Mantan pesepak bola Inggris mengaku jadi korban pelecehan seksual pelatih

Steve Walters Hak atas foto PA
Image caption Steve Walters saat bermain untuk klub bola Morecambe.

Seorang mantan pemain sepak bola mengungkapkan bahwa ia telah dilecehkan secara seksual oleh pelatihnya, Barry Bennell saat dirinya tergabung di klub Crewe Alexandra, Inggris.

Steve Walters, yang merupakan debutan termuda di klub ini pada tahun 1988 menungkapkan hal itu kepada surat kabar Guardian.

Ia merupakan korban pelecehan seksual kedua yang berbicara terbuka.

Sebelumnya, mantan pemain Crewe lainnya, Andy Woodward juga mengesampingkan hak untuk tidak diungkap identitasnya mengaku mengalami pelecehan di klub tersebut saat ia masih anak-anak.

Barry Bennell, pelatih di klub itu, dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara pada tahun 1998 setelah mengakui dakwaan pelecehan seksual terhadap enam anak laki-laki.

Polisi Cheshire telah mengkonfirmasi bahwa ada enam orang yang sudah menghubungi mereka sejak Woodward mengungkapkan kasus ini kepada publik, salah satunya adalah Walters.

Walters, 44 tahun, bukan tidak termasuk dalam kasus awal yang didakwakan terhadap mantan pelatihnya Bennell, namun ia mengatakan kepada harian Guardian: "Selama bertahun-tahun, saya merahasiakan hal ini dan menyimpannya untuk diri saya sendiri.

"Tapi saya harus mengungkapkannya. Ini satu-satunya yang harus dilakukan. Saya ingin ada penyelesaian dan saya tahu, ini membantu saya untuk terus berjalan ke depan.

"Ini sudah tak tertahankan lagi, saya hanya membaca artikel tentang Andy, tapi saya merasa seperti ada beban besar dari bahu saya. Saya harus melakukan ini, dan saya hanya berharap itu akan membantu mendorong lebih banyak orang lagi tampil ke depan.

Image caption Andy Woodward berbicara soal pelecehan seksual yang dilakuka pelatihnya terhadapnya.

Ketua Crewe, John Bowler mengatakan kepada wartawan olahraga BBC Dan Roan bahwa ia "marah dan sangat kecewa" atas kejahatan-kejahatan yang dilakukan Bennell sebelumnya.

Bowler mengatakan klubnya 'tertekan' oleh berbagai tuduhan yang dilontarkan pada mereka.

Bowler, yang merupakan ketua klub saat terjadi kejahatan oleh Bennell ini ditanyai apakah ia seharusnya bisa mencegahnya.

Ia menjawab: "Kalau kami sudah memeriksa semua hasil penyelidikan dan melihat secara rinci berbagai tuduhan, maka saya akan bisa menjawab pertanyaan tersebut."

Ia menambahkan bahwa dirinya "sangat menyesal atas derita yang dialami" Woodward dan Walters.

Bercermin dari dalam

Dalam pernyataan sebelumnya, Bowler mengatakan: "Kami adalah sebuah klub sepak bola yang membanggakan dan akan selalu mmenanggapi setiap tudingan dengan serius."

Bowler mengatakan klubnya membutuhkan waktu untuk meninjau situasi setelah Woodward mengemukakan kasusnya ke publik minggu lalu.

"Ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti ini, yang Anda lakukan pertama kali adalah ingin bertanya dan bercermin," katanya.

Woodward mengatakan kepada program Victoria Derbyshire di BBC pada Selasa (22/11) bahwa ia yakin pengalamannya hanyalah suatu "puncak gunung es".

Seorang juru bicara NSPCC memuji mantan bek klub Sheffield United dan Bury itu, yang berani tampil mengungkap pelecehan ini.

"Banyak yang harus dilakukan di dunia olahraga" untuk menjaga agar anak-anak tetap aman, tandasnya.