendemo untuk tenang dan tidak terprovokasi. Meski demikian ada beberapa orang yang sesekali mendorong pagar, juga membakar ban. Mereka meminta Ahok untul berbicara di depan massa. 

BBC
BBC

Potret kebahagiaan di kubu anti-Ahok setelah sidang vonis. 

Getty Images
Getty Images
Getty Images
Getty Images

Jokowi angkat bicara di Papua

Jokowi
BIRO PERS KEPRESIDENAN
Presiden Jokowi memberikan pernyataan tentang Ahok, di Papua.

Presiden Joko Widodo menyerukan semua pihak menghormati putusan Majelis Hakim yang telah menjatuhkan vonis dua tahun penjara  bagi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

“Saya minta, saya minta semua pihak menghormati proses hukum yang ada, serta putusan yang telah dibacakan oleh majelis hakim," kata Jokowi kepada wartawa, usai meresmikan listri desa di Papua dan Papua Barat, di Distrik Muara Tami, Jayapura, Papua. 

"Termasuk juga kita harus menghormati langkah yang akan dilakukan oleh Pak Basuki Tjahaja Purnama untuk banding,” kata Presiden pula.

Ia menegaskan, pengadilan sepenuhnya independen dalam menjatuhkan putusan.

“Sekali lagi pemerintah tidak bisa mengintervensi proses-proses hukum yang ada.”  

Djarot dilantik sebagai Plt. Gubernur gantikan Ahok

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo melantik Djarot Syaiful Hidayat sebagai pelaksana tugas Gubernur Jakarta, menggantikan Ahok yang langsung masuk penjara Ciipinang, langsung setelah vonis dua tahun penjara dibacakan. 

Halaman penjara Cipinang penuh pendukung Ahok

pro Ahok
BBC Indonesia
Para pendukung Ahok saat akan meninggalkan kawasan lokasi sidang untuk menuju ke LP Cipinang.

Ratusan pendukung gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, tumpah ruah di halaman Rutan Cipinang, Jakarta Timur.

Dengan umumnya berpakaian kota-kotak -identitas pasangan Ahok-Djarot, mereka melakukan mimbar bebas: para pendukung silih berganti berpidato. Umumnya menyampaikan dukungan dan simpati, serta mengecam putusan yang dinilai tidak adil. 

Sebagian juga membentang spanduk dan poster-poster menuntut pembebasan Ahok.

Djarot akan ajukan penangguhan penahanan bagi Ahok

Wakil Gubernur Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat, akan mengajukan permohonan penangguhan penahanan untuk Ahok yang kini sudah ditahan di Rutan Cipinang.

"Alasan utamanya, adalah supaya pelayanan kepada warga Jakarta tidak terganggu, karena kami ingin berfokus pada pelayanan di sisa jabatan hingga Oktober mendatang" kata Djarot kepada wartawan di halaman Penjara Cipinang.

"Saya akan bicara dengan Biro Hukum, dan kalau bisa sore ini permohonan itu akan diajukan kepada Pengadilan Tinggi Jakarta, karena kalau Pengadilan Negeri kan sudah selesai prosesnya dengan vonis ini," tambah Djarot.

"Saya menyediakan diri sebagai jaminan. Dan Pak Ahok sangat kooperatif, tidak akan melarikan diri, tidak akan menghilangkan alat bukti," kata Djarot pula.

BBC
BBC

Balon-balon ikan nemo yang dibawa oleh pendudkung Ahok terlepas dan tersangkut di kabel listrik, ketika mereka mulai meninggalkan lokasi persidangan, menuju Cipinang, tempat Ahok ditahan, lapor Rafki Hidayat. 

'Sebuah ketidak-adilan dilakukan hari ini'

Laporan Rebecca Henschke

Bambang Harymurti, mantan pemimpin redaksi Majalah Tempo: "Suatu ketidak-adilan telah dilakukan hari ini. Saya tidak percaya bahwa Ahok bersalah. Saya kira putusan ini lebih karena tekanan politik dan mobocracy -tekanan massa. Ini sangat buruk bagi kebebasan berbicara di Indonesia. Dan kebebasan berekspresi adalah pilar demokrasi. Jadi saya kitra ini adalah hari yang sangat menyedihkan bagi demokrasi." 

Bambang Harymurti
BBC

Wartawan BBC ditanyai petugas imigrasi

Petugas imigrasi menarik wartawan BBC Rebecca Henschke ketika sedang melakukan laporan pandangan mata untuk radio. Sang petugas meminta wartawan kami menunjukkan paspornya. Ternyata sejumlah wartawan asing juga mendapatkan perlakuan yang sama. 

Alissa Wahid soal pasal penodaan agama

Turut bersedih untuk vonis atas pak @basuki_btp. Saya percaya pak Ahok sebagai politisi & pemimpin sudah siap untuk hadapi kemungkinan2.

Pasal penodaan agama memang problematik. Ini pasal terakhir yang Gus Dur terlibat mengajukan Judicial Review-nya ke MK. Dan gagal.

Foto bersama di Cipinang

Banyak foto beredar di media sosial, menampilkan foto bersama Ahok di Rutan Cipinang. Tetap menjadi idola?

Basuki Tjahaja Purnama berfoto di Rutan Cipinang (sumber foto: Leopold)

Basuki Tjahaja Purnama berfoto di Rutan Cipinang (sumber foto: Leopold)

Menteri Dalam Negeri: Ahok dinon-aktifkan sebagai gubernur

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyatakan, pemerintah akan menon-aktifkan Basuki Tjahaja Purnama, sesudah gubernur Jakarta itu ditahan.

"Hari ini pemerintah akan mengirim surat ke Pengadilan, meminta salinan keputusan, dan perintah tindak lanjut dari putusan tersebut," katanya.

"Selanjutnya, Kemendagri akan menugaskan Wakil Gubernur DKI sebagai pelaksana tugas Gubernur Jakarta, sampai Oktober, habis masa bakti Pak Ahok-Djarot," katanya pula.

Disebutkannya, berdasarkan perundangan Kepala Daerah yang ditahan atau dituntut hukuman lima tahun penjara, tidak bisa lagi mengemban jabatannya.  

Apakah Ahok dikorbankan untuk meredakan suhu politik?

Vonis hakim yang lebih berat dari tuntutan jaksa, bahkan menggunakan pasal yang tidak digunakan oleh jaksa dalam tuntutannya, menimbulkan berbagai pertanyaan.

Pengacara menyebut, 'bisa memaklumi,' karena adanya tekanan massa.

Memang, bahkan Jumat (5/5) lalu, ribuan massa dikerahkan ke Mahkamah Agung, dan sejumlah tokoh mereka diterima untuk menyampaikan tuntutan agar hakim 'independen' dalam menjatuhkan putusan.

Beberapa waktu lalu, saat gerakan massa mulai marak, BBC menurunkan laporan analisis tentang apakah akhirnya Ahok akan dikorbankan untuk meredakan suhu politik. Silakan menyimaknya lagi.

Akankah Ahok 'dikorbankan' untuk meredakan suhu politik?

TerbaruAhok tiba di penjara Cipinang

Teka-teki itu terjawab sudah. Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tiba di penjara Cipinang dengan pengawalan ketat. Ia dibawa ke Cipinang dengan kendaraan Baracuda lapis baja, disambut puluhan pewarta.

Para wartawan berteriak-teriak memintanya menoleh untuk difoto. Ahok sempat melampaikan tangan kepada para wartawan, namun tak mengucapkan sepatah kata pun.

Monang warga Jakarta mengatakan Ahok harusnya bebas ini merupakan putusan yang tidak adil "kalau dia menistakan agama dia pasti sudah diserang oleh warga setelah pidato di Kepulauan Seribu".

BBC
BBC

Djarot: Ini soal sahabat dengan sahabat

Wakil Gubernur Jakarta Djarot Sjaiful Hidayat mengatakan, prihatin atas vonis terhadap Ahok.

"Tapi ini kan masih panjang prosesnya. Masih banding," katanya.

Betapa pun, dari segi pengelolaan pemerintah, katanya, ia akan melakukan tugasnya menjalankan program-program yang tersisa hingga Oktober nanti, jika Ahok benar-benar ditahan.

Lepas dari itu, katanya, urusannya bukan semata antara wakil gubernur dengan gubernurnya.

"Ini soal sahabat dengan sahabat. Saya akan selalu solider dan siap melakukan apa yang bisa dilakukan untuk sahabat saya. Sebagaimana Anda akan melakukan yang sama untuk sahabat ANda," katanya keapda para wartawan yang mengerubunginya.

Pengacara 'maklum pada putusan hakim yang dalam tekanan massa'

Tommy Sihotang salah satu pengacara Ahok mengatakan, putusan ini menunjukkan, 'Majelis hakim berusaha membuktikan kesalahan Pak Ahok." Padahal seharusnya itu tugas jaksa, katanya. 

"Jaksa justru menuntut Pak Ahok dengan pasal 156, karena menganggap penodaan agama tidak terbukti, Lalu hakim justru berusaha membuktikan Pak Ahok bersalah dalam hal penodaan agama."

Pengacara Ahok lainnya, I Wayan Sudiarta, salah satu pengacara Ahok mengatakan, "putusan ini bisa dimaklumi tapi tak bisa diterima."

"Kami memaklumi, karena adanya tekanan luar biasa dari massa. Dengan berbagai demonstrasi dan sebagainya. Hakim kan manusia biasa. Jadi kami memaklumi. Tapi kami tidak menerima," tandasnya.

"Kami menyatakan banding. Kami kecewa, alat-alat bukti tidak cocok dengan yang jadi putusan hakim."

View more on twitter

Djarot akan gantikan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta

Setelah hakim memutuskan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama bersalah dalam kasus penodaan agama dan harus dipenjara selama dua tahun, Guru Besar Ilmu Administrasi Negara Universitas Gajah Mada, Prof Dr Miftah Toha, mengatakan jabatan gubernur seharusnya dipegang Djarot Saiful Hidayat yang sebelumnya menjabat wakil gubernur.

“Hal ini sudah menjadi ketentuan dalam administrasi negara. Jika gubernur tidak bisa melaksanakan tugasnya, maka wakil gubernur yang menggantikan,” kata Miftah.

Miftah kemudian memberi contoh ketika Joko Widodo menjadi presiden pada 2014. “Saat itu, Ahok yang kemudian menggantikan menjadi gubernur.”

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah telah mengatur mengenai tata cara pemberhentian kepala daerah.

Pasal 66 huruf C menyebutkan, “Wakil kepala daerah mempunyai tugas melaksanakan tugas dan wewenang kepala daerah apabila kepala daerah menjalani masa tahanan atau berhalangan sementara.”

“Karena itu, tidak ada masalah dalam pengelolaan pemerintahan DKI Jakarta. Djarot yang akan menjabat gubernur sementara,” kata Miftah.

Meski demikian, menurutnya, tidak akan ada pemilihan wakil gubernur lantaran periode penyerahan jabatan kepada gubernur-wakil gubernur yang baru tinggal lima bulan. 

Pengacara Ahok: Belum jelas apakah Ahok langsung ditahan

Tommy Sihotang, salah satu pengacara Ahok mengatakan tidak tahu pasti apakah Ahok langsung ditahan.

"Kami kehilangan komunikasi, masih sedang dicek," katanya kepada wartawan.

"Tapi keputusannya memang Pak Ahok dijatuhi dua tahun penjara dan ditahan. Namun kan kami menyatakan banding, jadi belum ada keputusan tetap. Nah, ini bagaimana. Apakah penahanan itu langsung, atau sesudah ada keputusan tetap."

TerbaruAhok langsung dibawa ke penjara Cipinang?

Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dikabarkan langsung dibawa ke penjara Cipinang, untuk menjalani hukuman dua tahun penjara yang dijatuhkan majelis hakim, paor sejumlah wartawan. Namun hal ini belum mendapat pengukuhan.

Belum jelas pula, bagaimana seterusnya pengelolaan pemerintah provinsi DKI Jakarta. 

'Pasal penistaan agama seharusnya tidak ada'

a
Getty

Bivitri Susanti dari lembaga Pusat Studi Kebijakan Hukum (PSHK) menilai hakim dalam sidang Ahok bisa saja berargumen bahwa dia teryakinkan dengan saksi-saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum, terlepas dari apakah saksi-saksi itu melihat, mendengar, dan mengalami sendiri pidato Ahok di Kepulauan Seribu.

"Putusan hakim mengikat dan harus kita hargai," kata Bivitri.

Bagaimanapun, Bivitri menegaskan bahwa pasal penistaan agama seharusnya tidak ada dalam hukum Indonesia. 

"Kalau kita perhatikan dalam sidang-sidang selama ini, penistaan agama tidak terbuktikan dengan baik. Karena itu, saya tidak setuju Ahok kena pasal penistaan agama," kata Bivitri.

Pakar pidana: Hakim lebih yakin dari jaksa

Getty
Getty Images

Eva Ahyani Djulfa, dosen hukum pidana Universitas Indonesia, menilai putusan majelis hakim dalam sidang Ahok menarik, karena berbeda dan jauh lebih tinggi dari tuntutan jaksa.

"Biasanya yang menuntut lebih yakin, tapi sekarang majelis hakim yang lebih yakin," kata Eva.

Menurutnya, hakim menilai unsur per unsur pada Pasal 156a yang akhirnya dipakai sebagai dasar putusan.

"Penetapan hakim berupa pidana penjara dua tahun, saya kira suatu hal bijak yang diputuskan hakim. Hakim justru lebih jeli dalam melihat perkara ini dibanding jaksa," kata Eva.

Salah satu yang menarik, kata Eva, adalah apa yang disampaikan hakim mengenai kualifikasi saksi-saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum, namun dipermasalahkan penasihat hukum sebagai saksi-saksi de auditu—yang tidak punya kualifikasi sebagai saksi.

"Hakim melihat perkembangan mengenai kualifikasi saksi seperti diputus Mahkamah Konstitusi bahwa saksi tidak perlu melihat, tidak perlu mendengar, atau tidak perlu mengalami suatu tindak pidana asalkan keterangannya punya relevansi terhadap suatu perkara pidana sehingga keterangannya harus didengar dalam suatu perkara pidana."

”Itu yang menjadi alasan bagi hakim untuk tetap menerima saksi-saksi ini sebagai saksi-saksi yang memiliki kekuatan pembuktian seperti yang ada pada pasal 184 KUHAP,” kata Eva.

Ke depan, menurut Eva, sidang putusan Ahok menjadi suatu preseden yang akan menjadi rujukan.

“Di masa mendatang, yang akan menjadi perdebatan adalah makna relevansi saksi-saksi. Sejauh apa hakim bisa menilai saksi-saksi itu relevan atau tidak. Bisa kesulitan jika dipakai teman-teman penyidik karena ukurannya tidak jelas. Dalam kasus-kasus lain, bukan hanya hakim, penyidik dan penuntut umum harus dibekali untuk menilai saksi relevan atau tidak,” kata Eva.

Sehari setelah 'dibubarkan,' aktivis HTI orasi di sidang Ahok

Laporan: Oki Budhi

aksi HTI
BBC

Meski telah dibubarkan pemerintah, bendera organisasi kemasyarakat Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) masih berkibar pada demo anti-Ahok.

Bendera putih atau hitam HTI, dibawa oleh pengikut HTI secara leluasa. Mereka mengibarkan-ngibarkan bendera itu ketika orator yang berpidato dari mobil komando menerikkan yel-yel atau orasinya. Apalagi ketika salah satu tokoh HTI, yang disebut bernama Muhammad Glorawan berorasi.

Aksi HTI
BBC

Selain mendapat dukungan dari anggotanya, ormas-ormas yang lain juga ikut berteriak-teriak memberikan dukungan terhadap apa yang disampaikan Muhammad Glorawan, seperti orator-orator sebelumnya.

Dia menyatakan, meskipun HTI tetap ditutup, 'semangat umat Islam tetap membara.' "Inilah tanda-tanda umat Islam akan kembali memimpin peradaban dunia. Ini adalah pertanda kehidupan manusia akan terjaga. Agama allah ini tak akan ada lagi yang berani menistakan," teriak Muhammd Glorawan.

Pernyataannya itu diiringi teriakan "Allahu Akbar" dari ratusan pendemo yang mengelilinginya." Komentar soal pembubaran HTI juga disampaikan pembicara sebelumnya, Eka Jaya, Tokoh Jawara Betawi.

Dia mempertanyakan, "mengapa HTI dibubarkan, tetapi Ahmadiyah tidak dibubarkan. Kalau sekarang HTI, tidak tertutup kemungkinan nanti FPI, Muhammadiyah, Nahdhatul Ulama yang dibubarkan."

Kecewa atau senang?

Reaksi beragam di media sosial

Ahok sentenced to two years on blasphemy. One of the worst decisions the judges can do to the Indonesian political scene...

Alhamdulillah Ahok terbukti menodai Agama Islam dan membuat gaduh masyarakat Indonesia.

Yang menyebabkan perpecahan dan kekacauan itu pernyataan pak Ahok, atau pihak2 yang memanfaatkannya? Jawabnya dalam hati aja.

reklamasi dilanjutkan pabrik semen rembang dipaksa jalan buku pelajaran mau disortir HTI dibubarin Ahok dipenjara sungguh negara mati gaya

Sidang Ahok bisa menjadi preseden politik yang buruk

Tobias Basuki, peneliti dari lembaga Centre for Strategic and International Studies (CSIS), menilai sidang yang menjadikan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok bisa menjadi preseden politik yang buruk.

Menurutnya, di masa mendatang, ucapan politisi akan dipelintir ke ranah agama dan primordialisme untuk menjatuhkannya. 

"Sidang ini menjadi pembelajaran politik praktis bagi parpol dan politisi. Kalau menghadapi incumbent yang berat, approval rating-nya tinggi, pelintir saja omongannya dan kaitkan dengan agama," kata Tobias. 

Meski demikian, Tobias memperkirakan sidang vonis terhadap Ahok tidak menimbulkan riak politik yang besar. "Sidang vonis ini adalah penutupnya."

"Dua tahun, nggak puas sih," kata salah satu kubu anti-Ahok. 

Tapi tuntutan Jaksa kan cuma setahun? 

"Harusnya maksimalnya empat tahun. Tapi ya sudah lah dipuas-puasin aja."

BBC
BBC

Sejumlah pendukung Ahok menangis ketika orator aksi mengumumkan ahok terbukti bersalah dan divonis dua tahun penjara, lapor Sri Lestari.

BBC
BBC

TerbaruAhok akan melakukan banding

Ahok akan melakukan banding terhadap keputusan pengadilan. Majelis hakim memutuskan Ahok bersalah untuk pasal penistaan agama dan dijatuhi hukuman penjara dua tahun. 

'Ahok harus dipenjara' dan 'Free Ahok'

Di media sosial, opini terbelah antara orang-orang yang berpendapat bahwa Ahok bersalah dan tidak bersalah. Tagar 'Ahok harus di penjara' dan 'Free Ahok' sempat menjadi topik populer di Twitter. 

Apa pendapat Anda?

ahok telah melukai hati masyarakat indonesia yg mencintai persatuan dan cinta pada nkri. sangat jelas ahok penista. #AhokHarusDipenjara

Semoga bebas dengan damai #freeahok #saveahok

TerbaruAhok dinyatakan bersalah untuk pasal penistaan agama dan ditahan

Majelis Hakim menyatakan Basuki Tjahaja Purnama bersalah untuk pasal penistaan agama, dijatuhi hukuman dua tahun penjara.dan memerintahkan Ahok ditahan.

Seruan kekerasan di orasi anti Ahok.

Laporan Rafki Hidayat

ANti AHok
BBC
Orasi Eka Jayan di depan lokasi pengadilan.

Seruan 'revolusi' dan seruan merazia kalangan tertentu  dilontarkan di tengah orasi seorang pengunjuk rasa di mimbar bebas anti-Ahok di luar ruang persidangan di Gedung Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan. 

Lontaran itu muncul saat orasi seorang lelaki yang disebut bernama Eka Jaya, yang diperkenalkan sebagai tokoh Jawara Betawi. Dia berorasi di atas mobil komando, yang dikelilingi lebih dari seribu pengunjuk rasa berpakaian serba putih. 

Eka menyerukan, Ahok harus dihukum berat. "Jika tidak, kita siap... (mengatakan kalimat tentang men-sweeping kalangan etnis tertenu dan kalangan dari agama lain) 

Teriakan pertanyaan itupun disahut teriakan keras 'siap!' dari massa. 

Mereka juga berseru, 'siap revolusi' jika tuntutan pemenjaraan Ahok tidak dilaksanakan. 

Lebih jauh lagi, pendemo ramai menyorakkan kata yang menyerukan kekerasan ekstem (kami putuskan menghapus kata itu) karena mereka menilai "Ahok (sebagai) penista agama."

HTI ikut massa anti Ahok di luar gedung sidang

Laporan: Oki Budhi

hti anti ahok
BBC

Sejumlah orang membawa bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dalam mimbar bebas yang menuntut Ahok dihukum berat, di luar lokasi pengadilan, sehari setelah pemerintah menyatakan akan memproses pelarangan dan pembubaran HTI.

Hizbut Tahrir Indonesia dibubarkan pemerintah

Sejumlah pegiat HTI juga tampil di mimbar dan memberikan orasi, kendati sejumlah ormas Islam lain, seperti FPI mengatakan bahwa mereka berbeda dengan HTI.

FPI menyebut, mereka beda dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)

Pakar pidana: 'Penodaan agama, sulit dibuktikan'

Eva Ahyani Djulfa, dosen hukum pidana Universitas Indonesia memandang bahwa ketika jaksa memilih Pasal 156, sebenarnya ada pengakuan dari jaksa penuntut umum bahwa penodaan agama adalah isu yang tidak terbukti. 

"Yang ditekankan jaksa, pidato Ahok di Kepulauan Seribu sebagai sikap yang menyatakan permusuhan (pasal 156), bukan penodaan agama (pasal 156a). Jaksa bergeser pandangannya dari penodaan agama ke konteks permusuhan, yang kita tahu tuntutannya menjadi sangat ringan," kata Eva.

Menurut Eva, dari kacamata teoritis, tujuan terdakwa melakukan penodaan agama sebagaimana disebutkan pada Pasal 156a tidak muncul. Karena dari semua ahli yang dihadirkan maupun saksi sama-sama sependapat, konteks keadaan ketika perkataan dimunculkan, sosisalisasi pemda.

"Unsur kesengajaan dari perbuatan menoda agama sebagaimana disebut pada Pasal 156a pun tidak bisa dibuktikan," ujar Eva.

Bahasa bunga: untuk Ahok

Laporan: Sri Lestari

Merlia (baju kotak-kotak) bersama rekan-rekanya merupakan bagian dari relawan yang membagikan bunga mawar merah dan putih untuk para pendukung Ahok. Dia berharap Ahok bebas "saya inginnya sih bebas karena pak Ahok tidak melakukan penistaan agama,". Selain membagikan bunga para pendukung Ahok meletakkan bunga dan membuat tugu yang bertulis keadilan

BBC
BBC
BBC
BBC