Majalah remaja Singapura picu kemarahan karena 'salahkan' korban perkosaan

Surat, singapura Hak atas foto Sara Janelle
Image caption Surat dari korban pemerkosaan mengatakan dia berbohong kepada ibunya agar bisa menginap di tempat teman laki-lakinya tanpa diawasi.

Sebuah saran dari seorang kolumnis di Singapura yang menanggapi korban pemerkosaan memicu kemarahan karena dianggap malah menyalahkan korban.

Seorang remaja perempuan menulis surat ke majalah terkenal Teenage yang mengatakan dia diperkosa oleh seorang temannya dan 'tidak punya tempat mengadu'.

Namun kolumnis di rubrik Dear Kelly, yang bernama Kelly Chopard, mengatakan bahwa perempuan itu 'bertindak seperti perempuan yang berhubungan seksual dengan banyak orang' dan seharusnya 'bersyukur dia (pria itu) menggunakan kondom'.

Ditambahkan juga bahwa remaja perempuan tersebut 'terlalu polos'.

Korban menuturkan dia berbohong kepada orang tuanya agar bisa menginap di rumah pacarnya tanpa pengawasan.

Untuk pertama kalinya dia minum anggur di tempat teman prianya dan mencium serta memeluk teman prianya, yang kemudian melepas pakaian korban. Remaja perempuan tersebut mengaku terlalu banyak minum anggur dan tidak memprotes.

Dia juga mengaku tidak bisa mengingat peristiwa yang terjadi namun keesokan paginya ketika bangun menyadari terbaring di tempat tidur dalam keadaan telanjang dan teman prianya mengatakan kepadanya 'tidak tahu' kalau dia sebelumnya masih perawan.

Kecaman umum

Di rubriknya, Kelly Chopard menulis bahwa pria bersangkutan tidak bisa disalahkan jika berpikir 'tidak apa-apa' jika melakukan hubungan seksual.

"Anda yang memberi gagasan bahwa semuanya ok, Anda menerima minuman anggur, ada juga berdansa dan ciuman."

Hak atas foto Sara Janelle
Image caption Penuis rubrik Dear Kelly berpendapat 'korban bertindak seperti sudah sering melakukan hubungan seksual dengan banyak pria'.

"Anda tidak bisa menyalahkan dia karena berpikir bahwa hubungan seksual adalah bisa. Terus terang, saya memahami kenapa pria itu salah pengertian," tulis Kelly di kolomnya.

Kolom itu juga menyebut bahwa korban 'polos dan tidak berpengalaman' dan beruntung bahwa sang pria menggunakan kondom sehingga 'kecil kekhawatiran atas kehamilan yang tidak direncanakan atau STD (penyakit kelamin menular)'.

Majalah Teenage mengatakan Kelly Chopard memang terkenal dengan saran-saran yang 'keras namun penuh kasih dan tanpa basa-basi'.

Walaupun belum bisa dipastikan apakah surat dari perempuan 'yang menjadi korban pemerkosaan itu' memang asli atau apakah kasus pemerkosaan itu diadukan ke polisi, Teenage tetap mendapat kecaman yang meluas.

"Tak bisa dipercaya jika omong kosong yang mundur, seksis, dan menyalahkan korban ini bisa diterbitkan," tulis seorang pengguna Facebook.

"Inilah alasannya kenapa para perempuan takut melaporkan pemerkosaan. Inilah alasan kenapa laki-laki merasa bisa bebas dengan hal itu," kata pengguna lainnya.

"Betapa beraninya Anda, sebagai seorang penulis yang seharusnya memberikan pengarahan, mengirim pesan seperti itu?"

"Memikirkan bahwa saya pernah mencintai majalah ini, menjijikkan," tulis komentar lain di Facebook.

Permintaan maaf

Teenage -yang merupakan majalah remaja paling lama di Singapura- sudah mengeluarkan pernyataan di Facebook dengan meminta maaf dan mengatakan tidak bermaksud mengirim pesan bahwa 'pemerkosaan bisa diterima'.

Hak atas foto Issuu/ Teenage Magazine
Image caption Teenage merupakan majalah remaja paling lama dan paling populer di Singapura.

Kelly Chopard juga sudah menyampaikan permintaan maaf yang diterbitkan majalah itu dan membantah kalau dia menyalahkan korban.

"Tidak ada maksud untuk menyalahkan korban, namun sebagai upaya untuk mengangkat bahwa tindakan seseorang memiliki konsekuensi," seperti tertulis dalam pernyataannya.

Dia menambahkan bahwa tidak ada yang lebih menyesalkan peristiwa atas perempuan itu 'dibanding saya sendiri'.

Sebuah badan yang membantu korban kekerasan seksual di Singapura, Aware, menyebut kolom itu 'salah dalam menyimpulkan dan memiliki sikap yang membuat banyak korban takut'.

"Anda tak usah menggunakan kata yang persis 'Adalah salah Anda sendiri' untuk menuding seorang korban," kata Jolene Tan dari Aware kepada BBC, dengan menekankan bahwa kalimat-kalimat lain juga bisa menjadi bermakna seperti itu.

Teenage sendiri tidak membalas permintaan BBC yang meminta komentar atas masalah ini.

Topik terkait