Restrukturisasi perusahaan, Twitter pecat 350 karyawan

Twitter Hak atas foto Getty Images
Image caption Beberapa waktu lalu sempat muncul laporan bahwa Google dan Salesforce ingin membeli Twitter, namun keduanya kemudian mengurungkan niat.

Twitter akan mengurangi 9% dari total karyawan sebagai bagian dari restrukturisasi perusahaan.

Perusahaan teknologi yang berkantor pusat di San Francisco, Amerika Serikat, ini berencana merumahkan sekitar 350 karyawan di tengah upaya perusahaan untuk memetik keuntungan tahun depan.

Raksasa media sosial ini juga mengumumkan penutupan layanan berbagi video pendek, Vine.

Wartawan teknologi BBC mengatakan penambahan jumlah pengguna dan pendapatan Twitter tak seperti yang diharapkan oleh para investor.

Pemangkasan jumlah karyawan diumumkan hari Kamis (27/10) setelah Twitter mengatakan bahwa telah terjadi perlambatan pertumbuhan pendapatan perusahaan.

Dalam kurun tiga bulan hingga September 2016, pendapatan naik 8% menjadi US$616 juta. Ini lebih tinggi dari perkiraan namun lebih rendah dari kuartal sebelumnya yang meningkat 20%.

Jumlah pengguna aktif per bulan naik 3% menjadi 317 juta.

Pada kuartal ini kerugian bersih Twitter mencapai US$102,8 juta, turun dari US$131,7 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Direktur keuangan Anthony Noto mengatakan Twitter memasang target meraih keuntungan mulai 2017.

Bulan lalu, Twitter menyewa bankir menjelang kemungkinan penjualan perusahaan, namun calon-calon pembeli potensial seperti Google dan Salesforce, pada akhirnya memutuskan untuk mengurungkan niat.

Saham Twitter melemah 7% begitu Salesforce -yang dianggap sebagai calon utama pembeli Twitter- mundur dari perundingan.

Berita terkait