Pemerintah Rusia akan memblokir LinkedIn

LinkedIn Hak atas foto Reuters
Image caption LinkedIn saat ini menyimpan data pengguna di server di AS dan Irlandia.

Pengadilan di Rusia menguatkan keputusan untuk memblokir situs jejaring profesional, LinkedIn, yang memiliki enam juta pengguna di negara tersebut.

Badan pengawas komunikasi Rusia, Roskomnadzor, mengeluarkan keputusan yang menyatakan bahwa LinkedIn melanggar aturan yang mewajibkan penyimpanan data pribadi warga disimpan di server milik Rusia.

Undang-undang yang mewajibkan lokasi server ada di Rusia disetujui pada 2014, yang ditujukan untuk melindungi data pribadi warga Rusia.

LinkedIn mengajukan alasan bahwa hukum Rusia tidak bisa diberlakukan karena kegiatan operasional perusahaan berpusat di Amerika Serikat.

Saat ini LinkedIn menyimpan data pengguna di server di AS dan Irlandia.

Keputusan pengadilan ini bisa menjadi dasar pemblokiran LinkedIn dalam waktu tiga hari, kecuali jika LinkedIn mengajukan banding.

Juru bicara Roskomnadzor kepada kantor berita RIA mengatakan mereka berencana menutup layanan LinkedIn secepatnya.

Operator Booking.com mengatakan akan menggunakan server di Rusia, namun belum diketahui apakah perusahaan teknologi lain seperti Google dan Facebook juga akan mengikuti jejak Booking.com.

Topik terkait

Berita terkait