Kebijakan kantung plastik berbayar membuat pantai Inggris 40% lebih bersih

Penyu menyangka sampah kantung plastik sebagai ubur-ubur yang merupakan makanan mereka. Hak atas foto Marine Conservation Society
Image caption Penyu menyangka sampah kantung plastik sebagai ubur-ubur yang merupakan makanan mereka.

Di Indonesia kebijakan kantung plastik berbayar di toserba dihentikan, tapi di Inggris kebijakan itu membuat sampah plastik di pantai-pantai Inggris berkurang hampir setengahnya.

Laporan Marine Conservation Society (MCS) dengan judul Great British Beach Clean menyebutkan, sekarang ini hanya ditemukan tujuh kantong plastik per 100 meter di garis-garis pantai Inggris yang dibersihkan.

Itu merupakan penurunan 40% dari rata-rata 11 kantung kresek yang ditemukan pada tahun 2015, dan merupakan angka terendah dalam 10 tahun.

MCS mengatakan penurunan ini menunjukan bahwa pemberlakuan kewajiban pembayaran 5p (sekitar Rp800) per kantong plastik di toko-toko serba ada, merupakan kebijakan yang benar.

MCS adalah salah satu yang mengkampanyekan kantong plastik berbayar yang mulai diberlakukan di Wales pada 2011, Irlandia Utara pada 2013, Skotlandia pada tahun 2014 dan Inggris pada bulan Oktober tahun lalu.

"Kami melihat terjadinya penurunan jumlah (sampah plastik) yang berarti, dan itu jelas merupakan akibat dari pemberlakuan biaya 5p yang sekarang berlaku di seluruh Inggris Raya," kata manajer pengawasan pantai MCS, Lauren Eyles.

"Ini menunjukkan wajib bayar kantung plastik itu benar, yang sudah kita duga akan menjadi kabar baik bagi lingkungan laut.

"Terima kasih kepada ribuan relawan hebat yang mengumpulkan data sampah pantai, kita sekarang dapat melihat dampak dari kebijakan kantung plastik berbayar ini."

Hak atas foto Marine Conservation Society
Image caption Ribuan relawan terlibat dalam acara tahunan membersihkan seluruh garis pantai Inggris Raya

The Great British Clean merupakan program pembersihan pantai yang dilakukan setiap tahun di sepanjang garis pantai Inggris Raya.

Tahun ini, sekitar 6.000 relawan membersihkan 364 pantai dan mencatat semua sampah yang mereka temukan.

Di Wales, yang sudah memberlakukan kresek berbayar selama lima tahun, mencatat jumlah kantung kresek lebih rendah setiap tahunnya sejak 2011 - kali ini hanya empat kantong untuk setiap 100 meter yang dibersihkan.

Menteri Lingkungan Therese Coffey mengatakan kebijakan kresek berbayar di Inggris mencatat 'sukses besar' dan telah mengumpulkann £29 juta (Sekitar Rp487 miliar) yang digunakan untuk organisasi-organisasi amal dan program kemanusiaan.

Salah satu dari mereka adalah MCS, yang menerima £28.400 (sekitar Rp475 juta) pada tahun lalu, yang digunakan untuk merekrut ribuan relawan pembersih sampah pantai.

Menteri Lingkungan Therese Coffey menambahkan: "Ini menunjukkan tindakan kecil dapat membuat perbedaan terbesar, tapi kita tidak boleh berpuas diri karena selalu ada hal lain lagi yang bisa kita lakukan untuk mengurangi limbah dan mendaur ulang apa yang kita gunakan."

Betapa pun, data yang dicatat para relawan menunjukkan kenaikan sampah kemasan minuman sebesar lebih dari 4% di pantai-pantai Inggris -baik itu botol plastik, botol kaca maupun kaleng aluminium.

Terjadi juga kenaikan sampah terkait balon sebesar 53%.

Kantung-kantung plastik sangat berbahaya khususnya bagi penyu yang menyangkanya sebagai ubur-ubur yang merupakan makanan mereka. Kantung kresek itu bisa menggangu sistem pencernaan yang mengakibatkan kelaparan dan kematian.

Beberapa spesies burung laut juga sangat tertarik pada bau sampah plastik dan menurut MCS, ditemukan plastik pada perut 90% bangkai burung fulmar (Procellariidae) yang ditemukan mati di Laut Utara.

Tautan inernet terkait

BBC tidak bertanggung jawab atas konten internet luar