Profesor terkenal Kanada dibelit tudingan perkara seks

UBC Hak atas foto UBC/FACEBOOK
Image caption Universitas British Columbia memecat penulis Steven Galloway setelah penyelidikan yang menyimpulkan bahwa ia berperilaku menyimpang dalam perannya sebagai seorang profesor.

Steven Galloway, sastrawan yang menjadi pusat dari kehebohan sastra Kanada, angkat bicara soal tuduhan pelecehan seksual yang diarahkan terhadap dirinya.

Universitas British Columbia (UBC) memecat Galloway awal tahun ini atas 'tuduhan serius' yang tidak dijelaskan.

Media melaporkan berbagai tuduhan terhadap Galloway meliputi perisakan atau bullying, pelecehan seksual dan kekerasan seksual.

Pengacara Galloway mengatakan sang penulis "menyesalkan perilakunya" namun menyangkal berbagai paling tuduhan serius.

Penulis itu tidak menghadapi tuntutan pidana apapun dan telah mengadukan pemecatannya.

Pihak universitas tidak pernah mengungkapkan substansi tuduhan atau hasil penyelidikan terhadap Galloway, yang dilakukan oleh mantan hakim Mahkamah Agung British Columbia, untuk melindungi privasi Galloway dan para penuduhnya.

Berbicara tentang tuduhan itu untuk pertama kalinya, pengacara Galloway, Brent Olthuis mengatakan bahwa satu-satunya aduan yang dibuktikan dalam penyelidikan itu adalah bahwa Galloway terlibat dalam "perilaku yang tidak pantas dengan seorang mahasiswi."

"Baik sang mahasiswi maupun Galloway sudah menikah saat itu. Hubungan tersebut berkembang menjadi perselingkuhan yang berlangsung sekitar dua tahun," demikian konfirmasi Olthuis dalam sebuah pernyataan tertulis yang dikirim kepada media."

"Galloway sangat menyesali tindakannya dan ingin meminta maaf atas masalah yang telah ditimbulkan.

"Ia tidak berusaha untuk menyepelekan atau menyembunyikannya. Ia hanya berusaha mendapatkan perlakuan yang adil bagi semua yang terlibat, dan mengakhiri berbagai tuduhan keji yang telah menyebar."

Menurut Olthuis, pihak universitas juga menyelidiki "aduan bersifat seksual dari tahun 2011" yang berkaitan dengan salah satu pelapor. Olthuis mengatakan penyelidikan universitas menyimpulkan "ada kemungkinan bahwa Galloway tidak melakukan serangan seksual."

Hak atas foto AP
Image caption Penulis Margaret Atwood adalah salah satu penulis yang menyerukan penyelidikan atas penanganan masalah yang menjerat Steven Galloway.

Kasus Galloway menyita perhatian media sejak ia diskors setahun yang lalu. Universitas juga menjadi subyek cemoohan, setelah penulis 80 buku itu melayangkan surat terbuka berisi pembelaannya kepada Universitas British Columbia.

Dalam surat yang dikeluarkan tanggal 14 November, para penulis termasuk Margaret Atwood, Michael Ondaatje, Madeleine Thien dan David Cronenberg menuntut penyelidikan independen tentang bagaimana UBC mengatasi berbagai tudingan terhadap profesor penulisan kreatif dan penulis novel-novellaris itu.

Namun para sastrawan kemudian mendapat kecaman, bahwa dengan mempermasalahkan tak jelasnya proses hukum terhadap Galloway, mereka dianggap menutup mata terhadap 'budaya pemerkosaan.'

Tiga belas sastrawan, termasuk diantaranya Camilla Gibb dan Miriam Toews, telah mendarik diri dari surat itu.

"Saya mungkin secara tidak sengaja terlibat dalam berkontribusi terhadap budaya mempermalukan dan membungkam," tulis Gibb di Facebook.

Namun di sisi lain, banyak juga penulis lain yang justru mencantumkan nama mereka ke dalam daftar penandatangan surat tersebut.

Topik terkait