Ihwal aktris Meghan Markle, pacar Pangeran Harry

Meghan Markle Hak atas foto AFP
Image caption Pihak Istana Kensington telah mengkonfirmasi bahwa aktris AS dan pegiat kesetaraan, Meghan Markle tengah menjalin hubungan dengan Pangeran Harry.

Pangeran Harry membenarkan bahwa aktris Meghan Markle adalah kekasihnya, sekaligus mengecam media yang menjadikan sang kekasih sebagai sasaran "gelombang kekerasan dan pelecehan."

Para penonton di Inggris mungkin tidak begitu familiar dengan aktris ini, ia lebih dikenal di AS untuk perannya sebagai Rachel Zane dalam drama televise Suits.

Markle lahir pada tanggal 4 Agustus 1981 dan dibesarkan di Los Angeles, namun kini ia tinggal di Toronto.

Ia menempuh pendidikan di perguruan tinggi Katolik khusus perempuan, sebelum lulus dari Northwestern University School of Communication pada tahun 2003, saat karir aktingnya dimulai.

Di luar seni pean, ia disebutkan memperoleh penghasilan dari pengerjaan kaligrafi untuk undangan-undangan pernikahan, memanfaatkan keahlian yang ia kembangkan semasa sekolah.

Pegiat kesetaraan

Ayahnya merupakan seorang penata cahaya di industri televisi dan penampilan pertamanyadi layar kaca di AS adalah di sebuah episode drama berjudul General Hospital pada tahun 2002, sebelum mengambil di beberapa seri seperti CSI, Without A Trace dan Castle.

Markle kemudian mulai muncul dalam film-film besar Hollywood, diantaranya Get Him To The Greek, Remember Me dan Horrible Bosses.

Ia juga muncul dalam serial fiksi Fringe, bermain sebagai agen khusus FBI Amy Jessup, dan mungkin yang paling terkenal adalah perannya dalam Suits, yang ditayangkan di saluran Dave dan Netflix di Inggris.

Pada September 2011, ia menikah dengan produser film Trevor Engelson setelah berpacaran selama tujuh tahun, namun pasangan ini bercerai dua tahun kemudian.

Hak atas foto TASOS KATOPODIS
Image caption Markle juga dikenal sebagai pegiat kesetaraan gender.

Markle juga merupakan pimpinan redaksi sebuah laman gaya hidup, The Tig, situs tentang makanan, kecantikan, fashion dan perjalanan.

Ia mengatakan mendirikan situs web itu sebagai upaya untuk "membingkai ulang konten kecantikan dengan memasukkan cara berpikir tentang pemberdayaan diri" dan menampilkan perempuan-perempuan dinamis dan inspiratif.

Di website The Tig, ia menjelaskan: "Saya tidak pernah ingin menjadi seorang perempuan yang sekadar pergi makan siang, saya selalu ingin menjadi seorang perempuan yang bisa berkarya."

Ia juga memiliki jaringan sosial yang besar dengan 1,1 juta orang yang pengikut di Instagram dan lebih 330.000 pengikut Twitter.

Tahun ini, Markle juga menjadi Duta Global untuk World Vision Canada, yang mengkampanyekan pendidikan, makanan dan kesehatan yang lebih baik bagi anak-anak di seluruh dunia.

Aktris ini juga melakukan perjalanan ke Rwanda untuk badan amal Clean Water Campaign.

Hak atas foto AP
Image caption Markle juga merupakan pimpinan editor majalah gaya hidup The Tig.

Meghan Markle juga dikenal untuk perjuangannya bagi kesetaraan gender.

Saat berusia 11 tahun, sebuah produsen sabun terpaksa mengubah iklannya setelah Markle menulis surat kepada Hillary Clinton dan tokoh terkenal lain, bahwa iklan itu mengesankan bahwa seolah-olah tempat kaum perempuan hanya di dapur.

Komitmen Markle bagi kesetaraan gender membuatnya terlibat dengan PBB, dan pidatonya di Hari Perempuan Internasional 2015 mendapat tepuk tangan meriah dari para peserta sidang termasuk Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon.

Tentang bagaimana ia memadukan seni peran dengan komitmen kemanusiaannya, ia mengatakan: "Tatkala hidup saya bisa beralih dari kamp-kamp pengungsi ke karpet merah, saya memilih kedua-duanya karena kedua hal itu bisa, dan pada kenyataannya juga, hidup berdampingan. Dan menurut saya, keduanya memang harus begitu"

Hak atas foto Reuters
Image caption Markle menulis tentang kebanggaannya sebagai wanita berdarah campuran.

Markle, yang ayahnya berkulit putih dan ibunya adalah orang kulit hitam, menulis sebuah artikel untuk majalah Elle tahun lalu tentang ras yang diwarisinya.

Ia menulis: "Darah campuran itu mungkin telah menciptakan wilayah abu-abu yang mengelilingi jati diri saya, dan membuat saya menjinjakkan kaki di kedua sisi pagar, dan saya harus merangkul kenyataan itu."

"Untuk mengatakan siapa saya, untuk berbagi tentang asal muasal saya, untuk menyuarakan kebanggaan saya sebagai perempuan berdarah campuran yang kuat dan percaya diri."