Meliani, melawan bully dengan jilbab dan musik metal

Meliani Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Meliani Siti Sumartini, 19 tahun, gitaris metal dari Bandung

Meliani duduk sendiri ketika murid lainnya makan bersama atau berkumpul sambil bermain, saat jam istirahat sekolah tiba.

"Teman-teman di sekolah menjauhi saya, bahkan ada yang melarang saya duduk bersama" kenang Meliani, saat bercerita berbagai momen tak nyaman, yang dirasakannya di sekolah dasar hingga sekolah menengah.

Meliani Siti Sumartini nama lengkapnya, kini berusia 19 tahun, dan alur hidupnya sudah berubah jauh. Tak lagi terkucil dan sunyi, Meliani yang dulu sulit bergaul, kini sudah berteman dengan tujuh ribu lebih follower di Instagram.

Meli -panggilan akrabnya- juga sudah dikenal jutaan orang sebagai gitaris perempuan berjilbab, dengan genre death metal.

Hak atas foto YouTube/Meliani
Image caption Video permainan gitar metal Meliani di YouTube sudah ditonton jutaan kali.

Gadis kelahiran Garut ini, menggunggah puluhan video permainan gitarnya ke saluran YouTube. Salah satu lagu yang dimainkannya, Hourglass dari Lamb of God bahkan sudah ditonton lebih dari 1,7 juta kali.

"Karena di-bully…" ucapannya lalu tertahan, ketika bercerita alasannya bermain gitar metal dan memakai jilbab.

Pakai jilbab dan main gitar

"Awalnya ingin tampil beda, saya berpikir gimana caranya agar dikenal oleh orang lain, bisa terlihat unik,dan punya teman. Karena itu saya pakai jilbab dan main gitar. Orang itu melihat sesuatu yang ga biasa, yang belum pernah ada. " kata Meli kepada wartawan BBC Indonesia, Oki Budhi.

Meli mengatakan memakai jilbab karena kemauannya sendiri. Bukan semata untuk gaya dan tampil berbeda, tapi juga karena baginya, memakai jilbab itu sebuah keharusan.

"Pakai jilbab itu wajib, tapi bukan berarti semua aktifitas kita dibatasi, selama yang kita lakukan hal positif, ga masalah. Bukan berarti juga dengan memakai jilbab saya sudah menjadi orang yang benar, ini bagian dari proses" ucap Meli saat menerima BBC Indonesia di kediamannya di Bandung.

Berawal dari memainkan gitar beraliran gothic, Meli beralih memainkan musik metal dan mengenakan jilbab di sekolah menengah atas.

Hak atas foto Facebook/Meliani
Image caption Meliani beberapa kali tampil di stasiun TV Nasional. Meli juga sudah disponsori produsen gitar di Indonesia

"Perempuan yang bermain gitar metal sudah banyak, tapi belum banyak yang main gitar metal dan memakai jilbab. Saya ingin tunjukkan muslim itu bisa tetap berbaur."

Paduan jilbab dan keahlian bermain gitar metal, membuat Meli makin dikenal hingga beberapa kali diundang tampil di stasiun televisi nasional. Sebuah produsen gitar ternama di Indonesia juga mensponsori Meli dengan memberi gitar listrik secara gratis.

"Saya juga ingin membuktikan ke orang-orang, saya bisa memainkan aliran musik metal, yang orang lain pikir tidak bisa, atau mengira saya main bohong-bohongan." kata Meli.

Animator musik metal

Ade Herman, ayah Meli, sudah melihat bakat Meli sejak kecil. Apalagi Meli tinggal bersama dua kakak laki-laki penyuka musik.

"Awalnya belajar dari gitar akustik, pinjam dari teman kakaknya. Akhirnya saya belikan gitar listrik dari teman di Dago. Cuma belajar dua kali pertemuan, selebihnya Meli belajar sendiri dari komputer," kata Ade.

Hak atas foto BBC Indonesia
Image caption Ade, ayah Meli, merasa sangat terbantu, setelah Meli mendapat beasiswa kuliah di Bandung.

Ade mendukung penuh minat putrinya bermain musik, namun sempat khawatir, hobi Meli bermain gitar mengganggu jadwal kuliahnya.

"Sekarang Meli dapat beasiswa dari kampusnya, lima juta rupiah setiap semester. Tapi dia harus terus mempertahankan nilai kuliahnya bagus. Beasiswa itu sangat membantu, apalagi penghasilan saya sebagai supir juga pas-pasan".

Meli kuliah di Universitas Pasundan, Bandung, jurusan komunikasi desain visual. Dia telah menciptakan enam lagu dengan permainan gitar metalnya, dan membentuk grup musik bernama Helaragon.

Hak atas foto Facebook/Meliani
Image caption Meliani tergabung dalam grup Helaragon

"Senang bisa punya grup band, tapi masih sering vakum, karena saya ingin fokus kuliah juga. Sejak lama saya ingin jadi komikus dan membuat animasi", kata Meli.

Meli punya mimpi, menjadi animator sekaligus pemusik, membuat animasi dengan latar musik, yang semuanya ia ciptakan sendiri.

Topik terkait