Redam kasus kebencian dan anti-Islam, organisasi di Inggris gelar kampanye NO2H8

Wanita Muslim Hak atas foto AP
Image caption Organisasi Tell MAMA mencatat kenaikan kasus ujaran atau tindakan kebencian terhadap pemeluk Islam di Inggris sejak Brexit.

Lembaga pemantauan anti-Muslim di Inggris, Tell MAMA, meluncurkan kampanye selama bulan November di berbagai kota untuk meredam yang disebut sebagai serangan atau insiden bermotif kebencian.

Kampanye dengan tanda pagar #NO2H8 November, yang jika dilafalkan menjadi No to Hate (katakan tidak pada kebencian), antara lain dipusatkan di kota-kota besar seperti London, Manchester, dan Birmingham.

Pendiri Tell MAMA, Fiyaz Mughal, mengatakan bahwa kebencian dan prasangka buruk tidak bisa hanya diatasi melalui perangkatan peraturan perundangan.

"Diperlukan juga edukasi masyarakat dan penyebaran informasi... harus didorong bahwa di era internet seperti sekarang para korban ujaran dan serangan berbasis kebencian mau melapor," kata Mughal.

"Itulah sebabnya selama satu bulan penuh kami menggelar kampanye ke komunitas-komunitas Muslim untuk menyebarkan informasi dan juga membekali kalangan Muslim tentang hal yang bisa mereka lakukan untuk menghadapi masalah ini," katanya.

Lembaganya mencatat kenaikan kasus-kasus kebencian setelah referendum di Inggris bulan Juli lalu yang hasilnya memutuskan Inggris keluar dari organisasi kerja sama regional Uni Eropa, yang juga dikenal dengan Brexit.

Kenaikan kasus kebencian tersebut adalah salah satu yang terbesar yang pernah dicatat oleh Tell MAMA.

Hanya tujuh hari setelah referendum tercatat 189 insiden rasisme, kebencian, dan anti-Muslim.

Kampanye NO2H8 akan mendorong anggota komunitas Muslim di Inggris melaporkan insiden yang mereka alami baik di internet maupun dalam kehidupan sehari-hari.

"Kami ingin orang-orang tak berpangku tangan, kami ingin orang berani dan bertindak jika ada kasus kebencian," demikian pernyataan yang dikeluarkan Tell MAMA.

Topik terkait

Berita terkait