Got a TV Licence?

You need one to watch live TV on any channel or device, and BBC programmes on iPlayer. It’s the law.

Find out more
I don’t have a TV Licence.

Rangkuman

  1. Jumlah yang tewas di Surabaya dan Sidoarjo pada Minggu (13/05) dan Senin (14/05) mencapai 25 orang, 13 di antaranya adalah tersangka pelaku.
  2. Pelaku yang meninggal dunia tersebar dari lokasi tiga gereja yang di bom, hasil pengejaran Densus 88 dan lokasi bom di Mapolrestabes Surabaya, menurut Kepolisian Jawa Timur
  3. Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebutkan seluruh ledakan bom di Surabaya dilakukan masing-masing oleh satu keluarga penuh: suami isteri yang membawa anak-anak mereka.
  4. Presiden Joko Widodo mengatakan Senin (14/05) bahwa, "Kita akan lawan terorisme, kita akan basmi terorisme sampai ke akar-akarnya."
  5. Laporan Heyder Affan, Pijar Anugeah, Famega Syavira, Isyana Artharini, Lesthia Kertopati, Ging Ginanjar di Jakarta, Roni Fauzan di Surabaya, Liston Siregar, dan Mohamad Susilo di London.

Laporan langsung

Semuanya waktu Inggris

Presiden Jokowi 'ancam akan keluarkan Perppu'

Presiden Joko Widodo meminta kepada DPR dan kementrian-kementrian terkait, sehubungan dengan Revisi UU Tindak Pidana Teroris -yang sudah diajukan oleh pemerintah pada Februari 2016 lalu- agar bisa diselesaikan dalam masa sidang berikut.

"Ini merupakan sebuah payung hukum yang penting bagi aparat, bagi Polri untuk bisa menindak tegas dalam pencegahan maupun tindakan."

Presiden bahkan memberi ancaman untuk mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang atau Perppu.

"Kalau nantinya di Bulan Juni, di akhir masa sidang, ini belum segera diselesaikan, saya akan keluarkan Perppu," tegas Presiden Jokowi, Senin (14/05) di Jakarta, sehari setelah mengunjungi lokasi kejadian bom di tiga gereja di Surabaya.

Joko Widodo
AFP
Presiden Joko Widodo sudah berkunjung langsung ke tempat serangan atas tiga gereja di Surabaya, Minggu (14/05).

Keinginan Presiden tersebut ditanggapi oleh Ketua DPR, Bambang Soesatyo, dengan menyatakan siap untuk membahas revisi tersebut.

"Kesulitan penegak hukum saat ini, kenapa revisi UU ini penting, adalah tidak bisa masuk ketika mereka (tersangka pelaku teror) belum melakukan perbuatan atau tindakan yang mengancam. Ke depan penegak hukum bisa masuk ke sana."

Wakil Presiden AS, Mike Pence: Mengecam serangan terhadap minoritas apapun

Wakil Presiden Amerika Serikat, Mike Pence mengatakan AS menentang serangan apapun terhadap kelompok minoritas agama apapun.

"Kami sedih mendengar terjadinya salah satu serangan terparah terhadap umat Kristen di Indonesia. Kami mengecam serangan pengejut ini dan berdoa untuk para korban dan keluarganya," kata Pence dalam cuitannya.

America stands against attacks against any religious minority. We were saddened to learn of one of the worst attack… twitter.com/i/web/status/9…

Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson: 'Kami Tidak Takut'

Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson mengatakan terkejut setelah terjadi serangan teror lebih lanjut di Surabaya Senin (14/05) menyusul serangan terhadap tiga gereja pada hari Minggu (14/05).

"Inggris siap untuk membantu Indonesia dalam memerangi terorisme," kata Boris Johnson diikuti dengan tagar Kami Tidak Takut.

Shocked by news of further attacks in Surabaya today, following Sunday’s appalling attack on worshippers attending… twitter.com/i/web/status/9…

'Saya merasa enggak aman': tanggapan warga Surabaya akan serangan teror

Serangan pengeboman di tiga gereja dan Mapolrestabes yang terjadi dalam dua hari berturut-turut, membuat prihatin sejumlah warga kota Surabaya.

Margareta, warga Kutisari-Surabaya, merasakan marah sekaligus sedih. Perempuan yang berprofesi sebagai guru ini menyesalkan jatuhnya korban anak-anak pada aksi pengeboman di Surabaya.

"(Mereka) masih polos, yang tidak tahu apa-apa. Juga, bahwa saya langsung merasa kok jadi enggak nyaman, jadi enggak aman," katanya kepada wartawan di Surabaya, Roni Fauzan, yang meliput untuk BBC News Indonesia.

Margareta
Roni Fauzan
Margareta: "Saya jadi merasa enggak aman."

Senada dengan Margareta, Budi mengaku cukup khawatir dengan tragedi ini. Warga Banyu Urip-Surabaya tersebut mengaku merasa miris dengan berita-berita teror yang beredar di media sosial dan media massa.

"Kadang kita juga sedikit mulai parno (paranoid) kalau ada orang yang enggak dikenal. Mungkin menurut saya itu mencoba untuk menghasut atau berupaya untuk mengadu domba antara umat muslim dengan umat non-muslim di Surabaya." imbuh lelaki yang bekerja sebagai karyawan swasta ini.

Berbeda dengan Margareta dan Budi, Andik, warga Kenjeran-Surabaya menyatakan dirinya tidak takut.

"Ini sudah sangat meresahkan, tapi kami tidak takut. Kami akan terus bersama Polri untuk memberantas kelompok-kelompok teror yang ada di Surabaya yang sudah meresahkan ini," tandas Andik.

Budi
Roni Fauzan
Budi mengaku menjadi agak paranoid terhadap orang yang tidak dikenal.

Bagaimanapun, mereka berharap pihak berwenang dapat segera memulihkan kembali rasa aman masyarakat Surabaya supaya mereka bisa hidup berdampingan tanpa memandang agama atau suku.

"Tujuannya sih supaya bangsa Indonesia bisa bangkit lagi, bersatu, dan tidak mudah terpecah-belah seperti sekarang." pungkas Margareta.

Mengapa ada ibu yang membawa anak di bawah umur dalam serangan bunuh diri?

Tiga keluarga di Jawa Timur, dalam tiga peristiwa ledakan bom, dilakukan tiga keluarga yang melibatkan anak-anak di bawah umur dan belum bisa memilih secara bebas, yang menunjukkan terjadinya perubahan besar dalam pelibatan keluarga untuk aksi teror, kata feminis dan pengmat radikalisme. Lies Marcoes.

Atas peristiwa itu, menghitung peran dan pengaruh ibu (perempuan) dalam gerakan radikal tak bisa lagi diabaikan. Dalam pendekatan keamanan, peran itu telah dikenali namun sering dianggap kecil, dibandingkan dengan perhatian kepada peran lelaki sebagai pelaku teror. Kajian yang telah melihat keterlibatan perempuan dalam kelompok radikal nampaknya harus menjadi referensi utama", "kata Lies Marcoes dalam tulisannya untuk BBC News Indonesia.

Lebih jauh simak:

Bagaimana para perempuan menjadi pelaku teror dan membawa anak?

Ilustrasi
Davies Surya/BBC

Adakah kaitan ledakan di Sidoarjo dengan serangan bunuh diri di Surabaya?

Kepala keluarga perakit bom yang meledak di rumah susun Wonocolo, Sidoarjo adalah teman dekat dalang serangan bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, kata Kapolri Tito Karnavian.

Anton Febrianto (47) tewas bersama istrinya, Puspita Sari (47) dan anak pertamanya, LAR (17). Sementara tiga anak lainnya, LAR (15), FP (11), GHA (11) mengalami luka-luka dan dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara.

Polisi berjaga di Rusunawa Wonoloco, Sidoarjo.
Umarul Faruq/ANTARA

Anton ditemukan tewas dalam keadaan memegang saklar bom. Polisi menduga ia bersama istri dan anak-anaknya berencana meluncurkan aksi teror kedua setelah serangan di gereja di Surabaya namun bomnya keburu meledak karena kecelakaan.

Kapolri mengatakan Anton adalah teman Dita Supriyanto, pelaku bom bunuh diri di Gereja Pantekosta GPPS Arjuno pada Minggu (13/05) dan pemimpin Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Surabaya.

"Mereka aktif berhubungan, dan pernah berkunjung ke Lapas Napi terorisme di Tulungagung (pada) tahun 2016," kata Tito dalam jumpa pers di Surabaya.

Ia menambahkan bahwa dari olah TKP di Sidoarjo, polisi menemukan sejumlah bom pipa. Bom-bom tersebut mirip dengan bom yang tidak meledak di sejumlah TKP di Surabaya.

Operasi polisi di Sidoarjo dan Surabaya: empat tewas dan sembilan ditangkap

Sepanjang hari Senin (14/5), sejak serangan terhadap Markas Polrestabes Surabaya polisi telah 'melakukan penangkapan terhadap 13 orang di Sidoarjo dan Surabaya," kata Jubir Polda Jabar Frans Barung.

"Jadi, sembilan orang ditangkap dalam keadaan hidup di Surabaya, dan empat orang ditangkap dalam keadaan mati di Sidorajo."

Polisi menggunakan istilah 'ditangkap dalam keadaan mati,' terhadap terduga troris yang tewas tertembak.

Salah satu terduga troris ditangkap di Graha Pena, gedung yang cukup terkenal di Surabaya.

Sementara 3 orang lain ditangkap di kawasan Jembatan Merah Surabaya.

Menurut polisi, ketujuh orang itu diduga bermaksud melancarkan aksi lanjutan, menyusul serangan di Polrestabes Surabaya Senin (14/5) pagi dan serangan di tiga gereja sehari sebelumnya.

Time line kejadian
BBC

Jumlah korban tewas dalam serangan bom Surabaya jadi 18 orang

Juru bicara Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera mengungkap bahwa jumlah korban tewas dalam serangan gereja di Surabaya bertambah jadi 18 orang, yang termasuk enam orang pelaku.

Adapun jumlah korban dari masyarakat bertambah jadi 12 orang. "Ini karena ada serpihan-serpihan yang kita kumpulkan, dan kemudian kita identifikasi," kata Frans.

Ia menambahkan, polisi juga telah menangkap 13 orang yang diduga merencanakan serangan. Empat diantaranya tewas setelah "dilumpuhkan".

Frans berkata pihaknya akan terus melaporkan perkembangan dari proses identifikasi korban yang tengah berlangsung.

Presiden Jokowi desak revisi UU Terorisme

Presiden Jokowi
Biro Pers Sekretariat Presiden

Menyusul serangan teror di Surabaya, Presiden Joko Widodo mendesak DPR dan kementerian terkait untuk merampungkan revisi Undang-Undang anti terorisme, yang sudah diajukan pemerintah sejak Februari 2016 lalu.

"Kalau nanti di akhir sidang (DPR) Juni belum rampung, saya akan keluarkan Perppu," kata Jokowi di Jakarta.

Ia menekankan bahwa revisi ini payung hukum yang penting bagi pencegahan dan penindakan terorisme.

Densus 88 tembak mati dua terduga teroris dan menangkap lima lainnya

Polisi menembak mati dua orang dan menangkap lima orang lainnya terduga teroris terkait serangkaian serangan bom bunuh diri di tiga gereja dan markas Polrestabes Surabaya.

"Ketujuh orang ini, (Senin) subuh tadi, ada yang ditembak mati karena berusaha melawan anggota (polisi)," kata juru bicara Polda Jatim, Frans Barung dalam jumpa pers di Mapolda Jatim, Senin (14/05).

Dua dari tujuh orang terduga teroris ini, menurutnya, ditembak mati karena "melawan dan membahayakan petugas", kata Frans.

"Kemudian lima orang kita lakukan penangkapan," ungkapnya. Tiga orang ditangkap di Surabaya dan dua orang lainnya ditangkap di Sidoarjo.

"Mereka sudah merencanakan penyerangan terhadap beberapa sasaran, yang kemudian digagalkan," kata Frans dalam jumpa pers terbaru. Namun ia tidak mengungkap tempat yang menjadi sasaran itu.

Petugas polisi berjaga di Mapolrestabes Surabaya.
Didik Suhartono/ANTARA

Sepekan teror: dari Mako Brimob hingga Surabaya dan Sidoarjo

Peta serangan Surabaya
BBC

1. Selasa-Rabu (8-9/5): Kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, oleh 155 napi terorisme. Enam polisi disandera, lima di antaranya dibunuh dan mayatnya penuh bekas sayatan dan penyiksaan, satu polisi kemudian dibebaskan dalam keadaan babak belur.

Para napi menyerah pada Rabu (9/5), dan dikirim ke Nusakambangan. Namun hari itu juga, seorang pejihad mendatangi Mako Brimob, menusuk seorang petugas hingga tewas. Ia sendiri ditembak mati.

Dua hari kemudian, dua perempuan ditangkap di sekitar Mako Brimob ini, karena diduga hendak melakaukan aksi penusukan terhadap anggota Brimob.

2. Minggu (13/5) dini hari pukul 02.00 WIB – Polisi menembak mati empat terduga yang disebutkan berusaha melawan. Menurut poisi, mereka dibuntuti sejak Sukabumi. Mereka, kata polisi, terlibat dalam latihan fifik untuk melakukan serangan terhadap aparat.

3. Minggu (13/5) sekitar pukul 07:30, pemboman Gereja Santa Maria Tak Bercela, Surabaya oleh Puji Kuswati, yang membawa dua anak di bawah umur yang turut ia ledakkan.

4. Minggu (13/5) sekitar pukul 07:35, pemboman Gereja Pantekosta Surabaya oleh dua remaja lelaki, anak suami isteri Puji yang sudah melakukan pemboman lima menit sebelumnya, dan Dita, yang akan melakukan pemboman lain lima menit kemudian.

5. Minggu (13/5) sekitar pukul 07:40, pemboman Gereja Kristen Indonesia oleh Dita, suami Puji dan ayah empat anak yang sudah mati dalam ledakan lima menit dan 10 menit sebelumnya di dua gereja lain.

6. Minggu (13/5) malam, ledakan bom tak sengaja di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, tiga tewas dua selamat. Pemimpin keluarga itu, Anton, adalah karib Dita, pemimpin serangan tiga gereja pagi harinya.

7. Senin (14/5) pagi sekitar pukul 08:40, Serangan bom dengan dua motor di Mapolrestabes Surabaya. Empat penerangnya: suami isteri dan dua remaja lelaki, tewas. Anak perempuan berusia delapan tahun yang digonjeng di motor yang ditumpangi suami dan isteri di keluarga itu, selamat karena terlontar saat ledakan.

Anies Baswedan: Laporkan jika ada kecurigaan, jangan sebarkan kekhawatiran atau hoaks

Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengatakan, Jakarta dalam situasi aman dan terkendali, dan warga bisa beraktivitas biasa.

"Jika ada yang mencurigakan," kata Anies dalam jumpa pers khusus di Balai Kota, Senin (14/5), "Jangan menyebarkan kekhawatiran, apalagi hoaks. Laporkan saja kepada pihak berwenang. Paling sedikit kepada Ketua RT atau Ketua RW setempat," kata Anies.

Detik-detik pengeboman di Polrestabes Surabaya

Kreditasi video: CCTV Mapolrestabes Surabaya

Detik-detik pengeboman di Polrestabes Surabaya

Juru bicara Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera memastikan bahwa ledakan di Mapolrestabes Surabaya berasal dari sepeda motor.

Video CCTV menunjukkan ledakan terjadi ketika satu mobil Avanza dan dua motor mendekati pintu masuk Mapolrestabes di Krembangan.

"Mobil Avanza itu merupakan tamu yang akan meminta pelayanan kepada Poltabes Surabaya," kata Frans dalam jumpa pers terbaru.

Keuskupan Agung Jakarta: 'serangan di Surabaya bukan masalah agama'

Konferensi Wali Gereja Indonesia memilih untuk tidak membuat pernyataan sendiri terkait serangan bom di tiga gereja di Surabaya, hari Minggu kemarin.

Hal itu dimaksudkan supaya jelas bahwa peristiwa di Surabaya tidak menyangkut komunitas agama tertentu.

"Yang diserang bukan hanya lembaga gereja, lembaga agama, tapi juga lembaga negara, khususnya kantor kepolisian. Sehingga jelas ini bukan masalah agama, tetapi masalah yang menyangkut Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Monsinyur Ignatius Suharyo dari Keuskupan Agung Jakarta dalam jumpa pers.

Ignatius juga menyerukan kepada masyarakat, khususnya para tokoh dan pemimpin, supaya tidak memanfaatkan kesempatan ini untuk kepentingan apapun.

Kepanikan akan ancaman teror di sejumlah tempat lain

Seiring polisi menyelidiki ledakan di Surabaya, muncul kepanikan akan ancaman teror di sejumlah tempat lain.

Salah satunya di Gereja Santa Anna, Duren Sawit, Jakarta Timur. Pihak gereja dilaporkan menerima pesan teror via telepon dari orang tak dikenal.

Namun hingga saat ini polisi belum menemukan benda yang mencurigakan di lokasi.

Kapolsek Duren Sawit Kompol TH. Simatupang telah menghubungi satuan Gegana Polda Metro Jaya untuk melakukan sterilisasi di sekitar area gereja Santa Anna.

Sebelumnya, video yang disebut berasal dari Gereja Santa Anna tersebar di aplikasi perpesanan WhatsApp. Namun video tersebut merupakan rekaman dari insiden di gereja GKI Surabaya kemarin.

Juga tersebar pesan yang disebut berasal dari Polda Metro Jaya untuk menjauhi sejumlah tempat di Jakarta, antara lain Grand Indonesia, Plaza Indonesia, dan FX Sudirman.

Peringatan tersebut dibantah Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Argo Yuwono.

Kapolri: Serangan di Surabaya 'Mother of Satan'

Kapolri Tito Karnavian mengatakan jenis bom yang digunakan dalam serangan di Surabaya ialah bom pipa dengan bahan peledak Triaseton Triperoksida (TATP). Bahan peledak yang sering digunakan oleh ISIS di Irak dan Suriah ini memiliki daya ledak luar biasa sehingga dijuluki 'Mother of Satan' atau 'Ibu Setan'.

Namun senyawa tersebut kurang stabil, sehingga bisa meledak tanpa detonator. Inilah yang terjadi di Rusunawa Wonocolo di Sidoarjo.

"Setelah kita datangi TKP, ternyata itu adalah ledakan yang terjadi karena kecelakaan; kemungkinan besar oleh perilaku sendiri," kata Tito dalam jumpa pers di Surabaya.

Kepala keluarga yang merakit bom itu, Anton, adalah teman Dita, pelaku serangan bom gereja dan ketua JAD Surabaya.

Tito Karnavian mengatakan pula bahwa serangan bom di Surabaya merupakan balas dendam atas penangkapan kembali pemimpin Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Aman Abdurrahman serta penangkapan pemimpin JAD cabang Jawa Timur Zaenal Anshari.

Aman divonis penjara dalam kasus pendanaan dan pengorganisasian latihan paramiliter ilegal di Aceh, dan awalnya dibebaskan pada Agustus 2017, lantas ditangkap kembali karena diduga keras terkait dengan perencanaan kasus bom Thamrin di Jakarta pada 2016.

Sedangkan Zaenal ditangkap sekitar enam bulan lalu karena diduga terlibat dalam penyelundupan senjata api dari Filipina selatan ke Indonesia.

"Itu membuat kelompok-kelompok jaringan JAD di Jawa Timur memanas dan ingin melakukan pembalasan," ungkap Tito dalam jumpa pers di Surabaya.

Di Jawa Timur, kelompok JAD yang paling bereaksi ialah kelompok di Surabaya, kata Tito. Pemimpin JAD Surabaya, Dita Oepriyanto, adalah pelaku bom bunuh diri di tiga gereja Surabaya pada hari Minggu kemarin.

Tito juga mengungkap bahwa polisi telah menangkap lima orang yang disebut sisa anggota kelompok JAD di Surabaya. Satu diantaranya bernama Budi Satrio, yang merupakan tokoh nomor dua di JAD Surabaya, yang ditembak mati saat melakukan perlawanan.

Brimob perketat penjagaan di Polrestabes Surabaya

Usai pengeboman di Polrestabes Surabaya, Senin (14/5) pagi, pasukan Brimob memperketat penjagaan di wilayah sekitar.

Pasukan Brimob
Getty Images/Juni Kriswanto
Pasukan Brimob bersiaga di Polrestabes Surabaya menyusul ledakan bom di kantor polisi tersebut pada Senin (14/5) yang melukai empat petugas dan enam warga sipil.

Pelaku serangan bom Polrestabes Surabaya juga berasal dari satu keluarga

Ternyata lima ledakan bom Surabaya itu melibatkan tiga keluarga berbeda: satu keluarga dalam setiap serangan.

Kapolda Jawa Timur Irjen Machud Arifin mengatakan, pelaku serangan bom bunuh diri di Polrestabes Surabaya, juga berasal dari satu keluarga.

"Mereka lima orang, semuanya lima orang. Kepala keluarganya berinisial TM. Dengan satu anak kecil, yang dalam kejadian itu terlempar dan selamat," kata Machfud Arifin, dalam jumpa pers brsama kapolri, di media Center Polda Jatim, Senin (14/5).

"Jadi mereka ini suami isteri dengan anak-anaknya -dua tewas dan satu anak kecil itu selamat," Kapolri Tito Karnavian menambahkan.

Anak kecil itu, perempuan umur delapan tahun, dirawat di RS Bhayangkara.

Disebutkan, ledakan di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, pinggiran Surabaya, yang terjadi beberapa jam setelah serangan tiga gereja, juga merupakan keluarga.

"Kepala keluarganya, Anton. Dengan isteri dan anak-anak juga. Yang di Wonocolo ini bom meledak lebih karena kecelakaan. Ada satu orang yang selamat, seorang anak," kata Kapolri Tito Karnavian.

Polisi amankan dua orang yang mengaku wartawan di Mapolrestabes Surabaya

surabaya
BBC

Solidaritas tim dan pemain sepak bola untuk Surabaya

Di media sosial, ada beberapa tagar yang ramai digunakan menanggapi rangkaian serangan bom yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, seperti #kamitidaktakut, #PrayforSurabaya, dan #SuroboyoWani.

Menurut catatan Spredfast, beberapa akun yang ramai menggaungkan tagar tersebut, dan kemudian banyak dicuitkan ulang dan disebar, adalah beberapa akun tim serta pemain sepak bola, seperti dari Persib, Persija, akun resmi FC Barcelona versi bahasa Indonesia, serta pemain bola blasteran Belgia-indonesia, Radja Nainggolan.

View more on twitter
View more on twitter
View more on twitter
View more on twitter
View more on twitter

Tewas, empat pelaku bom bunuh diri Polrestabes Surabaya, anak yang mereka bawa selamat

Serangan bom bunuh diri ke Polrestabes Surabaya dilakukan oleh empat orang dengan dua sepeda motor.

"Keempatnya tewas," kata Jubir Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera.

Jadi dua sepeda motor yang beriringan menyusul mobil untuk masuk ke kawasan itu, kata Frans Barung, memang pelaku serangan bom.

Adapun seorang anak kecil yang dihimpit di salah satu sepeda motor, antara pengemudi dan perempuan yang digoncengnya, selamat.

"Ia dilarikan ke rumah sakit, dan semoga selamat," kata Frans Barung pula.

Polisi perketat penjagaan di sekitar Polrestabes Surabaya

Polisi menghentikan dan memeriksa warga yang melintas di Jalan Niaga Samping setelah terjadi ledakan di Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, Senin (14/5). Ledakan terjadi pada Senin (14/5) pagi di depan pos penjagaan pintu masuk Polrestabes Surabaya.

Polisi memperketat penjagaan di Polrestabes Surabaya
ANTARA FOTO/Didik Suhartono
Polisi menghentikan dan memeriksa warga yang melintas di Jalan Niaga Samping setelah terjadi ledakan di Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, Senin (14/5).

Petugas selamatkan seorang anak dari lokasi ledakan di Mapolrestabes Surabaya

Surabaya
BBC

Seorang anak diselamatkan dari kobaran api akibat ledakan di polrestabes Surabaya. Tidak jelas, apakah dia anak yang dibawa penyerang. Dalam rekaman CCTV yang menunjukkan saat-saat serangan, tampak seorang lelaki berboncengan dengan seorang perempuan, dan di tengah mereka terdapat seorang anak. Namun tak lama kemudian terjadi ledakan.

Belum jelas pula, bagaimana nasib para penyerang.

Teror telepon gelap di Gereja Santa Anna, tapi tak ditemukan apa pun

Seperti biasanya, satu aksi teror menimbulkan berbagai spekulasi dan kabar burung.

Pada pukul 08.00 WIB, Polsek Duren Sawit menerima telepon bahwa terdapat tas yang mencurigakan di Gereja Santa Anna, JL Laut Arafuru, Duren Sawit, Jakarta Timur. Pengecekan oleh Kapolsek Duren Sawit TH Simatupang dan pengurus gereja tidak menemukan benda yang mencurigakan. Hingga saat ini, masih menunggu tim Gegana untuk melakukan sterilisasi.

Korban serangan bom di Polrestabes Surabaya: Empat polisi dan enam warga sipil terluka

Sejauh ini menurut polisi, dalam serangan bom di Polrestabes Surabaya, setidaknya 10 orang mengalami luka berat dan ringan.

"Bahwa korban dari angota kepolisian daerah Jawa Timur, yang sudah kita rujuk ke RS Bhayangkara, empat anggota terluka. Dan dari masyarakat sipil yang sedang di sana untuk memperoleh layanan Polrestabes, enam anggota terluka," kata jubir Polda Jatim Kombes Frans Barung dalam jumpa pers singkat yang tanpa tanya jawab -jumpa pers ke-empat dalam tempo kurang dari dua jam.

Peta lokasi ledakan Polrestabes Surabaya
BBC

Jokowi: Serangan teror itu 'tindakan yang pengecut, tidak bermartabat, dan biadab'

Presiden Joko Widodo mengutuk serangan terbaru kelompok teroris terhadap Mapolrestabes di Surabaya.

"Setelah kejadian di tiga lokasi (gereja) di Surabaya kemarin pagi, tadi malam ada satu kejadian lagi di Sidoarjo, dan pagi hari ini terjadi lagi bom bunuh diri di Surabaya lagi, di Poltabes. Ini adalah tindakan pengecut, tindakan yang tidak bermartabat, tindakan yang biadab," katanya.

"Dan kita akan lawan terorisme. kita akan basmi sampai ke akar-akarnya," tambah Jokowi di Pangkalan Udara Kemayoran, didampingi antara lain Mendagri Tjahjo Kumolo dan Sekab Pramono Anung.

"Saya perintahkan kepada Kapolri untuk tegas, tidak ada kompromi dalam melakukan tindakan-tindakan di lapangan untuk menghentikan aksi-aksi teroris ini."

Jokowi
BIRO SEKRETARIAT ISTANA PRESIDEN

Serangan bom Polrestabes dilakukan dengan motor: pria berboncengan dengan perempuan

Serangan bom di Polrestabes terjadi di luar kawasan markas, "sebelum masuk areal lapangan Polrestabes," kata Jubir Polda Jatim, Kombes Frans Barung saat jumpa pers ketiga dalam tempo kurang dari setengah jam di Polda Jatim.

"Serangan itu dipastikan dilakukan dengan sepeda motor. Dari rekaman CCTV terlihat, pelakunya adalah lelaki yang membonceng seorang perempuan."

Rekaman yang beredar menunjukkan peristiwa terjadi ketika sebuah mobil yang sedang menunggu giliran masuk Polrestabes kemudian didahului dua sepeda motor. Ledakan kemudian terjadi.

Belum jelas, apakah bom dilancarkan satu sepeda motor atau dua-duanya.

Lagi, serangan bom: kali ini terjadi di Polrestabes Surabaya

Juru Bicara Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung membenarkan adanya ledakan di Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya.

"Terjadi sebuah serangan dengan bom kendaraan di Polrestabes Surabaya. Ada korban dari anggota polisi, kata Kombes Frans Barung dalam jumpa pers di Polda Surabaya.

"Namun masih kami selidiki, apakah bom dengan kendaraan roda dua atau roda empat. Juga tentang korbannya, masih didalami," kata Frans Barung, dlam jumpa pers singkat.

Ia tak memberikan detil lebih jauh kendati berjanji menyampaikan perkembangan dalam waktu dekat. Sebelumnya dia mengatakan, serangan terjadi pada pukul 08:50 WIB.

'Sulitnya' menangani orang-orang yang kembali dari Suriah

Tersangka pelaku yang berasal dari satu keluarga, termasuk istri dan dua anak yang masih kecil, menggarisbawahi sulitnya pemerintah Indonesia menangani orang-orang yang kembali dari Suriah dan Irak, yang berangkat ke sana untuk bergabung dengan ISIS, kata pengamat terorisme, Greg Barton.

Greg Barton dalam wawancara dengan BBC World TV mengatakan inilah kekhawatiran yang bisa ditimbulkan oleh mereka yang pernah bertempur untuk ISIS.

Mereka bisa lebih terampil merakit senjata dan juga makin radikal, termasuk perempuan.

"Ini mengingatkan tak hanya laki-laki yang teradikalisasi, tapi juga perempuan. Perempuan bisa memainkan peran aktif," kata Barton.

Aparat keamanan berjaga
Getty Images

Serangan bom gereja di Surabaya: Media internasional soroti 'pelaku' dari satu keluarga

Hampir semua media internasional menyoroti tersangka pelaku serangan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya yang diyakini berasal dari satu keluarga.

New York Times turun di judul berita 'Keluarga bersama anak-anaknya melancarkan serangan bunuh diri di tiga gereja di Indonesia'.

Koran Inggris, The Guardian, memilih judul 'Pengeboman gereja di Indonesia: Polisi mengatakan keluarga dan anak mereka berada di balik serangan'.

Situs berita The Independent menulis, "Keluarga mengirim anak-anak mereka melancarkan serangan bunuh diri mematikan di gereja'.

Situs berita milik Welt di Jerman mengatakan 'Keluarga Islamis meledakkan gereja'.

Serangan bom di Surabaya
NYT

TNI-Polri bertekad akan tangkap semua sel JAD dan JAT

Presiden Jokowi, Tito Karnavian
AFP

Ledakan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya pada hari Minggu (13/05) mendorong aparat keamanan di Indonesia meningkatkan kerja sama menangkap semua kelompok dan sel teroris.

Kapolri Tito Karnavian kepada para wartawan mengatakan Polri, TNI, dan BIN (Badan Intelijen Negara) bergerak guna rapatkan barisan.

Ke depan, pihaknya akan meminta panglima TNI untuk kirim kekuatan.

"Polri dan TNI akan gelar operasi bersama. Akan melakukan penangkapan kelompok-kelompok, sel-sel, dari JAD dan JAT (jamaah Ansharut Daulah dan Jamaah Ansharut Tauhid), maupun mereka yang diduga akan melakukan aksi (teror)," kata Tito.

Para pejabat keamanan mengatakan tersangka pelaku ledakan 'berafiliasi' dengan JAD, kelompok 'yang sudah menyatakan kesetiaan kepada ISIS'.

Ledakan bom bunuh diri di Surabaya menewaskan setidaknya 13 orang, termasuk enam tersangka pelaku, sementara puluhan lainnya luka-luka.

Tidak ada 'terorisme atas nama agama'.

Serangan atas tiga gereja di Surabaya merupakan aksi terorisme yang semata-mata untuk mengganggu ketenangan masyarakat, kata Profesor Abdul A'la, salah seorang ulama Nahdlatul Ulama (NU) yang pernah menjabat sebagai rektor UIN Sunan Ampel, Surabaya.

"Terorisme itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan ajaran (agama) mana pun, ajaran (agama) apa pun. Kalau mengatasnamakan agama, maka itu sebenarnya agama hanya digunakan untuk kepentingan-kepentingan tertentu."

Surabaya
Reuters

Selama ini masyarakat Jawa Timur, menurut Prof Abdul, merupakan masyarakat santri yang memiliki hubungan baik dengan berbagai etnis dan agama. Oleh karena itu ada keyakinan 'kami harus tetap tenang, kami tidak terprovokasi'.

"Dan bahkan kami akan lebih menunjukkan soliditas, persatuan masyarakat Jawa Timur, khususnya, dan bangsa Indonesia," tegas Prof Abdul.

Ikuti laporan tentang serangan bom di Surabaya di Siaran BBC Dunia Pagi Ini, pukul 05.00 dan 06.00 WIB yang juga bisa Anda dengarkan langsung lewat Podcast BBC News Indonesia.

'Ledakan' di rumah susun di Sidoarjo, tiga tewas

Terjadi 'ledakan' di satu rumah susun di Sidoarjo, pada Minggu (13/05) malam, kata sejumlah media, yang mengutip pejabat kepolisian di Jawa Timur.

Pantauan media menyebutkan seluruh penghuni telah meninggalkan rumah susun, sementara polisi melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.

Dilaporkan tiga orang tewas dalam kejadian yang digambarkan sebagai tersangka teroris.

Sidoarjo terletak di selatan kota Surabaya.

Pada Minggu pagi terjadi serangan terkoordinasi terhadap tiga gereja di Surabaya, menewaskan setidaknya 13 orang, puluhan lainnya luka-luka.

Usut tuntas, perintah Presiden Joko Widodo

Jokowi
Sekretariat Presiden

Presiden Joko Widodo yang langsung melihat tempat kejadian di Surabaya sudah memerintahkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengusut tuntas jaringan-jaringan pelaku dan membongkar jaringan itu sampai ke akar-akarnya.

"Saya mengajak semua anggota masyarakat untuk bersama-sama memerangi terorisme, memerangi radikalisme, yang bertentangan degan nilai-nilai agama, nilai-nilai luhur kita sebagai bangsa yang menjunjung tinggi niai-nilai Ketuhanan dan nilai-nilai ke-bhineka-an."

Dalam keterangan pers di Surabaya, Presiden juga menyatakan bahwa tindakan terorisme itu 'sungguh biadab dan di luar batas kemanusiaan'.

Pelaku pengeboman atas tiga gereja di Surabaya adalah keluarga pasangan suami istri Dita Supriyanto dan istrinya, Puji Kuswanti.

Dua anak perempuan mereka yang berusia 12 dan sembilan tahun ikut digendong ibunya saat mengebom salah satu gereja. Sedangkan dua lagi adalah putra mereka yang berusia belasan tahun yang menggunakan sepeda motor saat mengebom gereja kedua.

Adapun sang ayah melakukan serangan pada gereja ketiga.

Sedikitnya 13 orang tewas sementara puluhan lainnya cedera akibat serangan bom atas tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/05).

Doa Paus Fransiskus untuk korban Surabaya

Paus Fransiskus
EPA
Paus Fransiskus ikut mendoakan korban bom di Surabaya dalam doanya di Vatikan.

Paus Fransiskus dalam doa hari Minggu (13/05) di Alun--alun Santo Peter, Vatikan, juga mendoakan korban serangan gereja di Surabaya.

"Saya secara khusus dekat dengan warga Indonesia, khususnya komunitas Kristen di kota Surabaya, yang terpukul keras oleh serangan serius atas tempat beribadah," tuturnya di hadapan massa yang berkumpul.

"Bersama-sama kita memohon perdamaian kepada Tuhan, untuk menghentikan kekerasan dan bahwa di dalam hati semuanya ada ruangan bukan untuk perasaan kebencian dan kekerasan, namun untuk rekonsilasi dan persaudaraan."

Sementara itu Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan kepada para wartawan di Surabaya bahwa keluarga pengebom gereja Surabaya baru saja pulang dari Suriah untuk belajar strategi teror.

"Yang kembali dari Suriah 500,termasuk di antaranya keluarga ini."

Tito
EPA
Kapolri Jenderal Tito Karnavian (tengah) mendampingi Presiden Joko Widodo ke Surabaya.

Anak perempuan umur 12 dan 9 tahun disebut pengebom bunuh diri?

Ging Ginanjar, BBC News Indonesia

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebutkan bahwa serangan atas tiga gereja di Surabaya dilakukan oleh satu keluarga, yang baru kembali dari Suriah untuk bergabung ISIS.

Sang ayah, Dita Oepriarto -yang disebut sebagai ketua Jemaah Ansharut Daulah (JAD) Jawa Timur- membawa istri dan empat anak pada Minggu (13/05) pagi itu dengan mobil.

Pertama ia menurunkan istrinya, Puji Kuswati, dan dua anak perempuan mereka, Fadhila Sari (12 tahun) dan Famela Rizqita (9 tahun) di GKI di kawasan Wonromo. Bom yang dibawa Puji -sambil menggendong Fadhila dan Famela- meledak.

Lalu Dita melanjutkan perjalanan ke Gereja Santa Maria Tak Bercela, untuk menurunkan dua anak-anak lelaki mereka, Yusuf Fadhil (18 tahun) dan Firman Halim (16 tahun). Dua anak remaja itu lalu berboncengan naik motor dengan bom di gendongan, dan meledak.

Lalu Dita -sang ayah- masih melanjutkan perjalanan lagi untuk menuntaskan 'misi terakhir' keluarga ke Gereja Pantekosta. Meledaklah bom di sana.

Inilah serangan bom bunuh diri pertama oleh satu keluarga penuh dengan tiga sasaran, Juga yang pertama pula di indonesia yang melibatkan pelaku perempuan. Dan yang lebih mengejutkan, yang pertama pula yang melibatkan pelaku anak-anak.

Tapi tunggu dulu: pelaku anak-anak?

Dari empat anak itu, tiga di antaranya masih di bawah umur: 9, 12, dan 16 tahun.

Halim yang berumur 16 tahun mungkin sudah lebih 'berkesadaran'' untuk melakukan serangan, dengan bergoncengan bersama kakaknya, kendati dari segi umur dianggap belum cukup mandiri untuk menentukan sebuah pilihan.

Tetapi dua anak perempuan itu, Fadhila (12 tahun) dan Famela (9 tahun), sama sekali tidak bisa dianggap sudah bisa mengambil keputusan untuk urusan ideologis apalagi yang berhubungan dengan hidup mati.

Dan beberapa kesaksian memang menyebutkan bahwa sang ibu, Puji Kuswati, menggendong dua anak itu sambil membawa bom, lalu meledakkannya.

Apakah Fadhila dan Famela adalah pelaku?

Jelas bukan, tapi keduanya adalah tameng hidup yang dikorbankan ibu dan ayahnya untuk melancarkan serangan bom bunuh diri itu?

Jadi Fadhila dan Famela adalah korban serangan bom bunuh diri yang dilancarkan ibunya dan dirancang ayahnya.

Masyarakat Surabaya terkejut

Guru besar Sosiologi Universitas Airlangga, Prof Dr Hotman Siahaan, mengatakan bahwa masyarakat Surabaya terperangah dan terkejut akibat serangan bom ke tiga gereja di Surabaya, Minggu (14/050, yang sedikitnya menewaskan 10 orang.

"Karena selama ini, Surabaya dan Jawa Timur tidak pernah mengalamai gejolak seperti sesudah peristiwa Mojokerto waktu Natal dulu. Dan selama beberapa tahun terakhir ini kan suasananya sangat kondusif. Jadi tiba-tiba terjadi (rangkaian) bom ini membuat masyarakat panik dan bingung."

Prof Hotman merujuk pada serangan bom di Mojokerto pada 24 Desember 2000, yang menewaskan Riyanto, pemuda Banser Nahdlatul Ulama (NU) yang ikut mengawa Gereja. Eben Haezer di Mojokerto.

Surabaya
EPA
Serangan bom atas tiga gereja di Surabaya menewaskan sedikitnya 11 orang.

Di sisi lain, Prof Hotman mempertanyakan peran intelijen di Indonesia, "Saya kira ada pertanyaan tentang bagaimana intelijen kita untuk menyikapi ini, mencari penyebabnya. Dan seperti apa monitoring intelijen terhadap gerakan terorisme ini."

Laporan selengkapnya bisa Anda ikuti di BBC Dunia Pagi Ini, Senin (14/05) Pukul 05.00 dan 06.00 WIB yang juga bisa Anda dengarkan langsung lewat Podcast.

Kapolri: Semua pelaku serangan bom tiga gereja adalah keluarga

Para pembom bunuh diri itu terdiri dari suami yang disebut Ketua JAD JAtim, isteri, dua remaja lelaki, dan dua anak perempuan di bawah umur yang dibawa paksa.

Pelaku seluruh serangan bom terhadap tiga gereja Surabaya, merupakan keluarga, kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian, usai menampingi Presiden Joko Widodo menjeguk para korban yang dirawat di RS Bhayangkara.

Pelakunya, "diidentifikasi, mereka satu keluarga," kata Tito Karnavian, Minggu (13/5) sore.

Jokowi Kapolri di Surabaya
Biro Pers Kepresidenan
Presiden Jokowi, Menkopolhukam Wiranto, Kapolri Tito Karnavian, Kepala BIN Budi Gunawan, Panglima TNI Hadi Tjahjanto.

"Kepala keluarganya bernama Dita Fukrianto (ayah), yang merupakan Ketua Jemaah Ansyarut Daulah Jawa Timur," jelas Tito.

"Dita bersama dengan anaknya mengendarai mobil Avanza (untuk meledakkan Gereja Pantekosta) GPPS Arjuno. Sebelumnya, Dita sudah terlebih dahulu menurunkan istri dan dua anaknya di GKI Wonokromo Diponegoro."

"Istrinya ini diduga bernama Puji Kuswanti (membawa dua) anak perempuan (mereka) bernama Fadila Sari umur 12 tahun dan Pamela Rizkita umur 9 tahun."

Ini yang oleh berbagai saksi disebut perempuan yang memaksa masuk kawasan gereja lalu meledakkan diri.

Ada pun serangan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela, pelakunya adalah Yusuf, 18 tahun, dan Alif, 16 tahun, yang mrupakan dua anak laki-laki pasangan Dita Fukrianto dan Pujiati Kuswanti.

Yusuf dan Ali inilah yang terekam di sebuah kamera pengawas, mengendarai sepeda motor sambil memangku bom yang kemudian masuk gereja dan meledak.

"Semua adalah serangan bom bunuh diri," Tito memastikan.

Jokowi di Instagram: Kita seluruh bangsa Indonesia, bersatu melawan terorisme.