Dikecam karena foto Zayn Malik dan Sadiq Khan di Black History Month

Hak atas foto TWITTER
Image caption Foto mantan vokalis One Direction itu telah ditarik dari kampanye Black History Month.

Perhimpunan mahasiswa wilayah Kent, Inggris meminta maaf karena telah menggunakan wajah Zayn Malik dan Sadiq Khan - keduanya berdarah Pakistan untuk menandai perayaan Black History Month yang merayakan pencapaian kaum keturunan Afrika di segala sektor.

Baik Malik yang merupakan mantan penyanyi One Direction maupun walikota London bukan keturunan kulit hitam, tak pula berasal dari benua Afrika atau Karibia.

Tokoh terkenal lainnya yang dipilih oleh Kent Unionantara lain Dame Kelly Holmes dan Sir Trevor McDonald.

Presiden perhimpunan mahasiswa, Rory Murray meminta maaf karena telah 'melakukan hal yang keliru.'

Media sosial yang merilis kampanye Black History Month dengan menampilkan wajah Malik dan Khan sudah ditarik. Panitia pusat untuk seluruh Inggris menuliskan dalam twitternya bahwa mereka "sangat kecewa dengan kekeliruan @KentUnion dan bahwa mereka telah salah arah dalam perayaan Black History Month."

" Saat Asian Heritage Month dirayakan oleh sejumlah negara pada bulan Mei mendatang, akankan tokoh-tokoh kulit hitam dirayakan oleh Universitas Kent?" tanya para pengguna Twitter.

Hak atas foto PA
Image caption Zayn Malik dan Sadiq Khan berasal dari keluarga keturunan Pakistan-Inggris.

Petua Kent Union, Roy Murray mengatakan: "Saya ingin meminta maaf atas nama Kent Union untuk setiap individu yang marah, tidak nyaman atau tersinggung dengan foto-foto tersebut.

"Tidak ada maksud untuk menyinggung dan saya sangat menyesal," katanya.

"Kami berupaya untuk melibatkan para mahasiswa etnis kulit hitam dan minoritas etnis dalam perencanaan Black History Month, namun kami ternyata melakukan kekeliruan."

Hak atas foto TWITTER
Image caption Perhimpunan mahasiswa Universitas Kent di Inggris meminta maaf karena menggunakan foto yang salah untuk kampanye memperingati Black History Month.

Dalam pernyataan bersama, Kent Union dan Universitas Kent mengatakan kampanye itu sejalan dengan Perhimpunan Mahasiswa Nasional terkait Black History Month untuk "mengenali dan merayakan kontribusi besar orang-orang Afrika, Arab, Asia dan Karibia untuk umat manusia."

"Namun, kita bisa melihat bahwa banyak mahasiswa yang tidak setuju dengan arah kampanye dan kekeliruan yang kami buat," tulis mereka.