Remaja Inggris boleh bekukan jenazah demi pengobatan masa depan

pembekuan Hak atas foto Science Photo Library
Image caption Ilustrasi buatan yang menggambarkan pengawetan tubuh manusia dengan suhu yang membeku.

Seorang remaja Inggris berusia 14 tahun yang ingin jenazahnya dibekukan agar bisa disembuhkan di masa depan, menang dalam gugatan yang diajukan ketika dia masih hidup.

Keinginan penderita jenis kanker langka dan mematikan itu mendapat dukungan dari ibunya namun ditentang oleh ayahnya.

Pengadilan Tinggi di London mentapkan bahwa ibunya yang akan memutuskan tindakan atas tubuh remaja putri itu.

Dia meninggal dunia bulan Oktober dan menang dalam gugatannya sebelum meninggal. Rincian dari kasus ini baru diungkapkan Kamis (17/11).

Jenazahnya sudah dibawa ke Amerika Serikat untuk diawetkan.

Remaja yang tinggal di London itu -yang namanya tidak boleh diungkapkan- melakukan riset internet tentang cryonic pada bulan-bulan terakhir kematiannya.

Cryonic adalah metode menggunakan temperatur yang amat dingin untuk mengawetkan tubuh manusia dengan harapan kesehatannya bisa dipulihkan ketika teknologinya sudah tersedia di masa depan.

Hak atas foto Science Photo Library
Image caption Masih belum ada yang bisa memastikan bahwa jenazah yang dibekukan akan bisa dihidupkan kembali.

Ayah dan ibu bercerai

Dalam penjelasannya kepada hakim, dia mengatakan 'ingin hidup lebih panjang' dan tidak mau 'dikuburkan di dalam tanah'.

"Saya kira menjalani cryonic akan memberi kesempatan untuk diobati dan bangun kembali, walau dalam waktu ratusan tahun."

Hakim Peter Jackson -yang mengunjunginya di rumah sakit- mengatakan trenyuh dengan 'keberaniannya dalam menghadapi kesulitan hidup'.

Keputusan yang diambil, tambahnya, bukan menyangkut benar tidaknya cryonic namun tentang perdebatan antara orang tua menyangkut jenazah putri mereka.

Ayah dan ibu remaja tersebut sudah bercerai dan berbeda pendapat tentang keinginannya. Dia sempat tidak pernah bertemu ayahnya selama enam tahun sampai menderita kanker.

Hak atas foto PA
Image caption Hakim Pengadilan Tinggi London menegaskan keputusannya bukan tentang benar tidaknya cryonic.

"Bahkan jika pengobatan itu berhasil dan dia bisa hidup kembali, sebutlah 200 tahun mendatang, dia mungkin tidak akan menemukan saudara-saudaranya dan dia mungkin tidak ingat apapun dan mungkin akan berada dalam situasi putus asa mengingat dia baru berusia 14 tahun dan berada di Amerika Serikat," jelas ayahnya yang menentang permintaannya.

Belakangan sang ayah memang mengubah sikap dengan mengatakan menghormati keputusan putrinya itu.

Fasilitas pengawetan di AS dan Rusia

Hakim mengatakan gugatan hukum remaja perempuan itu merupakan yang pertama kali di wilayah Inggris dan mungkin juga di seluruh dunia.

Cryonic masih kontroversial dan belum ada yang memastikan akan bisa menghidupkan seseorang yang jenazahnya dibekukan.

Bagaimanapun ada fasilitas di Amerika Serikat dan Rusia untuk mengawetkan jenazah dengan menggunakan nitrogen cair yang temperaturnya bisa mencapai -130'C.

Biaya pengawetan tubuh tersebut, untuk waktu yang tidak ada batasnya, sekitar £37.000 atau Rp616 juta.

Ketika remaja bersangkutan meninggal, Bulan Oktober, pihak rumah sakit sempat mengungkapkan kekhawatiran atas pengawetan cryonic namun sekelompok sukarelawan Inggris membantu sehingga jenazahnya diterbangkan ke AS untuk diawetkan.

Berita terkait