Dalam foto: Kehancuran kota purba Nimrud oleh ISIS

Seorang komandan milisian mengatakan: kota ini sudah seratus persenn hancur. Hak atas foto AFP
Image caption Seorang komandan milisian mengatakan: kota ini sudah seratus persen hancur.

Skala perusakan berbagai peninggalan bersejarah di kota kuno Nimrud, Irak, oleh kelompok yang menamakan Negara Islam atau ISIS mulai terungkap, dua hari setelah wilayah itu direbut kembali oleh pasukan Irak.

Sebagian besar kawasan itu tinggal puing-puing. Banyak patung dan ziggurat, monumen berskala besar yang terlihat hancur berkeping-keping dalam ukuran besar dan kecil.

Tahun lalu, ISIS menyebarkan video yang menunjukkan sejumlah anggota kelompok militan itu tengah menghancurkan artefak dan monumen bersejarah di Nimrud.

Pasukan pemerintah Irak telah merebut kembali Nimrud sebagai bagian dari serangan lebih luas untuk merebut kembali Mosul - benteng terakhir ISIS di Irak.

Hak atas foto AFP
Image caption Kota Nimrud, sekitar 32km selatan Mosul, didirikan lebih dari 3.300 tahun lalu.

Jet-jet tempur membombardir posisi-posisi ISIS di bandara Mosul, di pinggiran selatan kota, sementara Divisi Reaksi Cepat mengurung desa Albu Saif.

Sebuah sumber menyebut, Satuan Anti Teroris terlibat dalam pertarungan sengit dengan kaum militan ISIS di distrik Qadisiya al-Thaniya.

Kota Nimrud, sekitar 32km, selatan Mosul, dibangun lebih dari 3.300 lalu, dengan nama Kalhu, ibukota kekaisaran Assyria.

Situs itu luasnya sekitar 3,5 km persegi, meliputi antara lain gundukan 'benteng,' istana-istana dan makam raja-raja Asyiria, kuil persembahan untuk dewa-dewa mereka, patung-patung singa dan lembu bersayap yang kolosal dan lukisan dinding yang sangat dikenal.

Kaum militan ISIS merebut Nimrud pada bulan Juni 2014, tak lama setelah mereka menyerbu Mosul dan mengobrak-abrik tentara Irak.

Hak atas foto AFP
Image caption Sebelum dan sesudah: Di depan lokasi aslinya, seorang jurnalis AFP memegang foto yang dulunya berdiri bangunan tertinggi di zaman purba.
Hak atas foto AFP
Image caption Foto ini menunjukkan, pada gerbang gapura ini dulunya ada dua patung lembu bersayap dalam ukuran raksasa di kedua sisinya.

Pada Maret 2015, kementerian pariwisata Irak melaporkan, para militan menggunakan buldozer dan berbagai kendaraan berat lain untuk menghancurkan situs itu.

Sebulan kemudian, ISIS mempublikasikan video yang menunjukkan para militan menghancurkan patung-patung dan monumen dengan martil sebelum meledakkan sisa-sisanya.

Hak atas foto AFP
Image caption Bulan April 2015, ISIS memposting video yang menunjukkan peledakkan berbagai situs di Nimrud.
Hak atas foto AFP
Image caption Video-video itu juga menunjukkan kaum militan ISIS menghancurkan artefak-artefak kuno dengan martil.

Hari Selasa (15/11), seorang komandan milisi pro pemerintah yang masuk situs ini untuk pertama kalinya dalam dua tahun, mengatakan kepada kantor berita AFP: "Dulu, kalau kita datang ke sini, kita bisa membayangkan kehidupan zaman purba. Sekarang tidak ada apa pun."

"Semuanya sudah 100 persen hancur," kata Ali al-Bayati, komandan itu. "Kehilangan Nimrud jauh lebih menyakitkan bagi saya dibanding kehilangan rumah saya sendiri."

Hak atas foto AFP
Image caption ISIS mencerca peninggalan-peninggalan purba itu sebagai berhala.
Hak atas foto AFP
Image caption UNESCO. menyebut penghancuran Nimrud sebagai 'kejahatan perang.'

Tahun lalu, badan pendidikan, ilmu pengetahuan dan budaya PBB, UNESCO. menyebut penghancuran Nimrud sebagai 'kejahatan perang.' Mereka menuding, ISIS 'jelas bertkad untuk memusnahkan seluruh jejak sejarah rakyat Irak."

Para pejihad ISIS mencerca seni dan rsitektur pra-Islam itu sebagai berhala. Mereka juga menghancurkan berbagai situs purba lain di Irak dan Suriah.

Berita terkait